5 Cara Rawat Kompor Gas Biar Api Tetap Biru dan Hemat Gas

- Artikel menyoroti pentingnya menjaga api kompor tetap biru agar pembakaran gas efisien, hemat, dan aman saat memasak di rumah.
- Dijelaskan lima langkah perawatan sederhana seperti rutin membersihkan burner, mengecek selang-regulator, serta memastikan sirkulasi udara dapur baik.
- Kebiasaan kecil seperti menyesuaikan ukuran api dengan panci disebut mampu memperpanjang usia kompor dan menghemat penggunaan gas.
Kamu pernah lihat api kompor tiba-tiba berubah jadi kuning atau kemerahan? Selain bikin masakan lebih lama matang, itu juga tanda ada yang kurang beres. Api biru menandakan pembakaran gas yang sempurna dan lebih hemat. Kalau warnanya sudah gak konsisten, bisa jadi kompor kamu butuh perhatian ekstra. Sayangnya, banyak orang baru sadar setelah gas terasa cepat habis.
Padahal, merawat kompor gas itu gak ribet dan gak perlu biaya besar. Dengan perawatan rutin, api bisa tetap biru stabil dan penggunaan gas lebih efisien. Selain hemat, memasak juga jadi lebih aman. Kamu pun gak perlu sering-sering ganti tabung sebelum waktunya. Yuk, cek lima cara simpel ini dan lihat apakah sudah kamu lakukan di rumah.
1. Bersihkan lubang burner secara rutin

Lubang kecil di burner adalah tempat keluarnya api. Kalau tersumbat oleh sisa makanan atau minyak, aliran gas jadi gak lancar. Akibatnya, api bisa berubah warna dan gak merata. Coba lepas bagian burner lalu bersihkan dengan sikat kecil atau tusuk gigi. Pastikan gak ada kotoran yang menyumbat setiap lubangnya.
Lakukan pembersihan ini minimal seminggu sekali, apalagi kalau kamu sering masak gorengan. Jangan tunggu sampai api mengecil atau warnanya berubah dulu baru dibersihkan. Burner yang bersih membantu pembakaran lebih sempurna. Hasilnya, api tetap biru dan masakan matang lebih cepat. Kamu terakhir bersihkan burner kapan?
2. Lap permukaan kompor setelah memasak

Sisa minyak dan tumpahan makanan biasanya dibiarkan mengering di permukaan kompor. Lama-lama, kotoran ini bisa masuk ke sela-sela dan memengaruhi kinerja kompor. Biasakan mengelap permukaan kompor setiap selesai memasak. Gunakan kain lembap dan sedikit sabun ringan agar lemak terangkat. Cara ini sederhana tapi efeknya besar.
Kompor yang bersih juga lebih enak dipandang dan higienis. Selain itu, kamu jadi lebih mudah mendeteksi kalau ada bagian yang bermasalah. Jangan biarkan kerak menumpuk karena makin sulit dibersihkan. Lima menit setelah masak bisa menghemat banyak waktu di kemudian hari. Setuju gak?
3. Periksa selang dan regulator secara berkala

Api yang gak stabil kadang bukan karena burnernya, tapi karena aliran gas terganggu. Coba cek selang gas, apakah ada retakan atau bagian yang tertekuk. Pastikan regulator terpasang dengan benar dan gak longgar. Kebocoran kecil bisa bikin gas cepat habis dan tentu saja berbahaya. Jangan anggap remeh bagian ini, ya.
Kalau selang sudah terlihat kaku atau aus, sebaiknya segera diganti. Harganya relatif terjangkau dibanding risiko yang mungkin terjadi. Pemeriksaan rutin bikin kamu lebih tenang saat memasak. Api biru bukan cuma soal hemat, tapi juga soal keamanan. Kamu sudah pernah cek kondisi selang gas di rumah?
4. Pastikan sirkulasi udara dapur baik

Pembakaran gas butuh oksigen yang cukup. Kalau dapur terlalu tertutup dan minim ventilasi, api bisa berubah warna jadi kuning. Pastikan ada ventilasi atau jendela yang memungkinkan udara segar masuk. Sirkulasi yang baik membantu proses pembakaran lebih sempurna. Efeknya langsung terlihat pada warna api.
Selain menjaga api tetap biru, dapur juga jadi gak pengap. Asap dan bau masakan bisa keluar dengan lebih mudah. Kalau memungkinkan, gunakan cooker hood atau exhaust fan untuk membantu sirkulasi. Kadang kita fokus pada kompor, padahal lingkungan sekitarnya juga berpengaruh. Dapur kamu sudah cukup punya ventilasi belum?
5. Gunakan kompor sesuai kapasitas dan ukuran panci

Pernah pakai panci kecil di atas tungku besar dengan api menyala penuh? Selain boros gas, panasnya juga gak efisien. Sesuaikan besar api dengan ukuran panci atau wajan yang kamu gunakan. Api yang terlalu besar dan melewati dasar panci cuma bikin gas terbuang percuma. Bijak mengatur api bisa bikin pemakaian lebih hemat.
Gunakan api sedang atau kecil jika memang gak butuh panas besar. Selain lebih hemat, masakan juga matang lebih merata. Kebiasaan kecil ini sering gak disadari, padahal pengaruhnya terasa di tagihan gas. Kamu biasanya langsung set api besar atau disesuaikan dulu?
Sejatinya, kompor gas yang terawat bukan cuma bikin api tetap biru, tapi juga bikin dapur lebih aman dan hemat. Perawatan rutin jauh lebih mudah dibanding harus memperbaiki saat sudah rusak. Dengan langkah sederhana, kamu bisa memperpanjang usia kompor sekaligus menghemat pengeluaran. Semua kembali ke kebiasaan sehari-hari.
Sekarang coba lihat warna api kompor kamu di rumah. Masih biru stabil atau sudah mulai berubah? Jangan tunggu gas cepat habis baru panik. Yuk, mulai rawat kompor dari sekarang supaya tetap optimal setiap kali dipakai. Sudah tahu caranya, tinggal praktikkan saja!


















