Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Membuat Mood Board Estetik untuk Dekorasi Kamar

Cara Membuat Mood Board Estetik untuk Dekorasi Kamar
Ilustrasi mood board (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Share Article

Dekorasi kamar bukan hanya soal membeli furnitur atau memilih warna cat yang sedang tren. Agar hasilnya sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan, kamu memerlukan perencanaan yang matang. Salah satu cara paling efektif adalah membuat mood board, yaitu kumpulan inspirasi visual yang disatukan dalam satu konsep desain.

Mood board semakin populer di kalangan desainer interior maupun pencinta DIY karena mampu menghemat waktu, biaya, dan mengurangi risiko salah membeli barang. Berikut cara membuat mood board.

1. Tentukan dulu tema dan suasana kamar yang diinginkan

ilustrasi mood board (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi mood board (pexels.com/cottonbro studio)

Langkah pertama dalam membuat mood board adalah menentukan tema utama yang ingin ditampilkan. Apakah kamu menginginkan kamar bergaya Japandi, Scandinavian, minimalis, vintage, industrial, atau bohemian? Menentukan tema sejak awal akan memudahkan proses memilih warna, furnitur, hingga aksesori dekorasi.

Selain tema, pikirkan juga suasana yang ingin diciptakan. Misalnya kamar yang terasa hangat, nyaman, ceria, tenang, atau mewah. Suasana tersebut nantinya akan memengaruhi pilihan warna, pencahayaan, bahan kain, hingga elemen dekoratif yang digunakan.

"Mood board pada dasarnya adalah kumpulan visual elemen desain yang kamu pertimbangkan untuk sebuah ruangan. Bentuknya bisa berupa kolase gambar hingga maket ruangan sebenarnya, tergantung pada kemampuan desain dan preferensi visualmu. Kamu bahkan dapat menggunakan kedua gaya ini pada titik yang berbeda dalam proses perencanaan. Intinya adalah bagaimana kamu bisa memvisualisasikan ruangmu,” jelas dekorator Arlyn Hernandez dikutip dari SkillShare.

2. Kumpulkan referensi visual dari berbagai sumber

ilustrasi mood board (pexels.com/phuong nguyen)
ilustrasi mood board (pexels.com/phuong nguyen)

Setelah menentukan konsep, mulailah mengumpulkan referensi gambar. Kamu bisa mencari inspirasi melalui Pinterest, Instagram, majalah interior, website desain rumah, maupun foto kamar yang kamu sukai. Simpan gambar yang memiliki kesamaan warna, bentuk furnitur, dekorasi, atau pencahayaan.

Jangan hanya mengumpulkan foto kamar secara utuh. Ambil juga detail-detail kecil seperti bentuk lampu tidur, rak dinding, tanaman hias, karpet, cermin, meja belajar, hingga pilihan gorden. Detail inilah yang nantinya akan membangun karakter ruangan.

3. Susun palet warna, material, dan tekstur

ilustrasi mood board (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi mood board (pexels.com/Mikhail Nilov)

Warna menjadi salah satu elemen paling penting dalam mood board. Sebaiknya pilih tiga hingga lima warna utama yang saling melengkapi agar kamar terlihat harmonis. Kamu juga bisa menambahkan satu warna aksen sebagai pemanis ruangan.

Selain warna, masukkan contoh material dan tekstur seperti kayu, rotan, linen, logam, kaca, atau kain rajut. Kombinasi berbagai tekstur akan membuat tampilan kamar terasa lebih hidup meskipun menggunakan warna yang sederhana.

4. Gunakan aplikasi digital agar lebih praktis

Ilustrasi membuat desain mood board (pexels.com/Photo by Duc Nguyen)
Ilustrasi membuat desain mood board (pexels.com/Photo by Duc Nguyen)

Saat ini membuat mood board tidak lagi harus menggunakan gunting dan majalah bekas. Kamu dapat memanfaatkan aplikasi seperti Canva, Milanote, Pinterest Board, atau Adobe Express untuk menyusun berbagai gambar dalam satu tampilan yang rapi.

Kelebihan mood board digital adalah mudah diedit kapan saja. Jika menemukan inspirasi baru, kamu cukup menambahkan gambar tanpa harus membuat papan baru dari awal. Cara ini juga memudahkan ketika ingin membandingkan beberapa konsep dekorasi sekaligus.

5. Evaluasi sebelum mulai belanja dekorasi

Ilustrasi mood board (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Ilustrasi mood board (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Setelah mood board selesai, jangan terburu-buru membeli semua barang yang ada di dalamnya. Luangkan waktu untuk mengevaluasi kembali apakah setiap elemen benar-benar sesuai dengan ukuran kamar, kebutuhan sehari-hari, serta anggaran yang dimiliki.

“Menetapkan elemen-elemen kunci, furnitur utama, palet warna, tekstil, dan tampilan serta nuansa yang akan memberimu titik awal yang baik saat kamu benar-benar membeli barang,” tips Arlyn dalam menyusun mood board.

Prioritaskan membeli furnitur utama terlebih dahulu, kemudian tambahkan dekorasi kecil secara bertahap. Dengan cara ini, kamu dapat menjaga pengeluaran tetap terkendali tanpa mengorbankan tampilan kamar impian.

Membuat mood board estetik merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan hasil besar dalam proses mendekorasi kamar. Dengan menentukan tema, mengumpulkan referensi, menyusun palet warna, memanfaatkan aplikasi digital, dan mengevaluasi seluruh rencana sebelum berbelanja, kamu dapat menciptakan kamar yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman untuk beristirahat, belajar, maupun bekerja setiap hari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More