4 Rekomendasi Buku Favorit Jerome Polin, Melatih Critical Thinking!

- Start with Why karya Simon Sinek mengupas landasan kesuksesan para tokoh besar dunia seperti Steve Jobs dan Martin Luther King Jr.
- Filosofi Teras karya Henry Manampiring berisi panduan praktis mengenai Stoikisme dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna.
- How to be a Stoic karya Massimo Pigliucci memberikan langkah-langkah praktis dalam menjalani kehidupan baik di tengah tekanan.
Jerome Polin dikenal sebagai sosok pemengaruh yang kritis dan kreatif. Ia adalah seorang konten kreator sekaligus pengusaha muda yang sukses. Tidak heran memang, sebab penulis buku Mantappu Jiwa (2019) ini memiliki beragam bacaan yang mampu membentuk pola pikir produktifnya seperti sekarang. Kedisiplinannya dalam belajar dan berbisnis dapat terbentuk dari bacaan berkualitas yang ia konsumsi selama ini. Nah, dari sekian banyak bacaan Jerome, berikut beberapa buku rekomendasi yang bisa membantu kamu berpikir lebih luas dan bijaksana.
1. Start with Why karya Simon Sinek

Simon Sinek merupakan seorang penulis dan motivator asal Inggris yang menetap di Amerika. Ia pernah tampil di TED Talk membawakan judul “How Great Leaders Inspire Action” dan menjadi salah satu pembicara dengan jumlah penonton terbanyak. Penampilannya itu mampu memberikan efek besar bagi para audiens.
Nah, salah satu karya populer Simon Sinek adalah buku pengembangan diri berjudul Start With Why. Narasi dalam buku ini juga dikembangkan berdasarkan materi Simon di acara bergengsi tingkat dunia, TED Talk. Start With Why relevan dengan dunia bisnis karena isinya mengupas tuntas landasan di balik kesuksesan para tokoh besar dunia.
Dalam buku yang diterbitkan pada tahun 2009 ini, Simon menyajikan beberapa kisah nyata dari sejumlah tokoh besar dunia yang menginspirasi, seperti Steve Jobs (pendiri Apple), Martin Luther King Jr. (aktivis sosial berpengaruh), dan Wright Brothers (kakak beradik penemu dan perintis penerbangan). Melalui kisah mereka, Simon ingin membuktikan adanya keselarasan berpikir, bertindak, serta berkomunikasi pada setiap tokoh inspiratif dunia tersebut. Kesamaan mendasar dari para tokoh ini merupakan kecenderungan mereka untuk selalu mengawali langkah dengan pertanyaan “Mengapa?”.
2. Filosofi Teras karya Henry Manampiring

“Manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apa pun yang dia mau, tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak mengingini apa yang dia belum miliki, dan dengan gembira memaksimalkan apa yang dia terima.” Begitu kata Secena yang dikutip dalam buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring.
Meski judul bukunya menyinggung kata filosofi, tapi buku ini berbeda dari buku filsafat lainnya. Sebab, Filosofi Teras menyajikan analogi kejadian nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan penggunaan bahasa yang ringan, kasual, serta mudah dicerna. Secara garis besar, Filosofi Teras berisi tentang panduan praktis mengenai Stoikisme (Filsafat Stoa), sebuah ajaran Yunani-Romawi kuno yang dirancang guna membantu kita meraih kebahagiaan hidup dan kekuatan mental.
Buku yang terbit pertama kali pada tahun 2018 ini terbagi menjadi 13 bab, dimulai dari survei khawatir nasional, sebuah filosofi yang realistis, dikotomi kendali, hingga mempraktikkan filosofi teras.
3. How to be a Stoic karya Massimo Pigliucci

Sama seperti buku sebelumnya, How to be a Stoic membicarakan Stoikisme sebagai prinsip yang dapat digunakan manusia dalam menavigasi kehidupan modern. Melalui buku ini, Massimo Pigliucci menjelaskan cara menjalani kehidupan yang baik di tengah kekhawatiran dan tekanan. Jika Filosofi Teras terasa begitu dekat dengan konteks sosial Indonesia, How to be a Stoic menyajikan perspektif yang sedikit lebih mendalam, tetapi tetap praktis.
Buku ini memberikan langkah-langkah praktis yang dapat langsung kamu implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Stoik: Apa dan Bagaimana yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2022 dengan jumlah 296 halaman. Sebagai seorang filsuf dan ilmuwan, Pigliucci mampu menghadirkan perpaduan yang apik antara sains modern, filsafat kuno, serta pengalaman pribadi.
4. Psychology of Money karya Morgan Housel

Buku karya Morgan Housel yang diterbitkan pada tahun 2020 ini dikategorikan sebagai buku best-seller. Sesuai dengan judulnya, Psychology of Money berisi penjelasan mengenai bagaimana perilaku, emosi, serta persepsi memengaruhi cara manusia mengelola keuangan. Melalui buku ini, Morgan Housel seolah mengajak pembaca untuk merenungi bahwa mengelola uang itu bukan soal angka, tetapi soal cara berpikir manusia. Artinya, kalau kamu memahami emosimu sendiri, kamu bisa lebih cerdas mengatur pengeluaran.
Kekayaan itu tidak didefinisikan dari banyaknya uang yang dimiliki, tapi bagaimana uang itu dapat dikelola secara bijak yang membuat hidup lebih tenang dan bahagia. Kemudian, kunci keberhasilan finansial itu bukan tentang seberapa jago kamu memprediksi pasar atau masa depan, melainkan seberapa hebat kamu mengenali dan mengatur diri sendiri.
Menarik dan berbobot ya bacaan Jerome Polin. Dengan membaca buku-buku itu, kita diajak untuk berkembang dan bertumbuh. Jadi, dari keempat buku di atas, buku mana yang sudah pernah kamu baca atau bakal masuk ke daftar bacaanmu tahun ini?


















