Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menata Rempah Dapur, Biar Tak Lagi Bongkar Wadah
ilustrasi bumbu dapur (magnific.com/magnific)
  • Gunakan wadah kaca berukuran seragam dan tertutup rapat untuk memudahkan penataan, melihat stok, serta menjaga aroma dan kualitas rempah.
  • Beri label singkat yang mudah dibaca pada bagian depan wadah agar bumbu serupa cepat dibedakan tanpa membuka satu per satu.
  • Susun rempah berdasarkan frekuensi dan jenis penggunaan, lalu sisakan ruang untuk stok baru agar rak mudah dijangkau, dilihat, dan dibersihkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasak bisa terasa lebih lama ketika harus membongkar banyak wadah hanya untuk mencari satu jenis bumbu. Rempah yang tercampur tanpa aturan juga sering membuat meja dapur cepat penuh dan sulit dibersihkan. Karena itu, menata rempah dapur dengan cara yang praktis bisa membuat rutinitas memasak terasa lebih ringan.

Kerapian bukan berarti semua bumbu harus disusun sempurna seperti dapur di katalog. Yang lebih penting, kamu tahu bumbu apa yang tersedia dan di mana tempatnya setiap kali dibutuhkan. Yuk simak lima cara menata rempah dapur berikut agar wadah bumbu lebih teratur dan gampang diambil.

1. Gunakan wadah kaca berukuran seragam

ilustrasi bumbu dapur (magnific.com/topntp26)

Wadah bumbu yang bentuknya berbeda-beda sering membuat rak terlihat penuh meski isinya sedikit. Kamu bisa memakai beberapa wadah kaca kecil dengan ukuran serupa agar rempah lebih mudah ditata dan terlihat dari luar. Pilih wadah yang cukup rapat supaya aroma dan kualitas bumbu tetap terjaga.

Ukuran yang seragam juga membuat kamu lebih mudah memperkirakan jumlah bumbu yang tersisa. Namun, gak perlu memindahkan semua rempah sekaligus kalau stoknya masih banyak. Mulai dari bumbu yang paling sering digunakan supaya perubahan di dapur langsung terasa.

2. Beri label yang jelas pada setiap wadah

ilustrasi bumbu dapur (magnific.com/pikisuperstar)

Melihat bubuk cokelat, kunyit, atau ketumbar dalam wadah bening belum tentu membuat semuanya mudah dibedakan. Beberapa rempah punya warna dan bentuk yang mirip, terutama ketika diletakkan berdampingan. Label sederhana bisa menghindarkan kamu dari kebiasaan membuka satu per satu saat sedang memasak.

Gunakan tulisan yang singkat dan mudah dibaca dari jarak dekat. Kalau memungkinkan, letakkan label pada bagian depan wadah agar nama bumbu langsung terlihat ketika rak dibuka. Kebiasaan kecil ini membuat dapur rapi sekaligus mengurangi waktu yang terbuang untuk mencari bahan.

3. Susun berdasarkan frekuensi penggunaan

ilustrasi bumbu dapur (magnific.com/magnific)

Bumbu yang dipakai hampir setiap hari sebaiknya gak diletakkan di bagian paling belakang rak. Tempatkan garam, merica, bawang putih bubuk, atau bumbu favorit di area yang paling mudah dijangkau. Sementara rempah yang jarang digunakan bisa dipindahkan ke bagian belakang atau rak yang lebih tinggi.

Cara ini membuat penataan mengikuti kebiasaan memasakmu, bukan sekadar mengikuti tampilan. Kamu gak perlu menggeser banyak wadah ketika sedang terburu-buru menyiapkan makanan. Rak bumbu pun terasa lebih fungsional karena setiap posisi punya alasan.

4. Kelompokkan rempah berdasarkan jenisnya

ilustrasi bumbu dapur (magnific.com/magnific)

Mencampur semua bumbu dalam satu area memang hemat tempat, tetapi sering membuat pencarian terasa lebih lama. Pisahkan rempah bubuk, bumbu biji, dan bahan kering lain sesuai kebiasaan penggunaan. Kamu juga bisa membuat satu kelompok khusus untuk bumbu yang sering dipakai saat memasak masakan tertentu.

Pengelompokan seperti ini membantu otak mengenali lokasi bahan melalui pola yang berulang. Setelah terbiasa, kamu gak perlu membaca setiap label untuk menemukan bumbu yang dicari. Pilih pembagian yang paling masuk akal untuk rutinitasmu, bukan yang sekadar terlihat cantik.

5. Sisakan ruang untuk stok baru

ilustrasi rak dapur bumbu (magnific.com/magnific)

Rak bumbu yang terlalu penuh memang terlihat lengkap, tetapi justru menyulitkan ketika kamu harus mengambil satu wadah di bagian belakang. Sisakan sedikit ruang di antara kelompok rempah agar tangan bisa masuk tanpa menjatuhkan wadah lain. Ruang kosong juga membuat kamu lebih mudah melihat bumbu yang mulai habis.

Jangan memaksakan semua wadah masuk hanya demi membuat rak terlihat penuh. Periksa stok secara berkala dan isi kembali bumbu yang memang sering digunakan. Dengan begitu, dapur rapi bukan cuma soal tampilan, tetapi juga membantu kamu memasak tanpa banyak jeda.

Menata rempah dapur gak harus dimulai dari membeli banyak perlengkapan baru. Cukup ubah cara menyimpan, memberi label, dan menentukan posisi berdasarkan kebiasaan memasakmu. Ketika setiap bumbu punya tempat yang jelas, pekerjaan kecil di dapur pun terasa lebih praktis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article