Dekorasi Kamar dari Barang Bekas, Ini 5 Tips agar Tak Terlihat Kumuh

- Mendekor kamar dengan barang bekas bisa mempercantik ruangan, menghemat biaya, dan ramah lingkungan, tapi perlu perhatian agar hasilnya tidak terlihat kumuh.
- Lima tips utama mencakup membersihkan barang bekas, membuat konsep dekorasi, mengeksekusi secara bertahap, membatasi jumlah hiasan, serta menjaga kebersihan kamar.
- Kunci sukses proyek dekorasi ini adalah keseimbangan antara kreativitas dan kerapian agar kamar tetap nyaman, estetik, dan tidak menyerupai gudang.
Mendekor kamar dengan barang bekas punya banyak manfaat. Pertama, hiasan jelas akan mempercantik ruangan. Kedua, penggunaan barang bekas menghemat pengeluaran sekaligus menyelamatkan lingkungan.
Ketiga, ini bisa menjadi proyek kecil-kecilan di waktu senggangmu untuk mengasah kreativitas. Pun sebagai anak kos biasanya banyak sekali barang bekas yang dapat dimanfaatkan. Ini tak lepas dari kesukaanmu membeli makanan siap santap, minuman kemasan, dan belanja online.
Akan tetapi, sembarangan menghias kamar dengan barang-barang bekas juga rawan membuatnya terlihat kumuh. Jangan sampai keindahan yang dibayangkan malah menjadi tak keruan. Dirimu mesti memperhatikan betul lima tips di bawah ini. Kamarmu bukan gudang!
1. Barang bekas wajib dibersihkan bahkan dicat dulu

Barang bekas apa pun biasanya kotor. Sekalipun kotorannya terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, pastikan dirimu membersihkannya. Bukan cuma ketika barang bekas itu hendak dibuat hiasan, tapi sejak sebelum disimpan di kamar.
Misal, kamu hendak membuat pot gantung dari ban bekas. Pastinya ban tersebut kotor sekali karena sudah melintasi segala medan sejauh ribuan kilometer. Ban ini tidak cukup cuma disemir sampai mengilap.
Ban itu harus dicuci dan disikat terlebih dahulu untuk memastikan semua kotoran yang menempel hilang sempurna. Bagaimanapun juga, ban tersebut bakal menjadi bagian dari kamarmu. Semuanya mesti steril. Begitu pula barang bekas lain seperti botol minuman dan sebagainya. Botol jangan hanya dikosongkan dan dikeringkan tanpa dicuci sampai bersih.
2. Bikin konsep dulu, bukan asal tempel atau gantung

Pembuatan konsep penting supaya kamu tahu betul hiasan seperti apa yang akan dibuat dan penempatannya. Mengandalkan spontanitas kurang tepat karena akan membuat hasilnya berantakan. Nanti teman yang melihatnya malah tak menganggapnya sebagai dekorasi.
Namun, semata-mata kamu lagi stres atau gabut lalu mengekspresikannya melalui barang-barang bekas yang ditempel atau digantung di sana sini. Konsep juga memudahkanmu dalam mengumpulkan barang bekas yang sesuai. Misal, konsepnya menyelamatkan bumi dari limbah plastik.
Kamu dapat fokus mengumpulkan botol plastik bekas saja. Kaleng atau kardus yang tak relevan tidak usah ikut disimpan. Itu hanya akan memenuhi kamar. Nanti kamarmu menyerupai rumah pengepul barang bekas.
3. Sedikit demi sedikit dieksekusi, jangan menumpuk banyak bahan

Keterbatasan ruangan patut menjadi perhatian. Walaupun total barang bekas yang dibutuhkan untuk mendekor kamar banyak dan belum terkumpul semuanya, nyicil aja dulu. Bila dirimu menunggu semua bahan lengkap baru digarap nanti kamarmu telah menyerupai gudang.
Kamarmu dilihat saja sudah tidak indah. Untukmu beristirahat, belajar, atau sekadar bergerak pun pasti tak nyaman. Mulailah mengeksekusi konsep dekorasi kamarmu menggunakan barang bekas seadanya dulu.
Cara ini juga mencegahmu telanjur mengumpulkan banyak sekali barang bekas, tapi sebagiannya tidak terpakai. Ingat bahwa bersama makin tingginya tumpukan barang bekas yang sudah dibersihkan sekalipun dapat muncul binatang yang gak diharapkan. Seperti tikus atau kecoak.
4. Batasi barang bekas yang akan dijadikan hiasan

Walaupun kamu sedang bersemangat sekali berkreasi dengan barang bekas, pembatasan tetap perlu dilakukan. Ruangan yang terlalu banyak hiasan bukannya terlihat indah malah sumpek. Tambahan, hiasan dalam kamarmu menggunakan barang-barang bekas.
Risiko kamar tampak seperti gudang menjadi lebih besar. Apalagi jika eksekusinya kurang apik. Bila barang bekas yang dipakai gak terlalu banyak, dirimu dapat lebih maksimal dalam mengubahnya menjadi hiasan yang cantik.
Sisakan ruang kosong dari hiasan barang bekas guna memberikan kesan lega dalam kamar. Dapat pula kamu mengombinasikan dekorasi barang bekas dengan hiasan yang benar-benar baru. Keseimbangan seperti ini membuat ruangan terlihat tetap modern. Bukan kesannya kamu terlalu gak punya duit sehingga seluruh hiasan memakai barang bekas.
5. Hiasan barang bekas sudah jadi, kamar juga kudu rapi dan bersih

Selamat, kamu telah berhasil membuat dan memasang hiasan cantik berbahan barang-barang bekas. Mungkin seperti di atas, kerangka sepeda lawas yang membingkai jam dinding. Atau, drum kecil yang disulap menjadi bangku, beberapa vas bunga memakai botol bekas, dan sebagainya.
Namun, kamu masih punya PR untuk memastikan kamar kosmu benar-benar cakep. Jangan hanya dekorasi barang bekas yang diperhatikan. Kerapian dan kebersihan setiap sudut ruangan juga kudu dijaga.
Sedikit saja kamarmu jorok, cantiknya hiasan barang bekas gagal menyelamatkan pemandangan. Misal, lantai jarang dipel atau tisu bekas tersebar di mana-mana. Sebaliknya, apabila kebersihan dan kerapian kamar selalu terjaga, tanpa dekorasi apa pun juga sudah oke. Cuma kesannya agak kosong dan kurang hidup.
Usaha mendekor kamar kos dengan barang-barang bekas dapat gagal total apabila dirimu tidak memperhatikan kelima hal di atas. Jika ini akan menjadi proyek pertamamu, mulailah dari konsep yang paling simpel dan mudah dieksekusi. Seperti botol bekas yang dijadikan vas bunga atau cup makanan sebagai pot tanaman mini.


















