"Sabun cuci piring dapat membantu menyingkirkan minyak tersebut. Sabun ini mengandung senyawa organik yang disebut surfaktan," kata Derek Christian, pemilik layanan kebersihan All Star Cleaning Services dikutip dari The Spruce.
Cara Membersihkan Dapur Berminyak agar Tidak Lengket dan Bau

Dapur sering menjadi tempat paling sibuk di rumah. Mulai dari menggoreng lauk, menumis bumbu, hingga membuat camilan, semua aktivitas ini bisa meninggalkan cipratan minyak di kompor, dinding, meja, bahkan permukaan lemari. Awalnya mungkin tidak terlihat mengganggu, tetapi lama-kelamaan lapisan minyak akan menumpuk, kotor, lengket, dan dapur tampak kusam.
Masalahnya, membersihkan dapur berminyak tidak cukup hanya dengan mengelapnya menggunakan kain basah. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu coba secara aman dan murah.
1. Gunakan air hangat dan sabun pencuci piring untuk mengangkat minyak

ilustrasi membersihkan dapur (pexels.com/cottonbro studio) Cara pertama yang bisa dicoba adalah menggunakan campuran air hangat dan sedikit sabun pencuci piring. Sabun pencuci piring mengandung surfaktan yang membantu mengangkat minyak sehingga lebih mudah dibersihkan dengan air. Cara ini cocok untuk membersihkan permukaan yang terkena cipratan minyak ringan hingga sedang.
Celupkan kain mikrofiber ke dalam campuran air hangat dan sabun, lalu peras hingga tidak terlalu basah. Usapkan pada permukaan kompor yang sudah dingin, meja dapur, atau bagian luar lemari yang tahan terhadap air. Jika minyak sudah mengering, tempelkan kain lembap selama beberapa saat agar kotoran lebih mudah terangkat, kemudian lap kembali sampai bersih.
2. Bersihkan kompor, dinding, dan backsplash sebelum minyak mengeras
Ilustrasi membersihkan dapur (freepik.com/freepik) Area di sekitar kompor biasanya menjadi tempat berkumpulnya cipratan minyak, terutama ketika kamu sering menggoreng atau menumis. Minyak yang masih baru relatif mudah dibersihkan, tetapi jika dibiarkan berhari-hari, debu bisa menempel dan membuat permukaan terasa semakin lengket. Karena itu, biasakan membersihkan area ini setiap selesai memasak.
Setelah kompor dingin, bersihkan permukaannya menggunakan kain lembut dan larutan sabun. Untuk backsplash berbahan keramik, kamu bisa mengelap bagian yang terkena minyak dengan kain lembap, kemudian membilas sisa sabun menggunakan kain bersih. Jika ada kerak yang sulit diangkat, ulangi proses secara perlahan daripada langsung menggunakan spons kasar yang berisiko menggores permukaan.
3. Jangan lupakan filter cooker hood dan area tersembunyi

ilustrasi membersihkan dapur (pexels.com/@rdne) Pernah merasa dapur sudah dilap bersih, tetapi bau minyak masih tertinggal? Bisa jadi sumber masalahnya bukan hanya kompor atau meja, melainkan filter cooker hood, bagian bawah kabinet, pegangan lemari, dan celah di sekitar peralatan memasak.
Area-area tersebut sering luput dari rutinitas bersih-bersih karena tidak selalu terlihat dari depan. Jika dapurmu menggunakan cooker hood dengan filter yang bisa dilepas, periksa kondisinya secara berkala.
Bersihkan filter sesuai petunjuk produsen karena minyak yang menumpuk dapat mengganggu kinerjanya. Bagian luar cooker hood juga perlu dilap, terutama di sekitar tombol dan permukaan yang berada tepat di atas kompor. Pastikan alat dalam keadaan mati dan dingin sebelum dibersihkan.
4. Hilangkan bau sisa masakan dengan ventilasi yang baik

ilustrasi membersihkan dapur (pexels.com/RDNE Stock project) Dapur yang berminyak sering kali juga memiliki aroma yang kurang sedap. Bau tersebut bisa berasal dari sisa makanan, minyak yang menempel pada permukaan, sampah organik, atau asap masakan yang bertahan di dalam ruangan.
Untuk menghilangkan bau sebaiknya dimulai dengan mencari sumbernya, bukan sekadar menyemprotkan pengharum ruangan. Buang sisa makanan dari tempat sampah, cuci peralatan yang masih berminyak, dan bersihkan area tempat memasak.
Jika kondisi udara luar memungkinkan, buka jendela atau pintu agar udara segar bisa masuk. Gunakan cooker hood atau kipas pembuangan ketika memasak untuk membantu mengeluarkan asap, uap, dan bau dari dapur.
Dalam panduan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), merekomendasikan penggunaan cooker hood selama memasak. Lalu membiarkannya menyala selama sekitar 10–20 menit setelah kegiatan memasak selesai, jika alat tersebut memiliki saluran pembuangan ke luar ruangan.
"Nyalakan alat penghisap asap dapur (range hood) setiap kali kamu memasak. Biarkan alat tersebut tetap menyala selama 10–20 menit setelah kamu selesai memasak. Bersihkan permukaan dapur, peralatan memasak, dan filter lemak pada alat penghisap asap dapur kamu secara rutin," jelasnya.
5. Buat jadwal bersih-bersih singkat agar minyak tidak menumpuk

ilustrasi membersihkan dapur (freepik.com/freepik) Salah satu penyebab dapur sulit dibersihkan adalah kebiasaan menunda sampai minyak menumpuk tebal. Padahal, membersihkan sedikit demi sedikit setiap hari bisa jauh lebih ringan daripada melakukan pembersihan besar ketika seluruh permukaan sudah lengket.
Kamu tidak harus membersihkan semua sudut dapur sekaligus untuk menjaga kondisinya tetap nyaman. Cobalah membagi tugas berdasarkan frekuensi. Setiap selesai memasak, lap kompor dan backsplash yang terkena cipratan minyak serta bersihkan meja dapur.
Beberapa kali dalam seminggu, periksa pegangan lemari, bagian luar peralatan elektronik, dan area di sekitar tempat sampah. Sementara itu, jadwalkan pembersihan lebih menyeluruh untuk filter cooker hood dan area yang jarang dijangkau sesuai kebutuhan serta petunjuk produsen.
Membersihkan dapur berminyak agar tidak lengket dan bau sebenarnya tidak harus menjadi pekerjaan yang melelahkan. Kuncinya adalah menggunakan pembersih yang sesuai, mengangkat minyak sebelum mengeras, memperhatikan area tersembunyi, serta memastikan sirkulasi udara tetap baik.






















