5 Sayuran yang Bisa Ditanam Kembali dari Sisa Potongan, Coba Yuk!

- Sisa pangkal daun bawang, seledri, selada romaine, pakcoy, dan kubis dapat ditumbuhkan kembali sebagai cara berkebun sederhana dari dapur.
- Pangkal sayuran diletakkan dalam sedikit air di area terang, dengan air rutin diganti dan tanpa merendam seluruh bagian agar tidak membusuk.
- Setelah tunas serta akar berkembang, tanaman dipindahkan ke tanah berdrainase baik; metode ini umumnya menghasilkan daun baru, bukan menggantikan budidaya dari benih.
Sisa potongan sayuran yang biasanya langsung masuk tempat sampah ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru. Memang, gak semua bagian sayuran dapat tumbuh kembali menjadi tanaman utuh, tetapi beberapa jenis punya kemampuan regenerasi yang cukup baik dari bagian pangkal atau batangnya.
Cara ini juga cocok buat kamu yang ingin mencoba berkebun dari dapur tanpa harus langsung membeli banyak benih. Perawatannya relatif sederhana, meski pertumbuhan setiap sayuran bisa berbeda tergantung kondisi air, cahaya, media tanam, dan bagian tanaman yang digunakan.
1. Daun bawang

ilustrasi tanaman daun bawang (pexels.com/ Gustavo Fring) Daun bawang termasuk salah satu sayuran yang paling mudah ditumbuhkan kembali dari sisa dapur. Sisakan bagian pangkal yang masih memiliki akar, lalu letakkan dalam wadah berisi sedikit air dengan posisi akar terendam. Tempatkan di area yang mendapat cahaya cukup dan ganti air secara berkala agar tetap bersih.
Dalam beberapa hari, bagian tengah pangkal biasanya mulai mengeluarkan daun baru. Setelah pertumbuhan terlihat stabil dan akar semakin berkembang, sisa pangkal tersebut bisa dipindahkan ke media tanah supaya tanaman dapat tumbuh lebih kuat. Kamu bisa memanen bagian daun seperlunya tanpa harus mencabut seluruh tanaman dari tanah.
2. Seledri

ilustrasi tanaman seledri (pexels.com/ Aleksander Dumała) Pangkal seledri yang biasanya dibuang juga dapat digunakan untuk menumbuhkan tunas baru. Potong batang seledri dengan menyisakan bagian pangkalnya, kemudian letakkan bagian tersebut dalam wadah dangkal berisi air. Pastikan bagian bawahnya terkena air, sementara bagian atasnya tetap berada di atas permukaan.
Letakkan wadah di tempat yang terang dan ganti air secara rutin. Tunas baru biasanya mulai terlihat dari bagian tengah setelah beberapa waktu. Ketika akar dan daun baru sudah berkembang, pangkal seledri dapat dipindahkan ke tanah yang lembap dan memiliki drainase baik agar pertumbuhannya lebih kuat.
3. Selada romaine

ilustrasi selada romaine (pexels.com/ Magda Ehlers) Pangkal selada romaine yang tersisa setelah bagian daunnya digunakan bisa dimanfaatkan untuk memunculkan pertumbuhan baru. Letakkan pangkal tersebut dalam wadah dengan sedikit air, lalu tempatkan di area yang mendapatkan cahaya terang. Airnya perlu diganti secara teratur supaya bagian pangkal gak mudah membusuk.
Pertumbuhan dari metode ini biasanya lebih cocok untuk menghasilkan daun baru daripada mengembalikan satu bonggol selada berukuran seperti saat pertama dibeli. Setelah akar mulai terbentuk dan tunas baru terlihat, pangkal bisa ditanam di media tanah yang lembap. Berikan ruang yang cukup agar daun dapat berkembang tanpa terlalu banyak bersentuhan dengan tanaman lain.
4. Pakcoy

ilustrasi pakcoy (pexels.com/ TA MM) Pakcoy juga dapat dicoba dari bagian pangkal yang masih utuh. Setelah bagian daun digunakan untuk memasak, sisakan pangkal dan letakkan di wadah dangkal berisi air dengan bagian bawah sedikit terendam. Simpan di tempat yang terang dan hindari merendam seluruh pangkal karena kondisi terlalu basah dapat mempercepat pembusukan.
Tunas baru biasanya muncul dari bagian tengah pangkal ketika kondisinya sesuai. Begitu pertumbuhan mulai terlihat dan akar berkembang, kamu bisa memindahkannya ke tanah atau media tanam lain yang memiliki drainase baik. Pakcoy yang tumbuh dari sisa pangkal mungkin gak selalu membentuk tanaman sebesar tanaman yang berasal dari benih, sehingga lebih realistis menganggap metode ini sebagai cara mendapatkan pertumbuhan daun baru.
5. Kubis

ilustrasi kubis (pexels.com/ Quang Nguyen Vinh) Kubis termasuk sayuran lain yang bisa dicoba dari bagian pangkalnya. Sisakan sekitar satu sampai dua inci bagian pangkal kubis setelah sebagian besar daunnya digunakan, lalu letakkan dalam wadah dangkal berisi air. Simpan di tempat terang dan jaga kelembapan tanpa membuat seluruh bagian pangkal terendam.
Tunas baru dapat berkembang dari bagian tengah pangkal, terutama jika jaringan tanamannya masih sehat. Setelah pertumbuhan terlihat dan akar mulai terbentuk, bagian tersebut bisa dipindahkan ke media tanah yang memiliki drainase baik. Sama seperti sayuran lain dari sisa dapur, cara ini lebih tepat untuk memanfaatkan kemampuan tumbuh kembali tanaman daripada menggantikan proses budidaya dari benih sepenuhnya.
Memanfaatkan sisa sayuran untuk berkebun bisa menjadi cara sederhana buat mulai mengenal proses pertumbuhan tanaman dari bagian yang sebelumnya dianggap gak berguna. Kamu juga bisa mengamati sendiri bagaimana bagian pangkal yang masih hidup merespons air, cahaya, dan media tanam.
Kalau ingin mencoba, pilih sisa sayuran yang masih segar dan gak menunjukkan tanda busuk. Gunakan wadah yang bersih, jangan membiarkan bagian tanaman terus-menerus terendam, dan pindahkan ke tanah ketika pertumbuhan akar sudah cukup baik.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















