Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Rekomendasi Buku Puisi Karya Sutardji Calzoum Bachri

3 Rekomendasi Buku Puisi Karya Sutardji Calzoum Bachri
ilustrasi klub buku (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Kamu mengenal Sutardji Calzoum Bachri (SCB)? Bagi para pencinta sastra Indonesia, sosok yang kerap dijuluki sebagai Presiden Penyair ini tentu gak asing lagi di telinga. Sutardji dikenal lewat kredo puisinya yang kreatif dan menarik, membebaskan kata dari beban makna konvensionalnya. Karya-karya beliau senantiasa menawarkan pengalaman membaca yang unik sekaligus religius.

Adapun sejumlah puisi Sutardji seperti Tragedi Winka dan Sihka, Tapi, Sepisaupi, dan Belajar Membaca. Kalau kamu ingin menyelami kedalaman makna dan kebebasan berekspresi sang maestro Sutardji Calzoum Bachri, berikut 3 rekomendasi buku kumpulan puisi karya beliau yang wajib masuk daftar bacaanmu tahun ini!

1. O Amuk Kapak (1981)

ilustrasi seseorang yang suka membaca buku
ilustrasi seseorang yang suka membaca buku (pexels.com/KoolShooters)

Menarik ya judul bukunya, O Amuk Kapak. Buku ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu O yang berisi 27 puisi Sutardji yang ditulisnya di tahun 1966 sampai dengan tahun 1973, kemudian Amuk yang berisi 15 puisi yang ditulis Sutardji di tahun 1973 sampai dengan tahun 1976, lalu Kapak yang berisi 26 puisi Sutardji yang ditulisnya di tahun 1976 hingga tahun 1979). O Amuk Kapak diterbitkan oleh Sinar Harapan di tahun 1981 dengan tebal 133 halaman.

Puisi-puisi di dalam buku ini mengangkat tema tentang pencarian manusia akan Tuhannya. Selain itu, puisi-puisi ini juga mengeksplorasi kebebasan kata. Bagi Sutardji, kata bukan sekadar alat menyampaikan pesan atau makna, tetapi juga punya daya hidup dan kebebasannya sendiri. Oleh karena itu, puisi-puisi Sutardji mampu melahirkan sudut pandang baru yang kreatif dan unik. Melalui eksperimennya terhadap bentuk, bunyi, dan mantra, Sutardji membebaskan kata dari makna konvensionalnya.

2. Atau Ngit Cari Agar (2008)

ilustrasi membaca buku
ilustrasi membaca buku (pexels.com/kaboompics)

Sutardji juga melahirkan karya berjudul Atau Ngit Cari Agar. Sebagaimana O Amuk Kapak, karya satu ini juga punya judul yang unik sehingga membuat pembaca penasaran akan makna di baliknya. Dalam kumpulan puisi ini, Sutardji kembali menyajikan permainan bunyi dan struktur bahasa.

Saat membaca judulnya, kesanmu mungkin bingung dan heran karena deretan kata yang acak, padahal itulah inti dari eksplorasi kebebasan kata yang digaungkan oleh Sutardji. Kata-kata dalam puisi Sutardji gak hadir untuk sekadar dipahami secara logika, melainkan untuk dinikmati lewat ritme dan nuansa yang ditimbulkannya. Atau Ngit Cari Agar diterbitkan oleh Yayasan Panggung Melayu di tahun 2008 dengan ketebalan 44 halaman.

3. Kecuali (2021)

ilustrasi orang membaca buku
ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/Iván Cauich)

Kecuali merupakan buku kumpulan puisi terbaru Sutardji. Dalam buku ini, Sutardji mengajak kita untuk merenungkan kembali arti di balik kata dan keheningan. Setiap bait dalam puisi-puisi yang terkumpul dalam buku Kecuali berperan layaknya cermin yang memperlihatkan sisi paling dalam dari diri manusia, pun kehidupannya, serta hubungannya dengan Sang Pencipta. Sutardji tetap konsisten membawa ciri khasnya dalam berpuisi. Kecuali diterbitkan oleh penerbit Ilmu Giri dengan ketebalan 171 halaman.

Indonesia memang gak kekurangan talenta hebat di bidang sastra, dan Sutardji Calzoum Bachri adalah salah satu bukti konkretnya. Karya-karya beliau mewarisi betapa kaya dan dalamnya bahasa Indonesia. Nah, dari ketiga rekomendasi buku kumpulan puisi tersebut, mana nih yang ingin kamu baca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More