Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Membersihkan Rumah yang Justru Bisa Merusak Barang
ilustrasi pria membersihkan rumah (freepik.com/freepik)

Membersihkan rumah memang menjadi salah satu cara untuk membuat suasana lebih nyaman. Namun, tahukah kamu bahwa beberapa kebiasaan bersih-bersih yang terlihat sepele justru bisa merusak barang kesayangan? Mulai dari menyemprotkan cairan pembersih terlalu banyak, menggosok noda dengan spons kasar, hingga menggunakan satu produk untuk semua permukaan.

Kesalahan kecil ini bisa membuat furnitur kusam atau peralatan rumah tangga lebih cepat rusak. Masalahnya, tidak semua barang memiliki kebutuhan perawatan yang sama. Agar kegiatan bersih-bersih tidak berakhir dengan pengeluaran tambahan untuk memperbaiki, kenali kesalahan yang sebaiknya kamu hindari.

1. Menggunakan cairan pembersih terlalu banyak, bukannya makin bersih malah lengket

ilustrasi pria membersihkan rumah (freepik.com/pressfoto)

Pernah berpikir bahwa semakin banyak cairan pembersih yang digunakan, semakin bersih pula permukaan barang? Kebiasaan ini ternyata tidak selalu benar. Menggunakan produk secara berlebihan justru bisa meninggalkan residu atau lapisan sisa yang membuat permukaan terasa lengket, terlihat belang, dan lebih mudah menarik debu.

Kesalahan ini sering terjadi saat membersihkan meja, lantai, kaca, hingga permukaan dapur. Alih-alih menambahkan cairan berkali-kali, gunakan produk sesuai takaran pada label. Jika petunjuknya meminta produk diencerkan dengan air, jangan menggunakannya dalam kondisi pekat hanya karena ingin hasil yang lebih cepat.

“Banyak orang beranggapan bahwa menggunakan lebih banyak cairan atau semprotan pembersih akan membuat permukaan menjadi lebih bersih, sehingga area tersebut pun menjadi lebih bersih,” ujar Ryan Knoll, pemilik Tidy Casa di Phoenix, Arizona dikutip dari Good Housekeeping.

“Penggunaan semprotan, cairan, atau produk pembersih kemasan secara berlebihan dapat meninggalkan residu tebal pada permukaan, yang justru bisa menarik kotoran dan debu, atau menimbulkan bekas goresan yang tentu tidak kamu inginkan,” tambahnya.

 

2. Memakai satu produk untuk semua permukaan

Ilustrasi wanita membersihkan rumah (freepik.com/prostooleh)

Punya satu cairan pembersih serbaguna memang praktis, terutama jika kamu ingin menghemat biaya dan ruang penyimpanan. Namun, jangan langsung menggunakannya pada semua benda di rumah. Cairan yang cocok untuk meja dapur belum tentu aman untuk layar laptop, lantai kayu, atau meja marmer.

Misalnya, cairan berbahan asam seperti cuka dapat mengikis permukaan batu alam tertentu, sedangkan produk yang terlalu abrasif bisa menggores permukaan yang sensitif. Pada perangkat elektronik, cairan yang tidak sesuai juga berisiko merusak lapisan layar. Karena itu, perhatikan label produk dan petunjuk perawatan dari produsen sebelum mulai membersihkan.

3. Mencampurkan dua produk pembersih agar hasilnya lebih ampuh

Ilustrasi wanita membersihkan rumah (freepik.com/freepik)

Ketika noda membandel sulit hilang, kamu mungkin berpikir mencampurkan dua produk pembersih agar hasilnya lebih maksimal. Contohnya, menggabungkan pemutih dengan cuka atau menambahkan bahan lain ke cairan pembersih kamar mandi. Padahal, mencampurkan bahan kimia tanpa mengetahui reaksinya bisa berbahaya, bukan hanya bagi barang di rumah, tetapi juga bagi kesehatan.

Salah satu kombinasi yang wajib dihindari adalah pemutih berbahan klorin dengan cuka. Campuran tersebut dapat menghasilkan gas klorin yang beracun dan menyebabkan iritasi mata, batuk, serta gangguan pernapasan. Jangan pula mencampurkan produk pembersih lain secara sembarangan, terutama jika labelnya secara tegas melarang pencampuran dengan bahan tertentu.

"Banyak orang beranggapan bahwa jika suatu produk terbukti ampuh, mencampurnya dengan produk lain akan membuatnya jauh lebih efektif. Namun, ada kombinasi produk tertentu yang justru dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan kamu maupun lingkungan jika dicampur," jelas pakar kebersihan Carolyn Forte dikutip dari Good Housekeeping.

"Contohnya adalah pemutih dan cuka. Keduanya jika dicampur akan menghasilkan gas klorin, yang bahkan dalam kadar rendah pun dapat menyebabkan batuk, gangguan pernapasan, serta mata terasa perih dan berair," lanjutnya.

4. Membersihkan kaca saat terkena sinar matahari terik

ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Membersihkan jendela ketika matahari sedang terik mungkin terlihat ideal karena ruangan terang dan noda lebih mudah terlihat. Namun, suhu kaca yang panas dapat membuat cairan pembersih mengering sebelum sempat dilap dengan sempurna.

Akibatnya, kaca justru meninggalkan bercak dan garis-garis yang mengganggu pandangan. Jika kamu ingin membersihkan jendela atau pintu kaca, pilih waktu ketika permukaannya tidak terlalu panas, misalnya pagi hari saat cuaca masih sejuk atau ketika langit mendung.

Gunakan kain mikrofiber bersih dan hindari menyemprotkan cairan terlalu banyak. Dengan cara ini, kamu bisa mengelap permukaan sebelum cairan mengering dan meninggalkan bekas.

5. Membersihkan lantai terlebih dahulu sebelum bagian atas ruangan

ilustrasi membersihkan rumah (unsplash.com/CDC)

Kesalahan lain yang sering tidak disadari adalah membersihkan lantai terlebih dahulu, kemudian baru mengelap rak, kipas angin, atau bagian atas lemari. Padahal, debu dari area yang lebih tinggi bisa jatuh ke lantai yang baru saja dibersihkan.

Akibatnya, kamu harus mengulang pekerjaan yang sebenarnya sudah selesai. Supaya lebih efisien, mulailah dari bagian atas ruangan, seperti kipas angin, rak tinggi, permukaan lemari, dan dekorasi.

Lanjutkan dengan meja serta furnitur lain, kemudian bersihkan lantai paling akhir dengan menyapu atau menggunakan penyedot debu sebelum mengepel jika diperlukan. Urutan ini membantu kotoran yang jatuh selama proses pembersihan ikut terangkat pada tahap terakhir.

Membersihkan rumah tidak harus dilakukan dengan banyak cairan, tenaga ekstra, atau cara yang rumit. Justru, memahami material barang, mengikuti petunjuk penggunaan produk, dan menerapkan urutan pembersihan yang benar bisa membantu menjaga furnitur serta peralatan rumah tangga tetap awet.

Curated For You

Editorial Team

Related Article