Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Perlengkapan Bercocok Tanam untuk Pemula, Jangan Takut Gagal

bersiap menanam
ilustrasi bersiap menanam (pexels.com/Prathyusha Mettupalle)
Intinya sih...
  • Media tanam subur sangat penting untuk kesuksesan menanam di rumah
  • Tempat penyemaian biji bisa dimanfaatkan dari bekas kemasan air mineral atau wadah telur
  • Bibit yang berkualitas dapat dibeli jika tidak yakin bisa menumbuhkan tanaman dari biji
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bercocok tanam dari rumah bahkan kos-kosan sekarang sering digaungkan. Ini bukan tanpa alasan. Menanam dapat memberikan sejumlah manfaat. Seperti untuk menurunkan tingkat stres, melatih kesabaran, dan mengurangi kecanduan gadget.

Jika kamu menanam tanaman yang hasilnya bisa dikonsumsi juga sekaligus meningkatkan produktivitas lahan terbatas di rumah. Lingkungan pun akan lebih hijau. Meski ada orang yang mengatakan bahwa bercocok tanam butuh bakat, jangan takut mencobanya. Sekarang langkah-langkah menanam berbagai jenis tanaman bisa diakses dengan internet.

Kamu juga dapat bertanya pada pemilik toko bibit tentang perawatannya. Nah, bagi kamu yang mulai menanam di rumah, terdapat sembilan perlengkapan bercocok tanam untuk pemula yang perlu dimiliki. Lain-lainnya bisa menyusul sesuai kebutuhan tanaman nanti.

1. Media tanam subur

menanam
ilustrasi menanam (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Meski di rumahmu masih ada halaman bertanah, pertama menaman kadang gak berhasil. Apalagi untuk jenis tanaman yang tidak dapat tumbuh di segala jenis tanah. Ada juga tanah yang subur serta kurang subur.

Agar peluang percobaan menanam berhasil lebih besar, beli media tanam subur saja. Perbandingan tanah, pupuk, dan sekam bakar sudah pas. Dirimu tinggal menaruhnya di pot dan siap buat menanam.

2. Tempat penyemaian biji

bibit tanaman
ilustrasi bibit tanaman (pexels.com/Krea)

Jika kamu ingin mulai menanam dari biji, dirimu butuh tempat buat menyemainya. Kamu bisa membeli wadah khusus untuk ini. Namun, dapat pula dirimu sekadar memanfaatkan bekas kemasan air mineral di rumah.

Tinggal potong bagian atasnya dan beri lubang-lubang kecil di bagian bawah untuk mengeluarkan kelebihan air. Akar terhindar dari pembusukan karena tanah terlalu basah bahkan menggenang. Wadah telur juga dapat dimanfaatkan.

3. Atau, bibit yang berkualitas

bibit tanaman
ilustrasi bibit tanaman (pexels.com/Ravi Kant)

Bila kamu tidak yakin bisa menumbuhkan tanaman dari biji, gak apa-apa beli bibit yang siap tanam. Bentuknya sudah tanaman kecil. Ada akar, batang, dan daun. Bahkan banyak toko menjual bibit yang telah memiliki bunga atau bakal buah. Belilah dari toko yang memiliki ulasan bagus. Kondisi bibit mesti segar.

4. Alat penyiram tanaman

menanam
ilustrasi menanam (pexels.com/Julia Filirovska)

Alat penyiram tanaman bisa bermacam-macam. Paling sederhana ialah ember dan gayung. Namun, jika tanamanmu masih kecil lebih mudah menyiramnya dengan semprotan tangan. Air yang keluar gak langsung banyak dan bikin akarnya busuk. Bila tanaman sudah lebih gede ganti sprayer tangan dengan tangki penyiram yang lebih besar.

5. Sekop, garu, dan cangkul

persiapan menanam
ilustrasi persiapan menanam (pexels.com/Teona Swift)

Ketiganya tersedia dalam ukuran besar dan kecil. Tergantung luas lahanmu. Kalau kamu hendak menanam di lahan yang cukup luas seperti pekarangan belilah sekop, cangkul, serta garu besar. Sementara untukmu bercocok tanam di kebun mungil atau pakai pot, pilih peralatan yang kecil.

6. Pot

memberi pupuk cair
ilustrasi memberi pupuk cair (pexels.com/Thirdman)

Khusus untukmu yang hendak menanam dalam pot, siapkan dulu potnya. Untuk pot tanah liat biasanya sudah berlubang di bagian bawah. Sementara pot plastik ada yang perlu dilubangi sendiri.

Ada juga pot lengkap dengan alasnya agar media tanam atau air tidak mengotori lantai. Bila dirimu ingin lebih hemat juga bisa memanfaatkan barang bekas di rumah sebagai pot. Seperti galon, kaleng, dan tong bekas. Terpenting lubangi bagian bawahnya.

7. Pupuk

ilustrasi memberi pupuk
ilustrasi memberi pupuk (freepik.com/freepik)

Pupuk sangat penting untuk menjaga kandungan zat hara dalam tanah. Meski awalnya tanah sudah subur, seiring waktu bisa berkurang karena zat hara telah digunakan tanaman untuk tumbuh. Maka pemupukan berkala diperlukan. Dirimu dapat membeli pupuk buat memperkuat akar, memperbanyak daun, atau merangsang bunga dan buah sesuai kebutuhan.

8. Obat antihama

menyemprot tanaman
ilustrasi menyemprot tanaman (pexels.com/Sasha Kim)

Tanaman rentan terserang berbagai hama yang membuat pertumbuhannya tidak optimal. Bahkan tanaman bisa layu dan mati sekalipun sudah disiram, dipupuk, serta terkena cahaya matahari yang cukup. Semprotkan antihama sesuai petunjuk pemakaian secara berkala. Tanaman bebas hama akan tumbuh sehat.

9. Gunting tanaman

memotong tanaman cabai
ilustrasi memotong tanaman cabai (pexels.com/Prathyusha Mettupalle)

Terakhir, dirimu sebaiknya juga mempersiapkan gunting tanaman. Sebenarnya alat yang satu ini gak mutlak dibutuhkan. Apabila daun dan ranting masih kecil, dipetik atau dipatahkan dengan tangan juga mudah.

Dapat pula kamu menggunakan gunting biasa. Namun, seiring ranting membesar dan keras gunting khusus memudahkan pekerjaanmu. Ketika tanaman berbuah nanti, gunting khusus juga membuat bekasnya lebih rapi.

Meski ini akan menjadi pengalaman pertamamu bercocok tanam, jangan takut mencoba. Bila dirimu gak pernah memulai tentu tak tahu cara menanam yang tepat sesuai jenis tanaman. Kamu akan terus belajar bersama tanamanmu yang kian membesar. So, sebelum mencobanya, pastikan sembilan perlengkapan bercocok tanam untuk pemula yang sudah disebutkan di atas kamu miliki, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

3 Rekomendasi Buku Joo Ho Jin di Drakor Can This Love Be Translated?

26 Jan 2026, 18:00 WIBLife