ilustrasi kumpul keluarga (pexels.com/Julia M Cameron)
"Bukan karena bertengkar dengan atasan, kan?" atau "Memangnya ada masalah apa di kantor?" merupakan pertanyaan yang cukup sering muncul. Banyak keluarga menganggap resign pasti dipicu satu kejadian besar yang mudah dijelaskan. Padahal, kenyataannya sering jauh lebih rumit. Keputusan keluar dari pekerjaan bisa lahir dari akumulasi banyak hal yang berlangsung dalam waktu lama.
Kadang alasannya berkaitan dengan arah karier, kadang karena kondisi tempat kerja, dan kadang karena prioritas hidup yang berubah. Semua itu tidak mudah dirangkum dalam satu atau dua kalimat. Karena itulah, sebagian orang memilih menjawab seperlunya agar pembicaraan tidak berubah menjadi sesi investigasi keluarga. Terlebih jika dirinya sendiri masih sedang memproses keputusan yang baru diambil.
Resign memang keputusan pribadi, tetapi dampaknya sering ikut menjadi bahan percakapan di lingkungan keluarga. Tidak semua pertanyaan bermaksud menyudutkan, meski beberapa di antaranya bisa terasa melelahkan ketika terus diulang. Kalau berada di posisi tersebut, pertanyaan mana yang paling sering membuatmu ingin segera mengganti topik pembicaraan?