Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menunda Pekerjaan Bukan Berarti Malas, 4 Alasan Kamu Sulit Memulainya
Ilustrasi menikmati waktu sendiri sambil bekerja dan mendengarkan musik (Pexels.com/Karola G)
  • Menunda pekerjaan tidak selalu berarti malas; kebiasaan ini bisa muncul saat seseorang takut hasilnya tidak memenuhi ekspektasi atau standar pribadi terlalu tinggi.
  • Tugas yang panjang, rumit, dan penuh tahapan dapat terasa kewalahan, terutama ketika langkah pertama belum jelas; memecahnya menjadi bagian kecil membantu memulai.
  • Penundaan juga dipicu keinginan menghindari bosan, cemas, atau lelah; mengenali perasaan penghambat dan menentukan tindakan sederhana dapat membuat pekerjaan lebih mudah dimulai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Deadline masih beberapa hari lagi. Pekerjaan sebenarnya sudah ada di depan mata, tetapi entah kenapa tangan justru lebih mudah membuka media sosial, merapikan meja, atau mencari camilan. Dalam hati mungkin sudah berulang kali berkata, “Nanti saja, masih ada waktu.”

Sampai akhirnya hari berganti, deadline semakin dekat, dan pekerjaan yang sejak awal sebenarnya bisa dicicil justru harus diselesaikan dalam waktu singkat.

Situasi seperti ini sering kali langsung disebut sebagai kemalasan. Padahal, kebiasaan menunda pekerjaan tidak selalu sesederhana tidak mau bekerja.

1. Takut hasilnya tidak cukup baik

Ilustrasi melaksanakan ujian (Pexels.com/RDNE Stock project)

Ada pekerjaan yang justru semakin sulit dimulai karena kita sudah membayangkan hasil akhirnya. Misalnya, ingin menulis sesuatu tetapi kamu masih berkutat dengan kalimat pertama yang harus bagus. Atau ingin mengerjakan tugas, tetapi sudah lebih dulu khawatir hasilnya tidak akan memenuhi ekspektasi.

Akhirnya, tugas tersebut tidak kunjung dimulai. Keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang baik memang bisa menjadi motivasi. Namun, ketika standar yang dibuat terlalu tinggi, memulai pekerjaan bisa terasa jauh lebih berat.

Daripada menghasilkan sesuatu yang dianggap kurang sempurna, menundanya untuk sementara terasa lebih aman.

2. Pekerjaan terasa terlalu besar untuk dimulai

Ilustrasi merasa stress setelah membaca informasi (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pernah melihat tugas yang sebenarnya bisa dikerjakan, tetapi karena terlihat panjang dan rumit, rasanya justru ingin menghindarinya?

Ketika sebuah pekerjaan terdiri dari banyak tahapan, seseorang bisa kesulitan menentukan langkah pertama. Akibatnya, pekerjaan tersebut terasa jauh lebih berat daripada yang sebenarnya.

Daripada bingung harus mulai dari mana, melakukannya dengan cara sederhana akhirnya terasa lebih menarik. Pecah pekerjaanmu jadi beberapa bagian kecil agar 'terlihat ' lebih mudah dan dapat dijangkau. Tidak harus langsung menyelesaikan semuanya dalam satu waktu. Menentukan satu langkah pertama saja sudah bisa membuat pekerjaan terasa lebih mungkin dikerjakan.

3. Ingin menghindari perasaan tidak nyaman

Ilustrasi scrolling ponsel sebelum tidur (Pexels.com/Ron Lach)

Perasaan terbebani biasanya akan muncul ketika kita akan mengerjakan sesuatu, kita akan cenderung menunda mengerjakannya untuk menghindari perasaan tersebut. Pekerjaan tertentu mungkin terasa membosankan. Pekerjaan lain bisa membuat seseorang cemas karena takut salah. Ada juga tugas yang terasa melelahkan hanya dengan membayangkannya.

Ketika perasaan tidak nyaman itu muncul, mengalihkan perhatian kepada sesuatu yang menyenangkan untuk sementara bisa terasa seperti pilihan yang lebih mudah. Masalahnya, rasa lega tersebut biasanya hanya berlangsung sebentar. Pekerjaan tetap menunggu, sementara waktu terus berjalan.

Karena itu, penting untuk mengenali perasaan apa yang sebenarnya membuat sebuah pekerjaan terasa sulit dimulai.

4. Sulit menentukan dari mana harus memulai

Ilustrasi prioritas (Pexels.com/Brett Jordan)

Salah satu alasan lagi kenapa kita sering menunda yaitu karena bingung harus memulai dari mana. Misalnya, ada tugas besar yang harus selesai minggu ini. Karena belum menentukan urutan pekerjaan, semuanya terlihat sama-sama penting. Akhirnya, tidak ada satu pun yang benar-benar dikerjakan.

Dalam kondisi seperti ini, membuat langkah pertama yang sangat sederhana bisa membantu. Tidak perlu langsung berpikir tentang bagaimana menyelesaikan seluruh pekerjaan. Cukup tentukan apa yang bisa dilakukan dalam beberapa menit pertama. Setelah satu bagian selesai, langkah berikutnya biasanya akan terasa lebih jelas.

Ada kalanya seseorang perlu melihat kembali apa yang membuat pekerjaan tersebut terasa sulit dimulai. Apakah karena takut hasilnya tidak sempurna, merasa kewalahan, ingin menghindari rasa tidak nyaman, atau memang belum tahu harus memulai dari mana?

Memahami alasan di balik kebiasaan menunda bisa menjadi langkah pertama untuk mengubah cara menghadapinya. Sebab, terkadang yang dibutuhkan bukan motivasi yang lebih besar, tetapi membuat pekerjaan terasa sedikit lebih mudah untuk dimulai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article