Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 To Do List saat Kena Layoff, Waktunya Menentukan Arah Hidup

7 To Do List saat Kena Layoff, Waktunya Menentukan Arah Hidup
ilustrasi PHK (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
Intinya Sih
  • Artikel membahas langkah penting yang perlu dilakukan setelah terkena layoff, mulai dari memastikan hak finansial hingga menjaga kestabilan diri agar tidak terpuruk tanpa pendapatan.
  • Ditekankan pentingnya menghitung ulang kondisi keuangan, mengevaluasi kinerja pribadi, serta memperbarui portofolio untuk mempersiapkan diri mencari pekerjaan baru dengan lebih matang.
  • Tulisan juga mengajak pembaca lebih selektif memilih tempat kerja, mempertimbangkan peluang membuka usaha sendiri, dan menutup kenangan lama agar siap memulai babak baru kehidupan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Layoff atau pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan adalah mimpi buruk bagi karyawan yang terkena. Tak peduli lama masa kerjamu, kamu gak akan benar-benar siap menerima berita ini. Rasanya menyesakkan sekalipun dirimu sebenarnya juga tidak terlalu suka bekerja di sana.

Namun, kenyataan pahit tetap tak terelakkan. Kamu tentu butuh waktu buat menerima hal tersebut dan merasa baik kembali. Akan tetapi, hidup harus terus berjalan.

Ada beberapa hal yang mendesak untuk segera dilakukan supaya waktu tak terbuang percuma. Juga agar dirimu tidak berlama-lama dalam kondisi nol pendapatan. Segera lakukan tujuh to do list berikut daripada kamu stres berlarut-larut memikirkan kebijakan PHK yang gak mungkin diubah.

1. Memastikan hak-hakmu terpenuhi

stres kehilangan pekerjaan
ilustrasi stres kehilangan pekerjaan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Karyawan yang terkena layoff punya sejumlah hak keuangan. Seperti memastikan gajimu bulan itu tetap dibayarkan, uang pesangon, apresiasi sesuai masa kerja serta prestasi, dan sebagainya. Kawal terus hak-hakmu hingga semuanya beres.

Biasanya PHK gak cuma ke 1 atau 2 karyawan. Sekali pemutusan hubungan kerja dapat mengorbankan banyak karyawan. Kalian kudu solid walau tak lagi bernaung di kantor yang sama. Tekanan massa akan lebih efektif buat bikin perusahaan secepatnya menyelesaikan kewajiban-kewajibannya.

2. Menghitung dana darurat, saldo semua rekening, dan kekayaan yang mudah dicairkan

memegang uang
ilustrasi memegang uang (pexels.com/Ahsanjaya)

Begitu kamu dipastikan tidak lagi bisa bekerja di kantor tersebut, dirimu masuk ke mode survival. Kamu harus mampu bertahan di tengah kondisi ketiadaan sumber pendapatan. Masalah terbesarnya adalah dirimu tak tahu sampai kapan keadaan itu berlanjut.

Kalau kamu beruntung, tak lama kemudian sudah memperoleh pekerjaan baru. Bila tidak, dirimu akan makan tabungan bahkan bisa sampai semua kekayaanmu tak bersisa. Kamu wajib menghitung lagi dana darurat, tabungan biasa, dan seluruh kekayaan yang dapat segera diuangkan jika terdesak. Seperti kendaraan serta barang lain yang lekas laku.

3. Merenungkan kembali evaluasi atas kinerjamu selama ini

stres kehilangan pekerjaan
ilustrasi stres kehilangan pekerjaan (pexels.com/Khwanchai Phanthong)

Memang layoff tidak sama dengan pemecatan. Bila kamu sampai dipecat dengan tidak hormat pasti kinerja atau perilakumu buruk sekali. Kesalahan ada di pihakmu. Sementara pemutusan hubungan kerja lebih disebabkan oleh hal-hal di luar dirimu.

Seperti kondisi perekonomian yang mempersulit dunia usaha. Kebutuhan perusahaan buat merampingkan karyawan menjadi mendesak. Namun, selama dirimu bekerja tentu ada evaluasi yang diberikan. Dari situ kamu dapat lebih tahu seputar kelebihan dan kelemahanmu dalam bekerja.

Kelebihan bisa menjadi senjata ketika dirimu melamar pekerjaan baru. Kekurangan dapat diperbaiki dulu supaya di tempat baru nanti kinerjamu lebih memuaskan. Sebab bagaimanapun juga, karyawan dengan kinerja kurang baik lebih rentan masuk ke gelombang PHK saat situasi mengharuskan.

4. Memperbarui portofolio guna mencari pekerjaan baru

berkemas
ilustrasi berkemas (pexels.com/RDNE Stock project)

Portofoliomu dulu dengan sekarang tentu sudah lain. Kamu telah bekerja sekian lama. Bukan hanya pengalaman kerja di perusahaan X yang perlu ditambahkan. Dirimu pun dapat memerinci prestasi yang pernah diraih selama bekerja berikut bukti-buktinya.

Misal, kamu menjadi karyawan teladan selama beberapa tahun berturut-turut. Sertakan salinan piagamnya. Dirimu juga pernah ditugaskan kantor buat mengambil kursus atau sertifikasi tertentu. Rapikan kembali portofoliomu agar menjadi daya tarik besar bagi pembuka lowongan kerja.

5. Namun, berdasarkan pengalaman lebih selektif memilih kantor

menggunakan smartphone
ilustrasi menggunakan smartphone (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kamu sudah merasakan pahitnya mengalami layoff setelah bertahun-tahun mencurahkan kemampuan terbaikmu. Tentu dirimu atau siapa pun yang pernah di-PHK gak ingin mengalaminya lagi. Memang itu di luar kuasamu.

Namun, kamu masih bisa mencoba meminimalkan risikonya dengan bersikap selektif ketika hendak melamar pekerjaan. Hindari melamar perusahaan yang dari tahun ke tahun punya rekam jejak sering memberhentikan karyawan dengan berbagai alasan. Sebaliknya, terdapat perusahaan yang berusaha keras mempertahankan seluruh pekerjanya dalam situasi terburuk sekalipun. Kantor seperti inilah yang perlu diutamakan ketika kamu kembali mencari kerja.

6. Bila sudah ada keinginan bikin usaha sendiri mungkin inilah waktunya

gembira
ilustrasi gembira (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kamu cukup lama bercita-cita menjadi bos di usaha sendiri. Ini yang mendorongmu untuk lebih bersemangat dalam bekerja. Agar dirimu selalu mendapatkan penilaian yang positif dari atasan. Kamu berharap bisa mengumpulkan modal bakal usaha.

Maka dari itu, kabar dirimu dirumahkan sangat mengejutkan. Walaupun kamu belum siap berhenti dari pekerjaan sekarang, mungkin memang inilah waktu terbaik buat merintis usaha sendiri. Kalau dirimu terus menunggu waktu yang tepat, boleh jadi itu tak pernah ada. Ini adalah skenario kehidupan supaya kamu bergegas mewujudkannya.

7. Jangan lupa bereskan barang-barang tak penting dari kantor lama, termasuk chat

membuang sampah
ilustrasi membuang sampah (pexels.com/Cup of Couple)

Kamu pernah bangga sekali bekerja di perusahaan tersebut. Itu perusahaan yang cukup besar dan tidak gampang buatmu dapat bekerja di sana. Namun, sebangga apa pun dirimu karena bekerja di sana malah ingatan tentang itu bisa amat menyakitkan selepas layoff.

Kamu perlu melakukan pembersihan menyeluruh semua dokumen dan barang-barang lain yang berkaitan dengan kantor. Salinan berkas penting bisa dikembalikan ke kantor atau dibakar apabila di sana pun sudah lengkap. Hadiah seperti mug atau buku agenda dengan tulisan kantor juga dapat dimusnahkan supaya kehidupanmu siap disetel ulang. Bersihkan seluruh chat terkait pekerjaan dan keluar dari grup karyawan ketimbang kamu gak bisa berhenti membacanya lagi.

Kena PHK tentu bukan kabar yang menyenangkan bagi siapa pun. Termasuk seandainya kamu suka mengeluhkan pekerjaanmu. Namun, hidup tanpa aliran pendapatan jauh lebih menakutkan bagi orang dewasa. Lakukan langkah-langkah di atas supaya hidupmu tetap bisa berlanjut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us