Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan Merawat Rumah saat Musim Hujan yang Gak Disadari

ilustrasi atap rumah (unsplash.com/Luke Southern)
ilustrasi atap rumah (unsplash.com/Luke Southern)
Intinya sih...
  • Menunda pengecekan atap dan talang air
  • Membiarkan rumah terlalu lembap dan minim sirkulasi udara
  • Mengabaikan kebersihan saluran air dan area luar rumah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan adalah saat-saat yang paling bikin kita malas pergi ke luar rumah. Suasana dingin, suara hujan, dan udara yang lebih sejuk terasa sangat menenangkan. Meskipun musim hujan juga membawa tantangan tersendiri buat kondisi rumah.

Jika diabaikan, rumah bisa cepat lembap, berjamur, bahkan mengalami kerusakan. Banyak orang baru menyadari masalah rumah justru ketika dampaknya sudah terasa, seperti atap bocor, dinding berjamur, atau lantai licin. Berikut lima kesalahan merawat rumah saat musim hujan yang sering dilakukan.

1. Menunda pengecekan atap dan talang air

ilustrasi atap rumah (unsplash.com/tinkerman)
ilustrasi atap rumah (unsplash.com/tinkerman)

Kesalahan paling sering saat musim hujan adalah menganggap atap dan talang air baik-baik saja selama belum ada bocor besar. Banyak orang baru melakukan pengecekan setelah air sudah menetes ke plafon atau dinding. Padahal, retakan kecil pada genteng atau talang yang tersumbat bisa menjadi awal dari kerusakan yang lebih serius.

Talang air yang penuh daun, lumpur, atau sampah akan membuat air meluap dan merembes ke bagian dalam rumah. Jika dibiarkan, rembesan ini bisa merusak plafon, menyebabkan jamur, bahkan menurunkan kualitas struktur bangunan. Jadi, lakukan pengecekan atap dan talang terutama sebelum dan selama musim hujan.

2. Membiarkan rumah terlalu lembap dan minim sirkulasi udara

ilustrasi ventilasi ruangan (pexels.com/Curtis Adams)
ilustrasi ventilasi ruangan (pexels.com/Curtis Adams)

Saat hujan, banyak orang memilih menutup rapat pintu dan jendela sepanjang hari. Tujuannya agar air tidak masuk dan rumah tetap hangat. Sayangnya, kebiasaan ini justru membuat sirkulasi udara menjadi buruk. Udara lembap yang terperangkap di dalam rumah menjadi penyebab utama munculnya jamur dan bau apek.

Jamur bisa tumbuh di sudut ruangan, belakang lemari, atau area yang jarang terkena cahaya. Kesalahan ini sering diremehkan karena efeknya tak langsung terlihat. Padahal, membiarkan rumah lembap terlalu lama bisa berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan dan kenyamanan rumah.

3. Mengabaikan kebersihan saluran air dan area luar rumah

ilustrasi saluran drainase (unsplash.com/matty_sievers)
ilustrasi saluran drainase (unsplash.com/matty_sievers)

Musim hujan membuat saluran air bekerja lebih keras dari biasanya. Namun sayangnya, banyak orang justru lupa membersihkan selokan, halaman, dan area luar rumah. Sampah kecil seperti daun kering atau plastik bisa menyumbat aliran air dan menyebabkan genangan.

Genangan air ini bukan hanya merusak estetika, tapi juga bikin nyamuk dan serangga berkembang biak. Selain itu, air yang menggenang terlalu lama bisa meresap ke fondasi rumah yang bikin cepat rusak. Jadi, jangan lupa untuk memperhatikan area luar yang sering luput dari perhatian, ya!

4. Salah membersihkan lantai saat kondisi basah

ilustrasi lantai basah (pexels.com/Snapwire)
ilustrasi lantai basah (pexels.com/Snapwire)

Lantai rumah cenderung lebih sering basah dan licin saat musim hujan, terutama di area dekat pintu masuk. Kesalahan yang sering terjadi adalah membersihkan lantai dengan air berlebihan tanpa langsung mengeringkannya. Alih-alih bersih, lantai justru menjadi semakin licin dan berbahaya.

Selain meningkatkan risiko terpeleset, lantai yang terus-menerus lembap bisa membuat nat keramik menghitam dan berjamur. Untuk lantai kayu atau vinyl, kelembapan berlebih bahkan bisa menyebabkan permukaan mengembang dan rusak. Membersihkan lantai saat musim hujan harusnya tak dibiarkan kering sendiri, ya!

5. Menunda perbaikan kecil karena dianggap sepele

ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/ Craig Adderley)
ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/ Craig Adderley)

Retakan kecil di dinding, cat yang mulai mengelupas, atau pintu yang seret sering dianggap masalah ringan. Gak heran, banyak yang menunda memperbaikinya. Padahal, musim hujan justru mempercepat kerusakan pada area yang sudah bermasalah.

Air hujan bisa masuk melalui celah kecil dan memperlebar retakan, membuat dinding semakin lembap dan cat semakin mengelupas. Kesalahan ini sering terjadi karena kamu merasa masalah tersebut belum mendesak. Namun menunda perbaikan bisa bikin biaya perbaikan jauh lebih besar nantinya.

Merawat rumah saat musim hujan sebenarnya bukan hal rumit. Dengan menghindari lima kesalahan di atas, kamu bisa menjaga kondisi rumah tetap sehat, awet, dan nyaman untuk ditinggali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

4 Rekomendasi Buku Favorit Jerome Polin, Melatih Critical Thinking!

31 Jan 2026, 00:19 WIBLife