Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Langsung Pel Lantai, Ini Cara Hemat Air dan Cairan Pembersih
ilustrasi pel lantai (freepik.com/freepik)
  • Menyapu atau memvakum sebelum mengepel membantu mengangkat debu dan kotoran padat agar air tidak cepat keruh.

  • Cairan pembersih sebaiknya diencerkan sesuai petunjuk dan disesuaikan dengan jenis lantai di rumah.

  • Pel cukup lembap, sering diperas, dan air diganti saat sudah terlihat keruh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Langkah mengepel lantai yang lebih hemat air dan cairan pembersih dilakukan dengan menyingkirkan kotoran, menakar cairan, serta mengatur kelembapan pel dan penggantian air.
  • Who?
    Kaycee Hill, editor yang dilansir Tom’s Guide, serta OGS Environmental Services dari kantor pemerintah negara bagian New York memberikan panduan tersebut.
  • Where?
    Di lantai rumah, termasuk area sudut ruangan, bagian bawah pinggiran perabot, sepanjang plint dinding, serta lantai keras seperti keramik, parket, kayu, dan laminate.
  • When?
    Sebelum mengepel dan ketika air pel sudah terlihat keruh.
  • Why?
    Debu dan kotoran padat dapat membuat air cepat keruh, sedangkan penggunaan air atau bahan kimia berlebihan dapat membuat pekerjaan lebih berat dan merusak sebagian jenis lantai.
  • How?
    Sapu atau vakum lebih dulu, encerkan pembersih sesuai petunjuk, gunakan pel yang cukup lembap, sering peras pel, dan ganti air saat keruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebelum mengepel, lantai perlu disapu atau divakum supaya debu dan remah hilang. Kaycee dan kantor pemerintah New York menyarankan memakai cairan pembersih sesuai takaran. Pel juga jangan terlalu basah. Air baru dipakai saat air lama sudah keruh. Dengan cara ini, air dan cairan pembersih tidak cepat habis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebiasaan sederhana sebelum mengepel dapat membuat penggunaan air dan cairan pembersih lebih terukur. Menyingkirkan kotoran lebih dulu, memakai takaran sesuai petunjuk, serta menjaga pel tetap lembap juga membantu perawatan berbagai jenis lantai, termasuk lantai yang sensitif terhadap air.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi banyak orang, mengepel lantai adalah langkah pertama saat rumah terasa kotor. Begitu lantai terlihat berdebu atau lengket, ember langsung diisi air, cairan pembersih dituang, lalu pel langsung digerakkan. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat pekerjaan jadi lebih berat. Debu, rambut, dan remah makanan yang belum disingkirkan akan menempel di pel, membuat air cepat keruh dan harus sering diganti.

Akibatnya, air dan cairan pembersih yang dipakai pun jadi lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan. Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sebelum mengepel agar hasilnya lebih bersih dan pemakaian air serta cairan pembersih lebih hemat. Yuk, simak caranya berikut ini!

1. Sapu atau vakum dulu sebelum mengepel

ilustrasi pel lantai (freepik.com/freepik)

Ini langkah paling penting justru dilakukan sebelum pel menyentuh lantai. Kaycee Hill, editor, dilansir Tom’s Guide, menyarankan menyapu atau menyedot debu terlebih dahulu dengan teliti, terutama di beberapa area penting.

"Sedot debu atau sapu lantai sampai bersih, terutama di sudut ruangan, bagian bawah pinggiran perabot, dan di sepanjang plint dinding karena di situ debu biasanya menumpuk. Untuk lantai keras (seperti keramik atau parket), pakai penyedot debu dengan mode lantai keras atau sapu berbulu halus supaya semua kotoran terangkat dengan baik," tulisnya.

Panduan perawatan lantai dari kantor pemerintah negara bagian New York (OGS Environmental Services) juga mencantumkan langkah yang sama, yaitu menyedot atau mengepel kering lantai sebelum mengepel basah. Manfaatnya terasa langsung pada air pel. Karena kotoran padat sudah hilang, air tidak cepat keruh sehingga kamu tidak perlu bolak-balik mengganti air dan memakai cairan pembersih lebih banyak.

2. Takar cairan pembersih sesuai petunjuk, jangan berlebihan

ilustrasi pel lantai (freepik.com/freepik)

Banyak orang mengira semakin banyak cairan pembersih, semakin bersih lantainya. Masih dari Kaycee, ia menyarankan memakai pembersih lantai ber-pH netral yang diencerkan sesuai petunjuk di kemasan. Jika ragu, mulailah dengan takaran lebih sedikit, lalu tambahkan bila memang dibutuhkan. Panduan OGS New York pun menekankan agar detergen diencerkan sesuai anjuran pabrikan.

Selain lebih hemat, takaran yang pas juga lebih aman untuk lantaimu.Perlu diingat, sebagian besar jenis lantai bisa rusak jika terkena terlalu banyak air atau bahan kimia, terutama lantai kayu. Jadi, gunakan produk yang cocok untuk jenis lantai di rumahmu.

3. Peras pel dan ganti air hanya saat sudah keruh

ilustrasi pel lantai (freepik.com/freepik)

Pel yang terlalu basah tidak membuat lantai lebih bersih. Itu mengapa, pel sebaiknya cukup lembap untuk mengangkat kotoran, tetapi tidak sampai meninggalkan genangan air di lantai. Kaycee menambahkan agar pel sering diperas, terutama untuk lantai yang sensitif terhadap air seperti kayu atau laminate.

Soal penggantian air, patokannya adalah warna. Menurut Kaycee, air kotor hanya akan memindahkan kotoran ke bagian lantai lain. Jadi, air baru sebaiknya dipakai ketika air sudah terlihat keruh. Dengan begitu, kamu tidak perlu membuang air yang masih bersih secara percuma, tetapi lantai tetap tidak kembali kotor.

Itu dia beberapa poin yang perlu diperhatikan sebelum mengepel lantai. Bukan hanya menghemat air, cara di atas juga tentunya bisa menghemat cairan pembersih.

Curated For You

Editorial Team

Related Article