5 Ide Memanfaatkan Botol Kaca Bekas Sirup Jadi Pot Hidroponik

- Botol kaca bekas sirup dapat diubah menjadi pot hidroponik untuk menghemat pembelian pot, memperpanjang masa pakai botol, serta mempercantik ruangan.
- Pilih botol berbentuk atau berwarna menarik, bersihkan seluruh bagiannya, lalu tata botol berbeda ukuran dan warna secara serasi di rak atau meja.
- Utamakan botol berleher lebar, gunakan media tanam sesuai kebutuhan agar akar tidak busuk, dan hias sebagian permukaan botol tanpa menutupi akar atau media.
Punya banyak botol kaca bekas sirup di rumah? Selain botol-botol itu dibuang begitu saja atau dijual sebagai barang bekas, bisa juga disulap menjadi pot tanaman hidroponik. Cara ini punya beberapa manfaat.
Di antaranya, kamu menjadi gak perlu beli pot khusus untuk menanam secara hidroponik. Masa pakai botol kaca bekas sirup juga menjadi lebih panjang. Gak cuma untuk wadah air putih di kulkas, ya.
Menanam dengan metode hidroponik sendiri menarik karena lebih praktis, bersih, serta dapat sekalian buat menghias ruangan. Untukmu yang baru akan memulai memanfaatkan botol-botol bekas sirup di rumah, kami beri idenya. Siap mengisi waktu luangmu?
1. Pilih botol yang estetik dari bentuk maupun warna

Pertama yang harus dilakukan olehmu ialah mengumpulkan botol bekasnya. Mungkin botol bekas sirup sudah ada cukup banyak di rumah. Akan tetapi, apakah semuanya punya bentuk dan warna yang unik atau biasa saja?
Kalau sekadar dilihat dari fungsinya, tentu botol kaca yang biasa-biasa saja juga dapat digunakan buat menanam. Namun, tanaman hidroponik dalam wadah kaca biasanya ditujukan untuk hiasan di dalam ruangan. Maka dari itu, makin cantik botol sirupnya makin baik.
Coba cari bentuk botol yang agak tidak biasa. Misalnya, gemuk di bagian tengah, permukaannya bertekstur, dan sebagainya. Efek warna botol yang dipakai juga sangat berpengaruh pada keindahan ruangan nantinya. Supaya tidak monoton, usahakan botolnya tak cuma bening. Mungkin ada botol yang berwarna kehijauan atau kecokelatan.
2. Beda-beda boleh, tapi nanti diatur biar terlihat serasi

Kalau kamu gak biasa mengumpulkan botol bekas sirup untuk digunakan kembali, pastinya jumlah yang ada sekarang terbatas. Apalagi jika keluargamu tak terlalu sering membeli sirup. Gak usah stres gara-gara soal mencari botol doang.
Botol-botol berbentuk dan berwarna apa pun masih dapat dimanfaatkan. Misal, kamu mau menanam beberapa jenis tanaman secara hidroponik. Botol sirupnya berlainan juga tak masalah. Terpenting semuanya dibersihkan dulu baik sisi luar maupun dalam.
Ada botol kecil, sedang, besar, dan berbagai bentuk. Gunakan saja semuanya. Nanti setelah botol-botol dipakai buat menanam baru ditata sedemikian rupa di rak atau meja agar terlihat lebih apik. Contohnya, botol dibariskan sesuai ketinggiannya sehingga menyerupai anak tangga. Atau, botol berwarna yang lebih sedikit diletakkan setiap beberapa botol bening supaya gak monoton.
3. Usahakan botol berleher agak lebar

Bukan hanya ukuran botol secara umum yang perlu diperhatikan. Ukuran bagian leher botol juga sangat penting. Gunakan botol kaca bekas sirup yang lehernya tidak terlalu sempit. Kalau lehernya kesempitan nanti kurang baik untuk pertumbuhan tanaman.
Saat tanaman masih kecil dan cuma 1 atau 2 batang masih aman. Setelah tanaman membesar dan tumbuh tunas-tunas baru menjadi tercekik oleh leher botol yang sempit. Soal ini memang perlu diantisipasi sejak awal.
Pasalnya, memotong leher botol kaca bukan perkara mudah. Andai pun kamu punya alatnya, bagian potongannya malah bisa tidak aman kalau tersentuh. Opsi lain seandainya hanya ada botol berleher cukup kecil ialah setiapnya diisi dengan sesedikit mungkin tanaman.
4. Gunakan media tanam yang menarik, seperti hydrogel

Menanam dengan metode hidroponik tetap memakai media tanam. Bisa berupa air, cocopeat, arang, kulit kayu, pecahan genting, dan sebagainya. Tentu media tanam yang digunakan disesuaikan dengan jenis tanamannya.
Pemilihan media tanam yang tepat memengaruhi kesehatan tanaman. Sebab kecil kemungkinan dirimu dapat melubangi bagian bawah botol kaca sebagai drainasenya. Media tanam yang dipakai mesti bisa mencegah air menggenang dalam botol dan bikin akar busuk.
Kecuali, jenis tanamannya memang tanaman air. Salah satu media tanam yang bisa bikin tampilan botol kaca bekas lebih estetik adalah hydrogel. Bentuknya bulat-bulat seperti kelereng dan berwarna putih atau bening. Setelah perendaman, hydrogel akan mengembang.
5. Biar gak kelihatan botol bekas sekali, lukis botol

Bila botol bekasnya sudah sangat estetik dan unik, tidak perlu dihias juga gak apa-apa. Namun, untuk botol sirup yang banyak dijual di supermarket lebih baik dipercantik sedikit. Jangan sampai setiap tamu yang datang langsung tahu merek sirupnya.
Gak apa-apa sih, cuma kurang cakep sebagai pajangan. Dirimu juga mungkin menjadi agak malu. Cara menghiasnya cukup dengan dilukis sedikit. Tidak perlu sampai menutupi seluruh bagian badan botol.
Apabila semua permukaannya tertutup cat, malah akar tanaman dan media tanamnya yang cantik gak bisa terlihat. Contoh, kamu menanam tanaman air. Tepat di sekitar akarnya dapat diberi lukisan ikan-ikan kecil. Bila dilihat dari jauh seakan-akan ada ikan sungguhan di dalamnya.
Sayang kalau botol kaca bekas sirup cuma dibuang. Ketebalan dan kekuatannya biasanya sangat bagus untuk melindungi produk selama proses distribusi. Manfaatkan botol-botol bekas tersebut sebagai pot tanaman hidroponik di rumah.





















