Bullying di tempat kerja tidak selalu muncul dalam bentuk bentakan atau perlakuan kasar yang tampak jelas. Terkadang, bentuk bullying dapat berupa diabaikan terus-menerus, dipermalukan, dijadikan bahan lelucon, atau sengaja tidak dilibatkan dalam pekerjaan tertentu. Situasi seperti ini bisa berlangsung cukup lama sampai korban mulai merasa bahwa dirinya memang tidak disukai oleh orang-orang di lingkungan kerja.
Padahal, menjadi target bullying bukan berarti seseorang melakukan kesalahan atau pantas mendapatkan perlakuan tersebut. Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang lebih mudah dijadikan sasaran, mulai dari dinamika kelompok, budaya kerja yang tidak sehat, sampai adanya rekan kerja yang ingin menunjukkan kekuasaan. Lalu, mengapa seseorang bisa menjadi target bullying di kantor?
