Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fenomena Asal Muat Dulu, Buat Rumah Jadi Terasa Lebih Penuh
ilustrasi perempuan dengan barang yang menumpuk (dok.Ikea)
  • IKEA Indonesia menyoroti fenomena rumah terasa penuh akibat solusi penyimpanan yang tidak sesuai kebutuhan, bukan karena terlalu banyak barang.
  • Langkah utama untuk mengatasinya adalah memilah barang, menentukan mana yang ditampilkan atau disimpan, serta memilih ukuran perabot yang pas agar ruang lebih efisien.
  • Melalui kampanye 'Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi', IKEA mengajak masyarakat menata ulang rumah dengan metode zoning dan decluttering agar ruang terasa lega dan fungsional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rumah yang terasa cepat penuh dan berantakan sering kali bukan disebabkan oleh terlalu banyak barang, melainkan karena solusi penyimpanan yang dipilih belum sesuai kebutuhan. Banyak orang cenderung mencari cara paling cepat untuk merapikan rumah tanpa mempertimbangkan sistem penyimpanan yang benar-benar efektif dalam jangka panjang.

Menanggapi fenomena tersebut, melalui pengamatan program Home Visit, IKEA Indonesia melihat bahwa banyak rumah sebenarnya memiliki ruang yang cukup, tetapi tetap terasa sesak karena penataan barang yang gak konsisten. Karena itu, penting untuk memilih perabot dan solusi penyimpanan yang tepat agar rumah tetap rapi, nyaman, dan setiap barang memiliki tempatnya sendiri.

1. Mulai dari isi, bukan dari tambahannya

kotak PLOGSVÄNG (dok.ikea)

Langkah pertama untuk mengatasinya adalah mulai dulu dari isi, bukan dari tambahannya. Jika sebelumnya kamu cenderung membeli penyimpanan tambahan untuk mengatasi barang-barang yang berantakan, maka kini mulai untuk memilah barang tesebut.

Membeli penyimpanan tambahan yang baru sekilas mungkin akan terlihat membantu, padahal cara tersebut tidak dapat mengurangi volume barang. Barang-barang yang berantakan itu hanya berpindah tempat saja.

Sebagai solusinya, lihat kembali isi barang dan pisahkan isi lemari, laci, serta barang yang berserakan di sudut ruangan. Tahap ini membantu memilah barang yang benar-benar digunakan dan yang hanya menumpuk. Agar lebih rapi dan minim clutter, gunakan organizer seperti seri STUK dan SKUBB untuk pakaian, serta NOJIG atau kotak PLOGSVÄNG untuk aksesori agar barang lebih mudah disimpan dan ditemukan kembali.

2. Pisahkan mana yang ingin ditampilkan dan yang cukup disimpan

rak KALLAX (dok.ikea)

Agar barang-barang gak terlihatan berserakan, pisahkan juga barang mana yang akan dipajang dan barang mana yang akan digunakan (bukan untuk hiasan). Meski terlihat sepele, terkadang fenomena "taruh dulu" barang tanpa disortir bisa membuat ruangan lama-lama terasa makin penuh. Selain itu, hal tersebut juga menyulitkan kamu saat hendak mencari satu barang untuk digunakan.

Untuk mengatasinya, IKEA punya koleksi rak penyimpanan seri KALLAX atau seri BILLY untuk barang-barang yang sering digunakan atau sering diakses. Kemudian, kotak seri DRÖNA atau seri KUGGIS untuk menyimpan barang di area yang sama agar tetap tersimpan rapi dalam satu sistem yang sama, tanpa bikin visualnya terlalu ramai. Karena ketika barang punya tempat yang jelas, kebutuhan untuk memindahkan atau menumpuk jadi berkurang dengan sendirinya.

3. Pilih ukuran yang memang sesuai, bukan yang “mendekati”

ilustrasi menata barang (dok.ikea)

Ruang sering terasa cepat penuh bukan karena terlalu banyak barang, melainkan karena ukuran perabot atau penyimpanan yang kurang sesuai. Akibatnya, barang sulit tersusun rapi dan akhirnya menumpuk di berbagai sudut rumah.

Karena itu, penting memilih organizer atau kotak dengan ukuran yang pas agar sistem penyimpanan lebih teratur dan mudah diakses. Dengan penataan yang tepat sejak awal, rumah bisa terasa lebih rapi dan nyaman tanpa perlu terus menambah solusi penyimpanan baru.

4. Gunakan metode zoning untuk mengatur alur penggunaan

rak buku BILLY (dok.ikea)

Zoning merupakan cara membagi area rumah berdasarkan aktivitas tertentu, misalnya area dekat pintu untuk barang bawaan sebelum bepergian atau sudut nyaman di kamar untuk aktivitas sebelum tidur. Dengan begitu, setiap barang memiliki tempat dan fungsi yang lebih jelas.

Cara ini juga membantu mengurangi kebiasaan menaruh barang sembarangan karena barang digunakan dan disimpan di area yang sama. Agar lebih konsisten, berbagai perabot dari IKEA dapat digunakan untuk membantu menciptakan zona penyimpanan yang lebih rapi dan teratur.

5. Sisakan ruang dengan sengaja, dan pilih apa yang mau dipertahankan

kotak penyimpanan KUGGIS (dok.ikea)

Gak semua sudut rumah harus diisi dengan barang. Terlalu banyak barang justru membuat ruang terasa sesak dan lebih sulit dirapikan, sehingga penting untuk memilah mana yang masih digunakan dan mana yang sudah tidak diperlukan.

Melakukan decluttering secara berkala dapat membantu menciptakan rumah yang lebih lega dan nyaman. Barang yang sudah gak terpakai pun bisa disimpan terpisah, diberikan kepada orang lain, atau dijual kembali sebagai barang preloved agar tetap bermanfaat.

Untuk ciptakan ruang yang lebih nyaman dan lega, memutuskan menata ulang barang agar gak berantakan menjadi salah satu aspek yang mungkin penting dipertimbangkan. Melalui kampanye “Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi”, IKEA ingin mengajak masyarakat untuk melihat kembali kebiasaan kecil dalam menata rumah, bukan sekadar menambah solusi, tetapi mulai dari memilih dengan lebih tepat sesuai kebutuhan.

“Ketika kita berhenti merespons semua hal dengan ‘cukup dulu’, maka ruang akan mulai berfungsi lebih konsisten. Kalau dari awal sudah sesuai kebutuhan, kita tidak perlu terus menyesuaikan. Biasanya, di situ ruang mulai terasa lebih ringan dan lebih mudah dipakai,” tutup Alfinda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article