ilustrasi seseorang menyiram tanaman hias (pexels.com/Anna Nekrashevich)
Kalau tanaman terus menunjukkan tanda-tanda masalah meskipun perawatan sudah dilakukan, akar mungkin perlu diperiksa. Akar yang sehat umumnya memiliki tekstur yang cukup kuat, sedangkan akar yang membusuk bisa menjadi lembek, rapuh, atau berubah warna. Kondisi ini dapat terjadi ketika akar terlalu lama berada dalam media yang sangat basah. Kalau sudah sampai tahap tersebut, penyiraman justru perlu dievaluasi secara serius.
Kamu bisa memeriksa akar secara hati-hati jika kondisi tanaman memungkinkan. Buang bagian akar yang sudah rusak menggunakan alat yang bersih, lalu pertimbangkan mengganti media tanam yang terlalu basah atau bermasalah. Setelah itu, jangan langsung menyiram berlebihan karena tanaman membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Perawatan selanjutnya perlu disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi akarnya.
Inilah hal penting yang perlu kamu ingat ketika merawat tanaman hias. Daun yang layu atau menguning gak otomatis berarti tanaman membutuhkan tambahan air. Justru, tanaman yang kebanyakan air bisa menunjukkan tanda yang hampir mirip dengan tanaman yang kekurangan air. Karena itu, periksa kondisi tanah terlebih dahulu sebelum mengambil penyiram.
Mulai sekarang, coba biasakan 'cek dulu, siram kemudian'. Sentuh media tanam, lihat kondisi daun dan batang, lalu pastikan air bisa keluar dari pot secara lancar. Setiap tanaman punya kebutuhan air yang berbeda, jadi jangan menyamakan jadwal penyiraman semua tanaman di rumah. Kadang, cara terbaik menyelamatkan tanaman bukan memberinya lebih banyak air, tetapi justru membiarkannya bernapas dan mengering sejenak.