Lingkungan kerja idealnya memberi kesempatan yang setara kepada setiap karyawan berdasarkan kontribusi, kompetensi, dan hasil kerja yang mereka berikan. Namun, penilaian terhadap seseorang gak selalu terbentuk secara objektif karena kedekatan fisik dan intensitas interaksi juga dapat memengaruhi cara atasan melihat performa anggota tim.
Fenomena tersebut dikenal sebagai proximity bias, yaitu kecenderungan memberi perhatian atau penilaian lebih positif kepada orang yang lebih sering terlihat dan berada dekat secara fisik. Masalah ini semakin relevan ketika perusahaan menerapkan sistem kerja hybrid yang membuat sebagian karyawan lebih sering berada di kantor, sementara lainnya bekerja dari lokasi berbeda.
Karyawan yang lebih sering bertemu atasan berpotensi memperoleh visibilitas lebih tinggi meskipun kontribusi rekan yang jarang hadir secara fisik sebenarnya gak kalah besar. Supaya kedekatan gak diam-diam menjadi tolok ukur performa, yuk kenali tanda-tanda proximity bias yang dapat muncul di lingkungan kerja.
