Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Frekuensi Penyiraman yang Tepat saat Gelombang Panas, Gak BIkin Kering
ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/karolinagabrowska)

Gelombang panas tak hanya membuat tubuh lebih mudah merasa haus, tetapi juga membuat tanaman di rumah lebih cepat kehilangan kelembapannya. Jika biasanya tanaman dalam pot cukup disiram sehari sekali, cuaca yang sangat panas bisa membuat media tanam mengering jauh lebih cepat dari biasanya.

Tak heran jika banyak tanaman mendadak layu meski sudah disiram secara rutin. Selain suhu udara yang meningkat, ukuran pot dan jenis tanaman juga memengaruhi seberapa banyak air yang dibutuhkan. Jadi, seberapa sering sebenarnya tanaman perlu disiram saat gelombang panas? Berikut penjelasannya menurut para ahli.

1. Periksa tanaman setiap pagi

ilustrasi merawat tanaman dalam pot (pexels.com/garybarnes)

Saat gelombang panas terjadi, sebagian besar tanaman dalam pot sebaiknya diperiksa setiap pagi. Beberapa tanaman bahkan membutuhkan penyiraman satu hingga dua kali sehari, tergantung ukuran pot, jenis tanaman, dan suhu di lingkungan sekitarnya.

Mengutip dari Martha Stewart, Pamela Crawford, pakar berkebun dalam pot sekaligus penulis buku, mengatakan bahwa kesalahan yang paling sering dilakukan saat cuaca panas adalah tidak memberikan air yang cukup. Banyak orang tetap menggunakan jadwal penyiraman yang sama tanpa mempertimbangkan perubahan suhu yang ekstrem.

"Kesalahan penyiraman yang paling umum saat cuaca sangat panas adalah tidak menyiram tanaman dengan cukup. Sebagian orang tetap menggunakan jadwal penyiraman yang sama tanpa mempertimbangkan suhu ekstrem atau jenis tanamannya," ujar Pamela Crawford.

2. Siram tanaman pada pagi hari

ilustrasi tanaman giok (pexels.com/kevinmalik)

Pagi hari menjadi waktu terbaik untuk menyiram tanaman selama gelombang panas. Setelah suhu udara lebih sejuk sepanjang malam, tanaman mampu menyerap air dengan lebih optimal untuk menghadapi panas sepanjang hari.

Selain itu, menyiram tanaman pada pagi hari juga membantu menjaga kelembapan media tanam lebih lama. Sebaliknya, penyiraman saat siang hari kurang efektif karena air lebih cepat menguap sebelum sempat diserap oleh akar tanaman.

"Selama gelombang panas, sebaiknya tanaman dalam pot disiram pada pagi hari. Tanaman dapat menyerap air dengan lebih efisien setelah semalaman mendingin dan pulih. Hal ini juga membantu mempersiapkan tanaman menghadapi panas sepanjang hari," jelas Steph Green, pendiri Contained Creations, dikutip dari Martha Stewart.

3. Periksa kembali pada sore hari jika diperlukan

ilustrasi wanita memilih tanaman (pexels.com/sashakim)

Jika suhu udara terus tinggi selama beberapa hari, jangan ragu untuk memeriksa kondisi media tanam pada sore hari. Apabila bagian media tanam sekitar lima sentimeter di bawah permukaan sudah terasa kering, tanaman mungkin membutuhkan penyiraman tambahan.

Namun, pastikan penyiraman dilakukan tidak terlalu malam agar kelembapan pada daun dan permukaan media tanam sempat mengering. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko munculnya penyakit akibat jamur.

"Jika media tanam terasa kering sekitar lima sentimeter di bawah permukaan, penyiraman kedua dapat membantu menjaga kesehatan tanaman," kata Green.

4. Siram secara perlahan hingga air keluar dari lubang pot

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/cottonbro)

Bukan hanya frekuensinya, cara menyiram tanaman juga perlu diperhatikan saat cuaca sangat panas. Menyiram secara terburu-buru justru dapat membuat air langsung keluar melalui lubang drainase tanpa sempat diserap dengan baik oleh media tanam.

Steph Green menyarankan untuk menyiram tanaman secara perlahan di bagian pangkal batangnya. Lakukan secara bertahap hingga air terlihat keluar dari lubang drainase di bawah pot sebagai tanda bahwa media tanam telah menyerap air secara maksimal.

"Siram secara perlahan dan lembut di bagian pangkal tanaman, lalu berhenti sejenak agar media tanam dapat menyerap air dengan baik. Lanjutkan hingga air keluar dari lubang drainase pot sebagai tanda bahwa media tanam telah menyerap air sebanyak yang dibutuhkan," jelas Green.

5. Ukuran pot juga menentukan kebutuhan air

ilustrasi menanam tanaman di pot (pexels.com/cottonbro)

Tanaman yang ditanam dalam pot kecil biasanya membutuhkan penyiraman lebih sering dibandingkan pot berukuran besar. Hal ini karena pot kecil memiliki media tanam yang lebih sedikit sehingga kelembapannya lebih cepat menghilang saat cuaca panas.

Sementara itu, pot yang lebih besar mampu menyimpan air lebih lama dan membantu melindungi akar tanaman dari paparan panas yang berlebihan. Karena itu, jangan heran jika dua tanaman yang sama membutuhkan frekuensi penyiraman yang berbeda hanya karena ukuran potnya.

"Ukuran wadah memiliki pengaruh besar terhadap seberapa cepat media tanam mengering. Pot yang lebih besar mampu mempertahankan kelembapan lebih lama dan membantu melindungi area akar dari panas musim panas," ujar Green.

6. Sesuaikan penyiraman dengan jenis tanamannya

ilustrasi tanaman kaktus (pexels.com/minan1398)

Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda. Tanaman yang mampu menyimpan cadangan air di dalam daun, seperti sukulen, umumnya membutuhkan penyiraman lebih sedikit dibandingkan tanaman dengan daun yang tipis.

Selain jenis tanaman, perubahan suhu yang tampak kecil pun dapat memberikan pengaruh yang cukup besar. Kenaikan suhu beberapa derajat saja sudah mampu membuat media tanam mengering lebih cepat dibandingkan hari-hari biasanya.

7. Berikan perawatan tambahan selama gelombang panas

ilustrasi wanita menanam tanaman (pexels.com/rocketmannprod)

Saat gelombang panas, media tanam dalam pot bisa menyusut sehingga air yang disiram langsung mengalir keluar tanpa sempat mencapai akar tanaman. Jika hal ini terjadi, siramlah secara perlahan hingga media tanam kembali lembap atau rendam bagian bawah pot dalam wadah berisi air untuk membantu mengembalikan kelembapannya.

"Media tanam dapat menyusut dan terlepas dari sisi pot sehingga air langsung mengalir ke bawah tanpa mencapai akar tanaman. Jika hal ini terjadi, siramlah secara perlahan hingga media tanam kembali mengembang atau rendam pot di dalam ember berisi air hingga batas permukaan media tanam untuk mengembalikan kelembapannya," ujar Green.

Selain menyesuaikan penyiraman, hentikan sementara pemberian pupuk dan hindari pemangkasan besar selama gelombang panas berlangsung. Jika memungkinkan, pindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh untuk membantu menjaga kelembapannya dan mengurangi stres akibat suhu tinggi.

Gelombang panas memang membuat tanaman lebih cepat kehilangan kelembapan. Dengan penyiraman yang tepat dan rutin memeriksa kondisi media tanam, tanaman pun tetap bisa tumbuh sehat meski cuaca sedang terik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article