Comscore Tracker

5 Trik Bikin Portofolio Profesional, Auto Lamaran Dilirik HRD

Tunjukkan keahlianmu dalam satu dokumen 

Dalam mencari pekerjaan, kamu membutuhkan sebuah portofolio sebagai informasi spesifik dari pekerjaanmu. Portofolio yang profesional akan sangat mudah mengesankan pemberi pekerjaan karena menunjukkan keahlian dan hasil kerjamu. 

Saat mengirimkan lamaran kerja, kamu tentunya berharap berlanjut ke tahap berikutnya, kan? Maka dari itu kamu membutuhkan portofolio yang profesional. Yuk, simak lima tips dan trik cara menyusunnya berikut ini! 

1. Kumpulkan contoh hasil pekerjaan 

5 Trik Bikin Portofolio Profesional, Auto Lamaran Dilirik HRDilustrasi bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Membuat portofolio profesional dimulai dengan mengumpulkan contoh hasil kerja. Contoh pekerjaan mencakupi desain logo, laporan, karya tulis, siaran pers, marketing kit dan lain-lain yang pernah kamu buat sebagai tugas kuliah atau perusahaan sebelumnya. 

Informasi yang dihimpun di dalam portofolio tergantung pada jenis pekerjaan yang ingin kamu dapatkan. Jika kamu tertarik pada bidang public relation, portofolio sebaiknya spesifik berisi siaran pers, internal buletine dan lainnya yang berkaitan. 

2. Sertakan informasi perusahaan yang pernah bekerjasama denganmu 

5 Trik Bikin Portofolio Profesional, Auto Lamaran Dilirik HRDilustrasi bekerja (pexels.com/Christina Morillo)

Menyertakan informasi mengenai perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya adalah ide bagus untuk membuat sebuah portofolio yang profesional. Ini akan mengesankan calon perusahaan baru dengan memberitahu mereka peranmu dalam membantu perusahaan lama meraih kemajuan. 

Jika kamu adalah seorang pekerja lepas, kamu juga boleh mencatumkan perusahaan yang pernah menjadi klienmu. Semakin bonafide perusahaan klienmu, semakin bernilai profesional portofoliomu. 

3. Sertakan korespondensi yang pernah kamu terima 

5 Trik Bikin Portofolio Profesional, Auto Lamaran Dilirik HRDilustrasi bekerja (pexels.com/Canva Studio)

Korespondensi yang kamu terima dari klien atau atasan di perusahaan sebelumnya menggambarkan etos kerja dan profesionalismemu. Kamu boleh menyertakannya di dalam portofolio. 

Maka dari itu, sebaiknya kamu mempunyai korespondensi. Sederhananya bisa berupa surat keterangan yang menyatakan bahwa di tempat kamu sebelumnya kamu bekerja dengan baik dan berhenti dengan cara yang baik pula. 

Baca Juga: 5 Website yang Bisa Membuat Portofolio Secara Online, Gratis Lho!

4. Tunjukkan keterampilanmu 

5 Trik Bikin Portofolio Profesional, Auto Lamaran Dilirik HRDilustrasi bekerja (pexels.com/hitesh choudhary)

Jika pekerjaanmu mencakup teknologi komputer, menulis, voice over, dan berbagai job desk yang menampilkan keahlianmu, pastikan kamu menyertakan hasil jadinya. Ini berguna agar pemberi kerja bisa review langsung keterampilanmu. 

Misalnya kamu seorang pengisi suara, kamu bisa mengunggah suaramu di platform online dan menyertakan link di portofolio. Atau kamu juga bisa mengumpulkannya ke dalam sebuah DVD dan CD untuk disertakan di portofolio. 

5. Portofolio harus jelas, ringkas, dan up to date

5 Trik Bikin Portofolio Profesional, Auto Lamaran Dilirik HRDilustrasi bekerja (pexels.com/ANTONI SHKRABA)

Terakhir namun gak kalah penting, portofolio yang baik adalah jelas dan ringkas. Atur portofolio dengan baik agar pemberi kerja tahu bahwa kamu profesional dan serius dengan pekerjaanmu. 

Pastikan pula untuk memperbaharui portofolio setiap kamu menyelesaikan pekerjaan penting. Ini menggambarkan kamu mengalami perkembangan dalam setiap waktunya. 

Kamu sebaiknya siap sedia dengan portofolio yang profesional kapan pun dan di mana pun. Simpan portofolio di dalam flashdisk, Google Drive, dan media penyimpanan lainnya karena kita gak pernah tahu kapan dan dari mana peluang kerja akan datang. 

Baca Juga: 7 Aplikasi untuk Membuat Portofolio Terbaik, yuk Bikin! 

Ratumas Ovvy Photo Verified Writer Ratumas Ovvy

Find me on Instagram @ratumasovvy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya