Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Aturan Warna Cat Rumah yang Ketinggalan Zaman, Berani Ubah biar Estetik!
ilustrasi ruangan cat dinding warna biru (pexels.com/kamo11235)

Selama ini, banyak orang masih berpegang pada aturan lama saat memilih warna cat rumah. Mulai dari harus pakai warna putih sampai menghindari warna gelap, semuanya terasa seperti standar yang gak boleh dilanggar. Padahal, tren desain interior terus berkembang dan justru mendorong eksplorasi yang lebih berani.

Menariknya, para desainer interior kini mulai meninggalkan aturan-aturan tersebut. Mereka menilai bahwa beberapa pakem lama justru bisa membuat tampilan rumah terasa monoton dan kurang personal. Kalau kamu ingin suasana hunian yang lebih fresh, ini dia aturan warna cat yang sudah gak relevan lagi!

1. Rak built-in harus berwarna putih

ilustrasi ruangan dengan rak buku (pexels.com/curtis-adams)

Selama ini, putih dianggap sebagai warna paling aman untuk rak built-in. Warna ini memang netral, mudah dipadukan, dan terlihat bersih. Tapi karena terlalu sering digunakan, tampilannya jadi terasa biasa saja.

Padahal, rak built-in bisa jadi elemen menarik untuk menghadirkan warna dalam ruangan. Menggunakan warna selain putih bisa menciptakan focal point sekaligus menyatukan elemen dekorasi lain seperti karpet, tirai, dan furnitur. Hasilnya, ruangan terasa lebih hidup dan gak monoton.

“Sering kali, orang memilih putih karena itu pilihan paling mudah dan sudah digunakan di jutaan rumah sebelumnya. Tapi mengecatnya dengan warna lain pasti akan meningkatkan tampilan ruang kamu,” ujar Maggie Griesbeck, seorang desainer interior MNG Design, dikutip dari Real Simple.

2. Trim harus kontras dengan dinding

ilustrasi ruangan dengan cat abu-abu dan putih (pexels.com/curtis-adams)

Aturan lama menyebutkan bahwa trim harus memiliki warna berbeda dari dinding agar terlihat lebih menonjol. Konsep ini berasal dari masa ketika penggunaan banyak warna menunjukkan kemewahan pemilik rumah. Semakin kontras, semakin dianggap mahal.

Namun, tren modern justru mengarah pada tampilan yang lebih menyatu. Menggunakan warna yang sama untuk dinding dan trim bisa menciptakan kesan seamless yang lebih elegan. Selain itu, pendekatan ini membuat ruangan terasa lebih tenang dan rapi.

“Menurut saya, aturan woodwork yang harus kontras kadang terlihat agak ketinggalan zaman saat ini. Jika ada aturan baru, itu adalah keindahan color-drenching menggunakan warna yang sama untuk menyatukan seluruh permukaan ruangan,” ujar Julia Chasman, desainer interior, dikutip dari Real Simple.

3. Ruangan kecil harus menggunakan warna terang

ilustrasi ruangan cat dinding warna biru (pexels.com/kamo11235)

Banyak orang percaya bahwa warna terang bisa membuat ruangan kecil terasa lebih luas. Secara teori, warna terang memang memantulkan cahaya dan memberi kesan terbuka. Tapi, hasilnya tidak selalu seperti yang dibayangkan.

Sebaliknya, warna gelap justru bisa menciptakan ilusi kedalaman. Dengan pilihan warna yang tepat, ruangan kecil bisa terasa lebih luas sekaligus lebih cozy. Jadi, gak ada salahnya mencoba warna yang lebih berani.

“Bahkan di ruangan tanpa jendela, aturan lama menyarankan warna terang untuk membuatnya terlihat lebih cerah. Tapi warna gelap justru bisa membuat ruang terasa lebih besar dengan pilihan yang tepat,” ujar Maggie Griesbeck.

4. Langit-langit harus berwarna putih

ilustrasi ruangan cat putih (pexels.com/curtisadams)

Langit-langit putih dulunya digunakan untuk memaksimalkan pantulan cahaya di dalam ruangan. Hal ini sangat membantu di masa ketika pencahayaan masih terbatas. Karena itu, aturan ini sempat dianggap wajib dalam desain rumah.

Namun, kondisi sekarang sudah berbeda. Dengan pencahayaan modern yang bisa diatur, warna plafon tidak lagi harus putih. Justru, menggunakan warna lain bisa menambah karakter dan dimensi pada ruangan.

5. Dinding bertekstur tidak boleh dicat

ilustrasi mengecat ruangan (pexels.com/bluebird)

Dinding bertekstur sering dianggap tidak boleh dicat ulang karena berisiko merusak tampilannya. Banyak orang juga khawatir hasilnya akan terlihat tidak rapi. Akibatnya, dinding seperti ini sering dibiarkan apa adanya.

Padahal, jika dilakukan dengan teknik yang tepat, mengecat dinding bertekstur bisa jadi solusi praktis. Selain lebih hemat, cara ini juga tetap mempertahankan karakter unik dari tekstur tersebut. Dengan warna yang tepat, ruangan bisa terlihat jauh lebih segar.

“Jika dilakukan dengan benar, ini adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan tampilan ruangan, sambil tetap mempertahankan teksturnya,” ujar Maggie Griesbeck.

6. Satu ruangan harus pakai satu warna aman

ilustrasi ruangan berisikan sofa abu-abu (pexels.com/skitterphoto)

Banyak orang memilih satu warna netral untuk seluruh ruangan agar terlihat rapi dan aman. Pendekatan ini memang minim risiko, tapi sering kali membuat ruangan terasa datar dan kurang karakter. Apalagi jika tidak ada variasi warna atau tekstur sama sekali.

Padahal, memadukan beberapa warna dalam satu palet justru bisa menciptakan tampilan yang lebih dinamis. Kamu bisa bermain dengan gradasi atau warna senada agar tetap terlihat harmonis. Dengan begitu, ruangan tetap cohesive tapi jauh dari kata membosankan.

Pada akhirnya, tidak ada aturan mutlak dalam memilih warna cat rumah. Jadi, jangan takut bereksperimen karena pilihan warna yang berani justru bisa bikin rumahmu terasa lebih hidup dan penuh karakter!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team