Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kamar Kos Gak Lagi Polos, Tren Dorm Room ala Gen Z Makin Populer

Kamar Kos Gak Lagi Polos, Tren Dorm Room ala Gen Z Makin Populer
ilustrasi kamar kos (unsplash.com/Norbert Levajsics)
  • Kamar kos kini ditata sebagai ruang personal yang mencerminkan identitas penghuni melalui poster, foto, koleksi, warna, dan barang bernilai sentimental.
  • Konten TikTok seperti room makeover, dorm room tour, dan before-after menjadikan dekorasi kamar sebagai tontonan sekaligus sumber inspirasi bagi anak muda.
  • Personalisasi kamar tidak harus mahal atau mengikuti estetika viral; barang lama, thrift, hadiah, dan koleksi pribadi dapat membentuk karakter ruang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi sebagian anak muda, kamar kos bukan lagi sekadar tempat untuk pulang, tidur, lalu beraktivitas seperti biasa. Kini, ruang pribadi tersebut juga ikut ditata dengan berbagai benda yang dianggap merepresentasikan diri, mulai dari poster, foto, koleksi barang kesayangan, hingga dekorasi dengan warna tertentu. Fenomena serupa juga ramai terlihat di media sosial lewat konten room makeover, dorm room tour, ataupun decorate my room.

Kamar yang sebelumnya identik dengan ruang fungsional perlahan berubah menjadi tempat yang menggambarkan selera dan kepribadian pemiliknya. Bukan cuma soal membuat kamar terlihat estetik, tren ini menunjukkan bahwa ruang pribadi kini bisa punya fungsi yang lebih personal.

Bagi anak muda yang tinggal jauh dari rumah atau memulai hidup mandiri, kamar bisa menjadi salah satu ruang yang paling mudah disesuaikan dengan identitas dan kebiasaan mereka. Media sosial kemudian membuat hal tersebut semakin terlihat, sekaligus ikut melahirkan referensi baru soal seperti apa kamar yang terasa “personal”.

  1. 1. Kamar jadi cara menunjukkan kepribadian

    nyaman di kamar kos
    nyaman di kamar kos (freepik.com/freepik)

    Sebuah kamar kini gak cuma berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat saja, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan kepribadian seseorang. Pilihan dekorasi pun gak lagi sebatas mengikuti tren, melainkan disesuaikan dengan hal-hal yang disukai oleh pemilik kamar, mulai dari poster, foto, koleksi barang, warna, hingga benda yang punya nilai sentimental. Kamar menjadi terasa lebih personal karena setiap elemennya punya keterkaitan dengan gaya atau keseharian penghuninya. 

    Menurut Amanda Zuckerman, salah satu pendiri sekaligus presiden Dormify, “Personalisasi menjadi tren terbesar yang kami lihat pada kamar asrama tahun ini, gen Z sangat tertarik menciptakan ruang yang mencerminkan gaya personal mereka yang kemudian melahirkan berbagai micro-trend seperti coastal cowgirl, cottagecore, dan Barbiecore. Jangan puas dengan tampilan yang seragam dan jangan takut membiarkan kepribadianmu yang sebenarnya terlihat melalui ruang baru yang kamu tempati,” dilansir Architectural Digest.

    Kamar yang menarik gak selalu harus terlihat seragam, minimalis, atau mengikuti estetika tertentu. Justru, semakin banyak anak muda yang ingin ruangnya terasa seperti milik sendiri meski tampilannya lebih penuh. Dari sini, dekorasi kamar gak lagi sekadar soal mempercantik ruangan, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk menggambarkan diri pemiliknya.

  2. 2. TikTok bikin dekorasi kamar ikut jadi tontonan

    ilustrasi TikTok Affiliate
    ilustrasi TikTok Affiliate (pexels.com/Ron Lach)

    Kamar yang sudah ditata sesuai selera ternyata gak cuma bisa dinikmati sendiri. Di TikTok, berbagai konten seperti dorm room tour, room makeover, sampai video before-after bikin proses menata kamar ikut jadi tontonan. Perubahannya yang mudah terlihat juga membuat konten semacam ini terasa satisfying sekaligus bisa jadi sumber inspirasi buat orang yang sedang ingin mengubah suasana kamarnya.

    Kamar juga perlahan menjadi bagian dari cara anak muda menunjukkan keseharian mereka di media sosial. Poster yang ditempel, koleksi di rak, sampai pilihan warna kamar bisa menjadi sedikit gambaran tentang selera dan kepribadian pemiliknya. Jadi ketika kamar muncul di kamera, yang ditampilkan bukan cuma dekorasi, tetapi juga sedikit bagian dari diri orang yang tinggal di dalamnya.

    “TikTok benar-benar memiliki segalanya bagi konsumen dari kalangan mahasiswa. Mulai dari transformasi kamar dorm sebelum dan sesudah, berbagai tutorial, hingga perlengkapan kuliah yang sebelumnya tidak mereka sadari dibutuhkan,” ujar Amanda Zuckerman, salah satu pendiri sekaligus presiden Dormify, dikutip dari Retail Brew.

  3. 3. Gak semuanya harus mahal atau aesthetic

    ilustrasi kamar kos
    ilustrasi kamar kos (unplash.com/Shashi Caturvedula)

    Membuat kamar terasa lebih personal juga gak selalu berarti harus belanja dekorasi yang baru. Foto bareng teman, poster band favorit, boneka lama, barang thrift, sampai benda pemberian orang terdekat pun bisa menjadi dekorasi untuk kamar. Justru barang-barang yang punya cerita sering kali bikin kamar terasa lebih “aku” dibandingkan dekorasi yang cuma dipilih karena sedang viral.

    Karena itu, tidak ada standar soal seperti apa kamar yang personal. Ada yang nyaman dengan ruangan minimalis dan rapi, sementara yang lain justru senang memenuhi dinding dengan poster atau rak dengan berbagai koleksi. Kamar gak harus terlihat seperti Pinterest board untuk terasa menarik. Selama isinya mencerminkan hal-hal yang disukai penghuninya, ruang tersebut sudah punya karakter sendiri.

    Kamar bukan cuma soal tempat buat tidur atau menyimpan barang, tetapi juga menjadi ruang kecil untuk menunjukkan siapa diri kita. Lewat dekorasi yang dipilih sendiri, kamar bisa terasa lebih dekat dengan keseharian, selera, bahkan cerita penghuninya. Media sosial pun ikut membuat kebiasaan ini semakin terlihat dan menginspirasi lebih banyak orang untuk menata ruangnya dengan cara masing-masing. Jadi, gak perlu buru-buru mengejar kamar yang paling estetik atau paling viral karena kamar yang paling nyaman adalah kamar yang paling terasa seperti dirimu sendiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More