Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Membuat "Drop Zone" di Kamar Kos supaya Barang Gak Berserakan
Ilustrasi storage belakang pintu (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Pernahkah kamu mengalami kejadian baru pulang kuliah atau kerja, lalu tas dilempar ke kasur, kunci entah diletakkan di mana, jaket menggantung di kursi, dan struk belanja menumpuk di atas meja? Kebiasaan kecil seperti ini sering terjadi pada anak kos, terutama ketika badan sudah lelah dan ingin segera beristirahat.

Tanpa disadari, barang-barang yang seharusnya bisa langsung dirapikan justru membuat kamar terasa semakin sempit. Salah satu solusi sederhana yang bisa kamu coba adalah membuat drop zone, yaitu area khusus untuk meletakkan barang-barang yang biasa dibawa saat keluar dan masuk kamar.

1. Manfaatkan sudut dekat pintu sebagai tempat menaruh barang harian

Ilustrasi storage vertikal (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Langkah pertama adalah menentukan lokasi yang mudah dijangkau begitu kamu masuk kamar. Area dekat pintu biasanya menjadi pilihan ideal karena kamu tidak perlu berjalan jauh hanya untuk meletakkan tas, kunci, atau barang bawaan lainnya.

Jika kamar kos sangat sempit, cukup sisihkan sebagian kecil area di samping pintu atau di sudut dekat lemari. Untuk membuatnya sendiri, kamu bisa menggunakan meja kecil yang sudah dimiliki, rak mini, atau bangku pendek yang berfungsi sebagai tempat menaruh tas.

Tambahkan wadah kecil di atasnya untuk menyimpan kunci, kartu akses, dan uang receh. Jika tidak memiliki meja tambahan, gunakan satu bagian rak yang sudah tersedia agar tidak perlu membeli furnitur baru.

2. Pasang gantungan tempel agar tas dan jaket tidak menumpuk

ilustrasi gantungan dinding (pexels.com/Kaboompics.com)

Tas kuliah, jaket, topi, dan payung sering kali berakhir di atas kasur atau kursi karena tidak memiliki tempat khusus. Untuk mengatasinya, kamu bisa membuat area gantung sederhana menggunakan kait tempel atau gantungan yang dipasang di belakang pintu. Cara ini cukup praktis untuk kamar kos yang tidak memiliki banyak ruang penyimpanan.

Tentukan beberapa kait untuk barang yang berbeda, misalnya satu untuk tas harian, satu untuk jaket, dan satu untuk payung lipat. Jika ingin terlihat lebih estetik, pilih gantungan dengan warna senada dengan furnitur kamar. Sebelum memasang, pastikan permukaan dinding cocok dengan jenis perekat yang digunakan dan periksa kapasitas beban agar gantungan tidak mudah terlepas.

"Sediakan area khusus bagi setiap anggota keluarga untuk menggantung barang-barang mereka. Label yang jelas membuat pengaturan barang menjadi lebih mudah," saran desainer interior Brian Patrick Flynn, dikutip dari HGTV.

3. Siapkan wadah atau nampan mini untuk kunci, dompet, dan barang kecil

Ilustrasi rak gantung (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Barang berukuran kecil justru sering menjadi sumber kerepotan karena mudah terselip. Kunci kamar, dompet, kartu akses, earphone, dan uang receh bisa berpindah-pindah tempat setiap hari. Karena itu, sediakan satu nampan kecil sebagai tempat khusus untuk menyimpan barang-barang yang selalu kamu bawa.

Kamu tidak harus membeli nampan dekoratif yang mahal. Manfaatkan wadah bekas yang masih bersih, kotak kecil, atau tutup kotak yang cukup kokoh. Kamu juga bisa melapisi bagian bawahnya dengan kertas bermotif atau kain sisa agar terlihat lebih menarik. Letakkan wadah tersebut di atas rak dekat pintu dan biasakan mengembalikan barang ke tempat yang sama setelah digunakan.

 

4. Sediakan keranjang kecil untuk barang yang belum sempat dirapikan

ilustrasi keranjang anyaman (pexels.com/Kaboompics.com)

Ada kalanya kamu pulang dalam keadaan lelah dan belum sempat merapikan semua barang. Struk belanja, masker cadangan, buku catatan, atau perlengkapan kecil lainnya akhirnya diletakkan sembarangan. Agar barang-barang tersebut tidak menyebar ke seluruh kamar, sediakan satu keranjang kecil khusus untuk barang yang perlu dibereskan nanti.

Pilih keranjang yang ukurannya sesuai dengan ruang kosong di bawah meja atau di samping lemari. Kamu bisa memakai wadah bekas yang masih layak, keranjang plastik, atau kotak karton yang dihias menggunakan kertas kado. Beri label seperti “perlu dirapikan” agar fungsinya jelas. Namun, jangan menjadikannya tempat menimbun barang tanpa batas; kosongkan keranjang secara rutin, misalnya setiap malam sebelum tidur.

 

5. Tambahkan tempat khusus untuk kertas-kertas, struk, dan catatan penting

Ilustrasi organizer meja (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Selain tas dan kunci, kertas-kertas kecil juga sering membuat kamar kos terlihat berantakan. Struk belanja, bukti pembayaran kos, catatan tugas, hingga surat paket bisa menumpuk di meja karena tidak memiliki tempat penyimpanan yang jelas.

Supaya lebih tertata, buat satu area khusus untuk dokumen yang masih perlu diperiksa atau disimpan. Kamu bisa memanfaatkan amplop bekas yang masih bagus, map plastik, atau kotak karton yang dibentuk menjadi tempat surat sederhana. Tempelkan label seperti “tagihan”, “dokumen penting”, dan “perlu ditindaklanjuti”.

Jika tidak ingin memasang sesuatu di dinding, letakkan wadah tersebut di rak dekat pintu atau gabungkan dengan nampan kunci yang sudah dibuat sebelumnya. Pastikan dokumen penting tetap aman dan tidak tercampur dengan sampah kertas.

Membuat drop zone di kamar kos tidak harus mengeluarkan banyak uang atau mengorbankan ruang yang sudah terbatas. Agar sistem ini benar-benar bekerja, biasakan mengembalikan barang ke tempatnya setiap kali pulang dan luangkan waktu untuk merapikannya secara rutin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article