Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gak Punya Halaman? Begini Cara Mulai Berkebun dari Teras Kecil

4 min read
Gak Punya Halaman? Begini Cara Mulai Berkebun dari Teras Kecil
Ilustrasi berkebun di teras (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Punya rumah tanpa halaman bukan berarti kamu harus mengubur keinginan untuk berkebun. Bahkan, teras kecil bisa disulap menjadi sudut hijau yang menyegarkan. Kamu tidak perlu langsung membuat taman besar, membeli banyak pot, atau mengeluarkan biaya mahal. Cukup manfaatkan ruang yang tersedia dan mulai dari beberapa tanaman yang mudah dirawat.

Berkebun di teras juga bisa menjadi kegiatan sederhana untuk mengisi waktu luang di tengah rutinitas. Kamu dapat menanam bumbu dapur, sayuran daun, atau tanaman hias yang membuat suasana rumah terasa lebih hidup.

  1. 1. Kenali kondisi teras sebelum memilih tanaman

    Teras kecil (pexels.com/Curtis Adams)
    Teras kecil (pexels.com/Curtis Adams)

    Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengamati kondisi teras rumah. Perhatikan berapa lama area tersebut mendapatkan sinar matahari, apakah terlindung atap, dan seberapa kuat angin yang melewatinya. Informasi ini akan membantu kamu menentukan jenis tanaman yang paling sesuai, sehingga tidak asal membeli bibit hanya karena tampilannya menarik.

    Jika teras mendapatkan sinar matahari langsung beberapa jam sehari, kamu bisa mencoba menanam kemangi, cabai, atau tomat berukuran kompak. Namun, jika area lebih sering teduh, pertimbangkan sayuran daun yang lebih toleran terhadap cahaya terbatas atau tanaman hias yang cocok untuk kondisi tersebut.

  2. 2. Pilih pot dan wadah yang hemat tempat

    ilustrasi pot tanaman (unsplash.com/vadim kaipov)
    ilustrasi pot tanaman (unsplash.com/vadim kaipov)

    Setelah mengetahui kondisi teras, saatnya menentukan wadah tanam. Kamu bisa menggunakan pot plastik, pot tanah liat, ember bekas yang aman, atau wadah daur ulang yang masih layak. Untuk teras sempit, pilih wadah dengan bentuk memanjang atau ukuran yang sesuai agar tanaman tidak memenuhi seluruh area dan jalan masuk tetap nyaman digunakan.

    Pastikan setiap wadah memiliki lubang drainase di bagian bawah supaya kelebihan air dapat keluar. Gunakan media tanam khusus pot yang ringan, mampu menahan kelembapan, tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menggunakan tanah pekarangan yang terlalu padat tanpa penyesuaian karena dapat menghambat aliran air dan perkembangan akar.

    "Ukuran wadah merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan tanaman yang ditanam di dalamnya. Masalah sering kali muncul ketika wadah terlalu kecil. Saat tanaman tumbuh dalam wadah yang terlalu kecil, akarnya akan menjadi 'terikat' dan melilit di bagian dalam wadah karena mencari ruang lebih luas. Ruang yang terlalu sempit juga dapat menyebabkan tanah cepat kering." dikutip dalam panduan Tips for Small Space Gardening - Pots and Other Containers University of New Hampshire.

  3. 3. Mulai dari tanaman yang mudah dirawat

    Ilustrasi tanaman mint (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
    Ilustrasi tanaman mint (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

    Untuk pemula, sebaiknya jangan langsung menanam terlalu banyak jenis tanaman. Mulailah dengan dua atau tiga pilihan yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, misalnya daun bawang, kemangi, atau cabai. Selain relatif praktis untuk ditata dalam pot, tanaman tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan sehingga hasil berkebun terasa lebih berguna.

    Jika ingin membuat teras terlihat lebih segar, kamu bisa menggabungkan tanaman konsumsi dengan tanaman hias berukuran kecil. Letakkan tanaman yang membutuhkan lebih banyak cahaya di bagian paling terang, sedangkan tanaman yang lebih toleran terhadap naungan bisa ditempatkan di sisi yang teduh. Pastikan setiap tanaman memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan tidak saling menutupi.

  4. 4. Manfaatkan rak bertingkat untuk kebun vertikal

    Ilustrasi berkebun di teras (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
    Ilustrasi berkebun di teras (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

    Kalau luas teras terbatas, manfaatkan ruang ke atas dengan membuat kebun vertikal sederhana. Kamu bisa menggunakan rak tanaman bertingkat, rak kayu bekas yang masih kokoh, atau dudukan pot bertingkat. Dengan cara ini, beberapa tanaman dapat ditata pada satu area tanpa harus menyebarkan pot ke seluruh lantai teras.

    Sebelum menyusun tanaman, pastikan rak cukup kuat menahan berat pot beserta media tanam yang basah. Letakkan tanaman yang membutuhkan banyak cahaya di bagian yang paling terang dan tanaman berukuran lebih tinggi di posisi yang tidak menghalangi tanaman lain. Gunakan tatakan untuk menampung air berlebih agar lantai tidak licin atau meninggalkan noda.

  5. 5. Atur penyiraman dan perawatan agar tanaman tidak mudah layu

    Ilustrasi menyiram tanaman (unsplash.com/Photo by Annie Spratt)
    Ilustrasi menyiram tanaman (unsplash.com/Photo by Annie Spratt)

    Kunci keberhasilan kebun mini bukan terletak pada banyaknya tanaman, melainkan konsistensi perawatan. Tanaman di dalam pot bisa lebih cepat kehilangan air dibandingkan tanaman yang tumbuh langsung di tanah, terutama ketika cuaca panas atau teras terkena angin.

    Karena itu, periksa kondisi media tanam secara rutin, misalnya dengan menyentuh permukaan tanah menggunakan jari sebelum memutuskan untuk menyiram. Siram tanaman secukupnya hingga media tanam lembap dan kelebihan air dapat mengalir keluar dari lubang drainase.

    Hindari menyiram secara berlebihan sampai air menggenang karena akar juga membutuhkan oksigen. Sesekali periksa bagian bawah daun untuk mengetahui apakah ada hama, daun menguning, atau tanda-tanda tanaman mengalami gangguan pertumbuhan.

    Pada akhirnya, tidak punya halaman bukan alasan untuk tidak mulai berkebun. Teras kecil pun bisa menjadi ruang hijau yang menyenangkan jika kamu mampu memilih tanaman, wadah, dan tata letak yang sesuai. Mulailah dari dua atau tiga pot, manfaatkan rak jika ruang lantai terbatas, lalu pelajari kebutuhan tanaman secara bertahap.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More