Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Membuat Scrapbook ala LAKON Indonesia, Unik Pakai Batik!
Workshop membuat scrapbook oleh LAKON Indonesia. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
  • LAKON Indonesia merayakan ulang tahun ke-8 di Summarecon Mall Kelapa Gading dengan kegiatan tur dan workshop membuat scrapbook yang dipandu langsung oleh pendirinya, Thresia Mareta.

  • Peserta diajak membuat scrapbook unik menggunakan elemen batik seperti cap truntum, malam berwarna biru keunguan, patch bermotif parang, serta strap tenun lurik bercorak bendera Prancis.

  • Kegiatan ini juga menjadi refleksi perjalanan LAKON sejak 2018 hingga peluncuran koleksi terbaru bertema UP-CYCLE yang menonjolkan konsep daur ulang kain sisa menjadi karya bernilai seni tinggi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bagi anak muda yang senang berkreasi, scrapbook sudah tidak asing lagi. Buku tempel yang berisi kumpulan foto, catatan pribadi, kliping, dan aneka hiasan ini amat tepat digunakan untuk merekam memori seseorang atau sesuatu dari tahun ke tahun.

Pada Sabtu (6/6/2026) di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading 5 Lt. 1, store ekosistem budaya-fashion LAKON Indonesia menyelenggarakan perayaan anniversary 8 Tahun LAKON Indonesia. Menariknya, ada kegiatan tur sambil membuat scrapbook yang dipandu langsung oleh Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia. Berikut caranya.

1. Barang yang perlu disiapkan

Workshop membuat scrapbook oleh LAKON Indonesia. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Sebelum memulai proses membuat scrapbook, pastikan kamu sudah menyiapkan peralatan berikut:

  • Buku untuk scrapbook, utamakan yang polos (tidak bergaris kertasnya) dan per lembarnya agak tebal. Cover buku juga diusahakan yang polos jika kamu ingin menghiasnya juga.

  • Gunting

  • Stempel batik

  • Potongan artikel dari koran, bisa juga difotokopi

  • Stiker kata-kata mutiara atau quotes. Jika ingin yang kesannya elegan, kamu bisa pilih yang bernuansa hitam putih..

  • Perlengkapan membatik meliputi malam, kompor untuk melelehkan malam, dan wadahnya. Lalu, pakai stempel untuk mencetak batiknya.

  • Strap kain tenun untuk mengikat buku

  • Potongan kain polos yang sudah dilukis dengan gambar sederhana, misalnya pohon.

  • Penjepit kertas

  • Patch bergambar batik

  • Double tape atau peniti

  • Stempel huruf untuk menuliskan nama

2. Ikuti proses membuat scrapbook ini

Workshop membuat scrapbook oleh LAKON Indonesia. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

  • Siapkan dahulu buku kosong untuk dipakai scrapbook. Sebelum melanjutkan proses menempel dan menghias, kamu bisa bayangkan dulu bagaimana layout yang diinginkan dan kira-kira mau ditempel di lembar yang mana.

  • Tempel cap motif batik berukuran besar. Untuk ini, LAKON menggunakan motif batik cap truntum. "Jadi, kami (LAKON Indonesia) memang lebih banyak mengerjakan batik karena potensial, lebih makes sense untuk handle market," kata Thresia menjelaskan filosofi kenapa cap batik yang digunakan.

  • Selanjutnya, ambil potongan koran atau fotokopinya. Jika berukuran besar, kamu bisa mengguntingnya kecil-kecil sesuai kebutuhan. "Jadi, ceritanya ini kertas origami dari potongan koran-koran ini. Nanti bisa dibentuk-bentuk," lanjutnya.

  • Ambil stiker kata-kata atau quotes dan tempel pada halaman yang kamu inginkan. "Itu stiker booth yang waktu itu kita buat," kata dia.

  • Selanjutnya, lelehkan malam dengan kompor dan wadah yang sudah disiapkan. Jika sudah meleleh sempurna, tuangkan lelehan ke sendok kecil sebelum dituangkan ke kertas buku. LAKON Indonesia memilih warna biru keunguan untuk warna malamnya.

  • Sebelum mengering, segera cap malam dengan stempel bergambar cantik. Bisa bunga, sulur, atau motif kesukaanmu.

  • Selipkan kain polos pada scrapbook dengan penjepit kertas di sisi atas salah satu halaman buku.

  • Patch batik bisa kamu tempel di salah satu halaman dengan double tape atau peniti. Patch yang digunakan LAKON Indonesia bermotif parang, tapi kamu boleh menggunakan motif apa saja yang kamu miliki.

  • Jika sudah, ikatkan strap tenun di buku. Strap tenun lurik yang dipakai LAKON bercorak seperti bendera Prancis karena memiliki filosofis dengan sejarahnya. Di JF3 2025, LAKON Indonesia menampilkan koleksi yang bertajuk “Altruis/URUB” yang berkolaborasi bersama dengan Victor Clavelly, desainer asal Prancis. Menggandeng pengrajin Indonesia, kolaborasi ini menghadirkan karya yang tidak hanya menonjolkan keindahan tradisi, tetapi juga merayakan nilai-nilai kemanusiaan melalui desain yang hangat, kontemplatif, dan penuh empati.

  • Untuk cover buku, kamu bisa kasih cap, malam, atau hiasan lain lagi jika kamu masih merasa butuh hiasan di bagian yang tidak terkena strap.

3. Kegiatan membuat scrapbook ini membawa kita flashback pada perjalanan LAKON INDONESIA sejak 2018

Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia, saat membawakan tur dan workshop membuat scrapbook oleh LAKON Indonesia pada Sabtu (6/6/2026) di di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading 5 Lt. 1. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Berbagai bahan yang dipakai sebagai bahan scrapbook tadi, mengingatkan perjalanan LAKON sejak 2018. Pada tahun 2020, LAKON baru mempresentasikan karyanya yang bernama PAKAIANKOE sebagai koleksi pertama di pada 15 November 2020 di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta. Lalu, berturut-turut setiap tahunnya, muncul koleksi GANTARI, ARADHANA, LORONG WAKTU, RIK 062324 L, THE TAILOR MADE 01, PASAR MALAM, dan URUB.

Pada tahun 2026 ini, sebagai puncak perayaan usia LAKON yang kedelapan, muncul koleksi UP-CYCLE. Sesuai namanya, koleksi ini berkonsep daur ulang di mana sisa kain dan koleksi lama LAKON yang menjadi karya baru bernilai seni tinggi. "Karena menggunakan kain sisa, corak satu dengan lainnya tidak sama. Tapi, ada tema oranye dan cokelat. Kalau suka tampilan yang lebih festive, akan bagus pakai warna oranye," tutup Thresia.

Editorial Team

Related Article