Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Mencuci Baju Sedikit, tapi Tetap Hemat Air dan Deterjen

5 min read
Cara Mencuci Baju Sedikit, tapi Tetap Hemat Air dan Deterjen
ilustrasi mencuci baju (freepik.com/freepik)

Pernah mengalami situasi ketika keranjang cucian hanya berisi dua atau tiga potong baju, tetapi kamu sudah kehabisan pakaian bersih untuk dipakai besok? Mau menunggu sampai cucian menumpuk, rasanya tanggung. Namun, kalau langsung mencuci dengan mesin cuci, muncul kekhawatiran lain: air yang digunakan terasa terlalu banyak, sementara deterjen yang dituangkan juga harus tetap sesuai takaran.

Situasi sederhana seperti ini mungkin cukup akrab kamu alami, terutama bagi anak kos, pekerja yang tinggal sendiri, atau keluarga kecil yang ingin mengatur pengeluaran rumah tangga. Berikut beberapa cara agar tetap hemat saat mencuci sedikit baju.

  1. 1. Pilah baju berdasarkan tingkat kotor, bukan cuma jumlahnya

    ilustrasi orang memilah baju untuk dicuci (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    ilustrasi orang memilah baju untuk dicuci (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Sebelum mulai mencuci, coba periksa kembali pakaian yang ada di keranjang. Mungkin ada baju yang hanya dipakai sebentar untuk bekerja di dalam ruangan, ada pakaian yang terkena keringat setelah berolahraga, dan ada pula baju yang terkena noda makanan. Meski jumlahnya sedikit, setiap pakaian memiliki kebutuhan pencucian yang berbeda.

    Memahami perbedaan ini bisa membantu kamu menentukan apakah baju perlu dicuci segera atau masih bisa menunggu.Menurut U.S. Environmental Protection Agency (EPA) dalam panduan WaterSense at Home, menyarankan agar mesin cuci dijalankan dengan muatan penuh jika memungkinkan serta menghindari siklus prapencucian atau pembilasan tambahan kecuali pakaian memang sangat kotor.

    "Jalankan mesin dengan kapasitas penuh sebisa mungkin dan hindari siklus pra-cuci (pre-wash) atau pembilasan tambahan, kecuali jika pakaian sangat kotor," jelasnya.

    Prinsipnya, kebutuhan pencucian sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pakaian, bukan sekadar mengikuti kebiasaan mencuci setiap hari. Pakaian yang hanya sedikit kotor tidak selalu membutuhkan perlakuan yang sama dengan pakaian olahraga yang penuh keringat.

    Sebagai praktik, kamu bisa menyediakan dua keranjang kecil: satu untuk pakaian yang perlu segera dicuci dan satu lagi untuk pakaian yang masih bisa menunggu. Pisahkan pula pakaian yang terkena noda berat agar tidak perlu mencuci seluruh isi keranjang dengan siklus yang lebih intensif.

  2. 2. Jangan tuang deterjen dengan perasaan, tapi takaran

    ilustrasi deterjen (vecteezy.com/kwangmoozaa)
    ilustrasi deterjen (vecteezy.com/kwangmoozaa)

    Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan saat mencuci adalah menuangkan deterjen langsung ke pakaian tanpa mengukur jumlahnya. Alasannya sederhana: ingin memastikan pakaian benar-benar bersih dan harum. Padahal, semakin banyak deterjen tidak otomatis membuat pakaian semakin bersih.

    Untuk cucian yang hanya terdiri dari beberapa potong baju, takaran yang terlalu banyak justru bisa membuat proses pembilasan lebih sulit. EPA juga menyarankan untuk menggunakan deterjen sesuai dengan takarannya untuk lebih hemat.

    "Gunakan detergen dalam jumlah yang tepat; lebih banyak tidak berarti lebih baik. Gunakan detergen dalam takaran yang tepat agar tidak perlu melakukan pembilasan tambahan," jelasnya.

    Untuk menghemat deterjen, baca petunjuk pada kemasan dan sesuaikan takaran dengan berat cucian, tingkat kekotoran, serta jenis mesin cuci yang digunakan. Jangan menganggap satu tutup penuh selalu diperlukan untuk setiap pencucian.

  3. 3. Pilih metode mencuci yang sesuai dengan sedikitnya cucian

    ilustrasi mencuci baju bersama anak (pexels.com/Nicola Barts)
    ilustrasi mencuci baju bersama anak (pexels.com/Nicola Barts)

    Ketika hanya ada dua atau tiga potong baju, menggunakan mesin cuci dengan pengaturan muatan besar bukan pilihan yang efisien. Namun, mencuci dengan tangan juga tidak otomatis lebih hemat air jika kamu membiarkan keran terus mengalir atau membilas pakaian berkali-kali.

    Karena itu, pertimbangkan jumlah pakaian, jenis kain, dan seberapa kotor kondisinya sebelum menentukan metode pencucian. EPA melalui panduan How to Care for Your Septic System, menjelaskan mencuci sedikit pakaian dengan pengaturan untuk muatan besar bisa memboroskan air dan energi.

    "Mencuci sedikit pakaian menggunakan siklus beban besar pada mesin cuci kamu memboroskan air dan energi. Dengan memilih ukuran beban yang tepat, kamu  akan mengurangi pemborosan air. Jika kamu tidak dapat memilih ukuran beban, cucilah pakaian hanya saat mesin terisi penuh," sarannya.

  4. 4. Bersihkan noda terlebih dahulu agar tidak perlu mencuci ulang

    ilustrasi noda pakaian (pexels.com/Deybson Mallony)
    ilustrasi noda pakaian (pexels.com/Deybson Mallony)

    Pernah mencuci satu kaus yang terkena noda kopi, tetapi setelah selesai ternyata nodanya masih terlihat? Akhirnya, kamu harus mengulang proses pencucian, menambahkan deterjen, dan menggunakan air lagi. Kebiasaan mencuci ulang seperti ini bisa dihindari dengan memeriksa kondisi pakaian sebelum mulai mencuci.

    Penanganan noda sejak awal sering kali lebih praktis daripada mengandalkan siklus pencucian berulang. Pakaian yang membutuhkan penanganan khusus sebaiknya ditangani pada bagian yang kotor, alih-alih membuat seluruh proses pencucian menjadi lebih panjang.

    Misalnya untuk noda makanan atau minuman yang masih baru, segera tangani sesuai petunjuk perawatan kain dan rekomendasi produk penghilang noda. Hindari menggosok terlalu keras karena bisa merusak serat kain. Setelah noda ditangani, cuci pakaian menggunakan metode dan takaran deterjen yang sesuai.

  5. 5. Atur jadwal mencuci agar hemat air, deterjen, dan tenaga

    ilustrasi mencuci baju (pexels.com/timamiroshnichenko)
    ilustrasi mencuci baju (pexels.com/timamiroshnichenko)

    Hemat saat mencuci bukan hanya tentang mengurangi air dalam satu kali pencucian, tetapi juga mengatur kebiasaan agar tidak perlu menjalankan mesin berkali-kali. Misalnya, kamu bisa menetapkan jadwal mencuci dua atau tiga kali seminggu sesuai jumlah pakaian dan kebutuhan rumah tangga.

    Dengan begitu, pakaian tidak langsung dicuci satu per satu ketika baru dipakai sebentar, tetapi juga tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama hingga sulit dipilah. Selain itu, sebaiknya mencuci saat muatan sudah sesuai kapasitas atau memilih pengaturan air yang cocok untuk jumlah pakaian.

    Jika mesin tidak memiliki pengaturan muatan kecil, menunggu sampai cucian cukup banyak biasanya lebih masuk akal daripada menjalankan mesin untuk beberapa potong baju saja. Namun, jangan memaksakan mesin hingga melebihi kapasitasnya.

    Mencuci baju sedikit tidak harus berakhir dengan penggunaan air dan deterjen yang berlebihan. Kamu tidak perlu membeli perlengkapan baru atau mengubah seluruh rutinitas mencuci untuk mulai berhemat. Cukup biasakan memeriksa kondisi pakaian, menakar deterjen dengan benar, memilih metode pencucian yang sesuai, dan mengatur jadwal secara bijak.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More