ilustrasi belanja (pexels.com/Jack Sparrow)
Kesibukan selama hari kerja membuat banyak urusan pribadi ditunda hingga akhir pekan. Belanja kebutuhan rumah, mencuci kendaraan, membayar tagihan, membersihkan kamar, atau mengurus berbagai keperluan lain akhirnya menumpuk pada hari Minggu. Tanpa disadari, hari libur berubah menjadi hari mengejar daftar pekerjaan versi yang berbeda.
Ketika sebagian besar waktu habis untuk urusan tersebut, momen untuk bersantai menjadi semakin sedikit. Tidak heran jika Minggu malam datang dengan cepat dan meninggalkan kesan bahwa waktu libur belum cukup. Bukan karena harinya lebih pendek, melainkan karena terlalu banyak hal yang harus masuk ke dalam satu hari yang sama.
Perasaan bahwa hari Minggu berlalu begitu cepat sering kali bukan soal waktu yang kurang, melainkan soal energi dan perhatian yang sudah terkuras lebih dulu sepanjang minggu. Overwork bikin hari Minggu terasa lebih singkat karena hari tersebut menanggung beban yang seharusnya diselesaikan pada hari kerja. Kalau setiap Minggu selalu terasa singkat, mungkin yang perlu ditinjau bukan jadwal akhir pekannya, melainkan ritme kerja selama 6 hari sebelumnya, bukan?