"Aksen, seperti penutup jendela dengan warna-warna gelap yang dramatis, justru dapat menambah kedalaman dan kehangatan pada ruangan sehingga terasa memang dirancang dengan sengaja, bukan sekadar terlihat sempit," ujar Haley Weidenbaum, desainer interior asal Los Angeles, dikutip dari Martha Stewart.
Ini 7 Aturan Dekor Rumah yang Boleh Kamu Langgar Menurut Desainer

Saat menata rumah, kamu mungkin sering mendengar berbagai aturan dekorasi yang dianggap wajib diikuti. Misalnya, ruangan kecil harus dicat putih, semua material harus serasi, atau setiap dinding harus dipenuhi hiasan agar tidak terlihat kosong.
Padahal, menurut para desainer interior, aturan tersebut bukanlah pakem yang harus diterapkan di setiap rumah. Selama tetap memperhatikan keseimbangan dan fungsi ruang, berani keluar dari aturan justru bisa membuat hunian terasa lebih hidup, berkarakter, dan mencerminkan kepribadianmu. Berikut aturan dekorasi yang boleh kamu langgar.
1. Ruangan kecil gak harus selalu dicat warna terang

Banyak orang memilih warna putih atau krem untuk ruangan berukuran kecil karena dianggap bisa membuatnya terlihat lebih luas. Cara ini memang tidak salah, tetapi bukan berarti menjadi satu-satunya pilihan yang aman. Warna gelap juga bisa memberikan hasil yang sama menariknya jika digunakan dengan tepat.
Nuansa seperti hijau tua, cokelat, biru gelap, atau warna-warna hangat justru mampu menambah kedalaman visual sehingga ruangan terasa lebih nyaman. Dipadukan dengan pencahayaan yang baik dan furnitur yang proporsional, ruang kecil akan terlihat lebih berkarakter daripada sekadar tampak luas.
2. Gak semua logam dan kayu harus memiliki warna senada

Masih banyak yang menganggap seluruh elemen logam atau kayu di rumah harus menggunakan warna yang sama agar terlihat serasi. Padahal, tampilan yang terlalu seragam justru bisa membuat interior terasa datar dan kurang memiliki karakter. Perpaduan beberapa material justru membuat ruangan terlihat lebih dinamis.
Kamu bisa memadukan keran krom dengan gagang kabinet berbahan kuningan atau mengombinasikan kayu terang dan gelap dalam satu ruangan. Selama memiliki nuansa warna yang saling melengkapi, kombinasi tersebut akan terlihat harmonis sekaligus memberi kesan rumah yang berkembang secara alami.
"Memadukan berbagai jenis finishing secara tepat akan menciptakan kedalaman sekaligus memperkuat karakter sebuah ruangan," ujar Steven Graffam, co-founder Stivale Graffam Home, dikutip dari Martha Stewart.
3. Karya seni gak harus mengikuti gaya interior

Saat membeli lukisan atau dekorasi dinding, banyak orang memilih warna yang senada dengan sofa atau dinding agar semuanya tampak serasi. Padahal, karya seni justru akan lebih menonjol jika menghadirkan sedikit kontras. Perbedaan inilah yang membuat sebuah ruangan terasa lebih hidup.
Misalnya, interior bergaya klasik bisa dipadukan dengan lukisan modern, sedangkan rumah bergaya minimalis akan terasa lebih hangat dengan karya seni bergaya vintage. Selama penempatannya tepat, perpaduan tersebut mampu menciptakan tampilan yang lebih kaya dan tidak membosankan.
"Karya seni tidak harus berbicara dalam bahasa yang sama dengan desain interior. Bahkan, menurut saya, justru akan lebih baik jika menjadi elemen yang memberikan kontras," ujar Jessica Davis, desainer interior sekaligus pendiri dan principal Atelier Davis, dikutip dari The Spruce.
4. Langit-langit gak harus selalu berwarna putih

Putih memang menjadi warna plafon yang paling sering digunakan karena dianggap netral dan aman. Namun, bukan berarti pilihan tersebut selalu menjadi yang terbaik untuk semua ruangan. Menggunakan warna lain justru bisa memberikan efek visual yang lebih menarik.
Jika ingin ruangan terasa lebih hangat, cobalah mengecat langit-langit beberapa tingkat lebih terang dari warna dinding. Sementara pada ruangan dengan plafon rendah, penggunaan warna yang sama antara dinding dan plafon dapat membuat batas visual terasa lebih lembut sehingga ruangan tampak menyatu.
5. Gorden gak harus senada dengan warna dinding

Menyamakan warna gorden dengan dinding memang membuat ruangan terlihat rapi. Namun, cara ini juga membuat area jendela kehilangan kesempatan menjadi salah satu titik fokus dalam ruangan. Padahal, penutup jendela juga bisa menjadi elemen dekoratif yang menarik perhatian.
Kamu bisa memilih gorden dengan warna yang lebih pekat, motif yang berbeda, atau tekstur yang lebih kaya untuk memberikan aksen visual. Cara sederhana ini dapat menambah kedalaman ruangan tanpa perlu mengubah banyak elemen dekorasi lainnya.
6. Gak semua dinding harus dipenuhi dekorasi

Dinding kosong sering dianggap sebagai tanda bahwa sebuah ruangan belum selesai ditata. Akibatnya, banyak orang terburu-buru membeli lukisan atau pajangan hanya agar tidak terlihat kosong. Padahal, ruang kosong juga memiliki fungsi penting dalam sebuah desain.
Daripada mengisi setiap sudut dinding, pilih dekorasi yang benar-benar memiliki nilai personal. Foto perjalanan, kartu pos, karya seni favorit, atau kenang-kenangan dari orang terdekat akan membuat rumah terasa lebih hangat sekaligus memiliki cerita yang unik.
Dekorasi rumah seharusnya menjadi cara untuk mengekspresikan selera dan kepribadianmu, bukan sekadar mengikuti aturan yang sudah lama dipercaya. Jadi, jangan takut bereksperimen karena terkadang justru aturan yang dilanggar bisa membuat rumah terasa jauh lebih menarik dan nyaman dihuni.
















![[QUIZ] Dari Tokoh Upin Ipin Favorit, Ini Caramu Ekspresikan Kekecewaan](https://image.idntimes.com/post/20260325/pexels-cottonbro-6269969_6d2b0a3a-001f-4052-837c-e82f5136c4b2.jpg)

