Produktivitas sering dijadikan salah satu tolok ukur utama dalam dunia kerja. Karyawan diharapkan mampu menyelesaikan tugas dengan cepat, bekerja sesuai jam yang ditentukan, dan mempertahankan performa secara konsisten. Namun, standar tersebut terkadang dibangun berdasarkan asumsi bahwa semua orang memiliki kondisi fisik, mental, serta kebutuhan kerja yang sama.
Bagi pekerja difabel, ekspektasi produktivitas yang kaku dapat menjadi hambatan tersendiri. Bukan berarti mereka tidak mampu bekerja secara optimal, melainkan karena sistem kerja yang tidak fleksibel bisa membuat kemampuan mereka sulit terlihat. Ada beberapa cara ekspektasi tentang produktivitas justru merugikan pekerja difabel yang perlu dipahami.
