Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bersih-bersih Rumah Jadi Lebih Menarik saat Ada Deadline?

4 min read
Kenapa Bersih-bersih Rumah Jadi Lebih Menarik saat Ada Deadline?
ilustrasi beberes rumah (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Fenomena procrastination cleaning terjadi ketika seseorang memilih beberes saat menghadapi tugas berat, membosankan, atau tidak nyaman, terutama menjelang deadline.
  • Bersih-bersih terasa menarik karena hasilnya cepat terlihat dan memberi rasa produktif, berbeda dengan tugas utama yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menunjukkan kemajuan.
  • Aktivitas merapikan juga menjadi pelarian yang terasa produktif dan jeda mental, tetapi dapat mengalihkan perhatian dari kecemasan atau kewalahan terhadap pekerjaan utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada satu momen aneh yang mungkin pernah kamu alami saat sedang dikejar deadline pekerjaan. Baru saja membuka laptop, tiba-tiba melihat tumpukan baju di kursi terasa sangat mengganggu. Meja yang biasanya biasa saja mendadak terlihat berantakan dan ingin segera dirapikan. Akhirnya, kamu memilih melipat baju, mencuci piring, menyapu lantai, bahkan mengelap meja yang sebenarnya tidak terlalu kotor. Bukannya mengerjakan tugas, kamu malah sibuk memastikan kamar terlihat bersih dan rapi. 

Fenomena ini dikenal sebagai procrastination cleaning, yaitu ketika seseorang membersihkan atau merapikan sesuatu sebagai bentuk penundaan. Kebiasaan ini bisa muncul karena pekerjaan yang sedang dihindari terasa berat, membosankan, atau membuat kita tidak nyaman. Jadi kalau kamu pernah mendadak rajin beberes ketika deadline sudah di depan mata, ternyata ada alasan di baliknya.

  1. 1. Membereskan rumah terasa lebih mudah karena hasilnya langsung kelihatan

    Ilustrasi membersihkan meja kerja
    Ilustrasi membersihkan meja kerja (freepik.com/freepik)

    Bayangkan kamu harus membuat presentasi 20 slide, menulis laporan, atau menyelesaikan tugas kuliah. Hasilnya belum tentu langsung terlihat meskipun kamu sudah menghabiskan waktu berjam-jam. Berbeda dengan membereskan kamar, lima menit melipat baju saja sudah membuat ruangan terlihat lebih rapi. Perbedaan hasil yang terasa instan ini bisa membuat pekerjaan rumah terasa jauh lebih memuaskan ketika kita sedang menghindari mengerjakan sebuah tugas.

    Profesor psikologi sosial dan kesehatan, Fuschia Sirois, dalam Psychology Today, menjelaskan bahwa orang yang menunda pekerjaan tertentu bisa merasa kekurangan self-efficacy, yaitu keyakinan bahwa dirinya mampu menyelesaikan suatu tugas. Ia menyebut kondisi ini sebagai “self-efficacy starved” atau kekurangan rasa percaya terhadap kemampuan diri. Ketika pekerjaan utama terasa terlalu sulit, kita cenderung memilih aktivitas yang membuat kita lebih mudah menyelesaikannya dan langsung terlihat hasilnya. 

    Makanya, satu lemari yang berhasil dirapikan bisa memberikan rasa produktif. Masalahnya, rasa puas tersebut belum tentu berarti tugas utama sudah bergerak maju. Bisa-bisa kamar sudah kinclong, tetapi presentasi masih kosong melompong.

  2. 2. Bersih-bersih jadi alasan yang terasa masuk akal untuk kabur sebentar

    ilustrasi merapikan baju
    ilustrasi merapikan baju (freepik.com/freepik)

    Kita biasanya tidak memilih sebuah distraksi yang terlihat seperti membuang waktu. Scroll TikTok selama satu jam mungkin membuat kita merasa bersalah, tetapi membersihkan kamar? Rasanya masih bisa dianggap produktif. Karena itu, beberes menjadi bentuk pelarian yang terasa jauh lebih aman ketika kita sebenarnya sedang ingin menghindari suatu pekerjaan.

    Seorang terapis dari Two Rivers Therapy and Consulting, Ann Robinson, LCSW, mengatakan bahwa membersihkan rumah bisa menjadi bentuk moving meditation sekaligus memberikan jeda untuk mental kita. Ia menjelaskan, “Ini berfungsi sebagai reset, membantu menjernihkan pikiran dan memfokuskan kembali energi,” dikutip dari Bustle.

    Jadi, keinginan untuk mengambil sapu saat sedang stres mengerjakan tugas bukan muncul tanpa alasan. Kita memang sedang mencari aktivitas yang terasa lebih ringan untuk memberi jeda pada otak kita. Hanya saja, kalau “sebentar” berubah menjadi agenda deep cleaning seisi rumah, mungkin sudah waktunya fokus kembali ke pekerjaan awal.

  3. 3. Kita sebenarnya sedang menghindari perasaan tidak menyenangkan dari pekerjaan itu

    ilustrasi merapikan baju
    ilustrasi merapikan baju (pexels.com/n-voitkevich)

    Sebenarnya sering kali yang ingin kita hindari bukan pekerjaannya, melainkan perasaan yang muncul ketika harus mengerjakannya. Tugas yang terlalu besar bisa membuat kita cemas, takut hasilnya jelek, atau sekadar merasa kewalahan sebelum mulai. Membersihkan rumah kemudian menjadi cara cepat untuk mengalihkan perhatian dari perasaan tersebut.

    Psikolog Timothy Pychyl dalam Psychology Today, menjelaskan bahwa orang melakukan prokrastinasi bukan hanya untuk menghindari tugas, tetapi juga untuk menghindari perasaan tidak menyenangkan yang berkaitan dengannya. Itu kenapa kita bisa merasa sangat sibuk padahal sebenarnya belum menyentuh pekerjaan utama. Membersihkan rumah memang bukan hal buruk, tetapi kalau selalu muncul tepat ketika deadline sudah dekat, coba perhatikan lagi. Bisa jadi yang sedang kamu rapikan bukan cuma kamar, melainkan juga cara kamu menghindari rasa tidak nyaman.

    Kalau kamu memutuskan membersihkan rumah saat pekerjaan sedang menumpuk, bukan berarti kamu tiba-tiba menjadi manusia paling rajin sedunia. Bisa jadi otakmu sedang menemukan cara yang lebih mudah untuk mendapatkan rasa lega dan berhasil. Jadi setelah meja sudah rapi, jangan lupa untuk kembali ke tugas yang tadi kamu tinggal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More