Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Merawat Rumput Halaman Ini Bikin Pekarangan Terlihat Kusam

5 Kesalahan Merawat Rumput Halaman Ini Bikin Pekarangan Terlihat Kusam
ilustrasi halaman rumah (pexels.com/chengxiangliao)
Share Article

Memiliki rumput halaman yang hijau dan rapi dapat membuat pekarangan rumah terlihat lebih asri dan nyaman dipandang. Namun, rumput yang tampak kusam dan tidak tumbuh merata sering kali bukan disebabkan oleh cuaca semata, melainkan kesalahan dalam perawatannya.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat merusak kesehatan rumput dalam jangka panjang. Mulai dari cara memotong hingga pola penyiraman yang kurang tepat, berikut kesalahan merawat rumput halaman yang perlu kamu hindari.

1. Menggunakan pisau mesin pemotong rumput yang tumpul

ilustrasi memotong rumput pakai alat
ilustrasi memotong rumput pakai alat (pexels.com/pascal-kuffer)

Pisau mesin pemotong rumput yang tumpul sering kali dianggap sepele. Padahal, alat yang tidak tajam dapat merobek helaian rumput sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terserang penyakit. Akibatnya, rumput pun tampak kurang sehat dan tidak tumbuh optimal.

Karena itu, penting untuk mengasah pisau mesin pemotong rumput secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun. Perawatan sederhana ini dapat membantu menjaga rumput tetap rapi dan sehat. Kamu juga bisa menjadwalkannya sejak awal musim agar tidak terlupakan.

"Memotong rumput dengan pisau yang tumpul dapat merobek helaian rumput sehingga meningkatkan tingkat stres yang dapat merusak rumput, menyebabkan lebih banyak kehilangan air, dan memicu munculnya penyakit," ujar Matthew Koch, Ph.D., Direktur Bioteknologi, Genetika, dan Perbenihan di Scotts, dikutip dari Real Simple.

2. Hanya merawat rumput ketika masalah sudah muncul

ilustrasi menggemburkan tanah
ilustrasi menggemburkan tanah (pexels.com/thirdman)

Banyak orang baru merawat rumput ketika warnanya mulai menguning atau gulma mulai tumbuh. Padahal, perawatan secara preventif sebelum masalah muncul lebih efektif untuk menjaga kesehatan rumput dalam jangka panjang. Cara ini juga membantu rumput tetap tumbuh subur dan tidak mudah rusak.

Perawatan rutin dapat membuat rumput lebih kuat menghadapi perubahan cuaca maupun serangan penyakit. Kamu bisa memulainya dengan memberikan pupuk sesuai kebutuhan dan memeriksa kondisi tanah secara berkala. Semakin cepat potensi masalah dicegah, semakin besar peluang rumput tetap sehat dan hijau.

"Produk dan perawatan rumput paling efektif digunakan sebelum area yang bermasalah muncul dan sebelum penyakit menyerang rumput. Hanya mengandalkan perawatan yang dilakukan setelah rumput menunjukkan tanda-tanda penyakit merupakan kesalahan besar yang dapat menyebabkan kerusakan pada rumput yang sebelumnya sehat," ujar Matthew Koch.

3. Menyiram rumput terlalu banyak

ilustrasi menyiram tanaman menggunakan selang
ilustrasi menyiram tanaman menggunakan selang (pexels.com/quangnguyenvinh)

Tidak sedikit orang yang berpikir semakin banyak air yang diberikan, semakin sehat kondisi rumput. Padahal, menurut Matthew Koch, penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar rumput tumbuh dangkal dan memicu pertumbuhan jamur. Kondisi ini juga membuat rumput lebih rentan rusak akibat cuaca panas maupun serangan penyakit.

Sebaiknya, siram rumput secara mendalam tetapi tidak terlalu sering agar tanah memiliki waktu untuk mengering di antara jadwal penyiraman. Cara ini membantu akar tumbuh lebih kuat dan menjangkau lapisan tanah yang lebih dalam. Jika rumput terlanjur terlalu banyak disiram, biarkan tanah mengering dan lakukan aerasi untuk memperbaiki drainase tanah.

4. Mengabaikan area rumput yang gundul

ilustrasi halaman rumah
ilustrasi halaman rumah (pexels.com/creative-vix)

Area rumput yang terlihat gundul mungkin tampak sepele pada awalnya. Namun, bagian yang kosong tersebut dapat menjadi tempat ideal bagi gulma untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat. Jika dibiarkan terlalu lama, gulma dapat menyebar ke berbagai sudut halaman rumah.

Untuk mengatasinya, kamu bisa segera menambahkan benih rumput baru atau melakukan overseeding pada area yang kosong. Cara ini membantu rumput tumbuh lebih merata sekaligus mencegah gulma mengambil alih lahan yang tersedia. Semakin cepat ditangani, semakin mudah pula menjaga tampilan halaman tetap hijau dan rapi.

"Area rumput yang gundul tidak hanya mengganggu tampilan halaman, tetapi juga memberikan kesempatan bagi gulma untuk tumbuh. Ruang yang kosong memungkinkan gulma berkecambah dan berkembang tanpa harus bersaing dengan rumput," ujar Matthew Koch.

5. Mengabaikan perawatan rumput sesuai musim

ilustrasi potongan rumput
ilustrasi potongan rumput (pexels.com/nhavan)

Rumput membutuhkan perawatan yang disesuaikan dengan musim dan kondisi lingkungan agar tetap tumbuh optimal. Jika tidak, rumput bisa tampak kurang sehat meskipun dirawat secara rutin. Karena itu, penting untuk menyesuaikan rutinitas perawatan sepanjang tahun.

Membuat jadwal perawatan berdasarkan musim dapat membantu menjaga keindahan pekarangan rumah. Misalnya, musim hujan menjadi waktu yang tepat untuk memeriksa drainase tanah, sedangkan musim kemarau memerlukan perhatian lebih pada penyiraman. Selain itu, membersihkan daun-daun kering dan memberikan pupuk pada waktu yang tepat juga penting dilakukan.

Rumput yang sehat tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering kamu merawatnya, tetapi juga bagaimana cara merawatnya dengan tepat. Dengan menghindari kesalahan di atas, pekarangan rumah pun akan terlihat lebih hijau, rapi, dan nyaman dipandang setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More