Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Membuat Vertical Garden untuk Rumah Sempit, Cocok untuk Teras Kecil

Membuat Vertical Garden untuk Rumah Sempit, Cocok untuk Teras Kecil
Ilustrasi vertical garden (kolase foto via pexels.com/Nadiye Odabaşı & Pilan Filmes)
Share Article

Memiliki rumah dengan lahan terbatas bukan berarti harus mengorbankan keinginan untuk berkebun. Saat ini, konsep vertical garden atau taman vertikal semakin populer karena mampu menghadirkan nuansa hijau tanpa memakan banyak tempat. Dengan memanfaatkan area dinding, pagar, atau sudut teras yang kosong, kamu tetap bisa menikmati keindahan tanaman meski tinggal di rumah mungil.

Selain membuat rumah terlihat lebih segar, vertical garden juga membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan asri. Berbagai perlengkapan DIY kini mudah ditemukan di Shopee dan Tokopedia dengan harga yang cukup terjangkau, sehingga siapa pun bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah.

1. Memilih rak vertical garden yang hemat tempat

Ilustrasi vertical garden (pexels.com/Nadiye Odabaşı)
Ilustrasi vertical garden (pexels.com/Nadiye Odabaşı)

Langkah pertama adalah menentukan media utama untuk menempatkan tanaman. Untuk teras kecil, rak bertingkat atau panel vertikal menjadi pilihan paling praktis karena mampu menampung banyak tanaman dalam ruang yang terbatas.

Di Shopee dan Tokopedia, rak tanaman besi susun tiga tingkat biasanya dijual mulai Rp65–Rp120 ribuan. Ada juga panel vertical garden plastik modular dengan harga sekitar Rp20–Rp40 ribuan per modul yang bisa dipasang langsung pada dinding.

2. Gunakan pot gantung agar dinding lebih produktif

ilustrasi vertical garden (pexels.com/streetwindy)
ilustrasi vertical garden (pexels.com/streetwindy)

Salah satu keunggulan vertical garden adalah kemampuannya memanfaatkan area vertikal yang sering kali tidak digunakan. Pot gantung menjadi solusi sederhana untuk mengubah dinding kosong menjadi area hijau yang menarik.

Produk seperti pot gantung plastik, kantong tanam (grow bag) vertikal, atau wall planter banyak tersedia dengan harga mulai Rp10–Rp35 ribuan. Beberapa model bahkan memiliki beberapa kantong tanam dalam satu unit sehingga lebih hemat tempat.

3. Pilih tanaman yang cocok untuk vertical garden

ilustrasi vertical garden (vecteezy.com/Irina Kryvasheina)
ilustrasi vertical garden (vecteezy.com/Irina Kryvasheina)

Tidak semua tanaman cocok ditempatkan pada taman vertikal. Untuk pemula, pilih tanaman yang mudah dirawat dan tidak membutuhkan media tanam yang terlalu besar. Sirih gading, lili paris, pakis boston, philodendron, dan berbagai tanaman herbal merupakan pilihan yang cukup populer.

Bibit atau tanaman kecil biasanya dijual mulai Rp5–Rp30 ribuan per pot tergantung jenisnya. Jika ingin taman yang sekaligus bermanfaat, kamu bisa menanam daun mint, kemangi, atau rosemary yang dapat digunakan untuk kebutuhan dapur.

4. Manfaatkan barang bekas untuk menekan biaya

Ilustrasi vertical garden (pexels.com/Pilan Filmes)
Ilustrasi vertical garden (pexels.com/Pilan Filmes)

Vertical garden juga menjadi proyek DIY yang ramah lingkungan. Kamu bisa memanfaatkan barang-barang bekas seperti botol plastik, kaleng susu, pipa PVC sisa renovasi, atau palet kayu untuk dijadikan media tanam yang unik.

Botol bekas dapat dipotong dan digantung secara vertikal menggunakan tali nilon. Sementara itu, palet kayu bekas yang banyak dijual dengan harga Rp25–Rp50 ribuan bisa diubah menjadi rak tanaman bergaya rustic yang sedang populer.

5. Tambahkan pencahayaan agar terlihat estetik di malam hari

ilustrasi vertical garden (pexels.com/hoangchuong)
ilustrasi vertical garden (pexels.com/hoangchuong)

Agar vertical garden tetap menarik setelah matahari terbenam, tambahkan lampu dekoratif berwarna hangat. Selain mempercantik tampilan taman, pencahayaan yang tepat juga membuat area teras terasa lebih nyaman untuk bersantai.

Lampu LED string light outdoor banyak dijual mulai Rp20–Rp50 ribuan. Ada juga lampu tenaga surya mini yang harganya berkisar Rp25–Rp60 ribuan dan tidak memerlukan instalasi listrik tambahan.

6. Pasang sistem penyiraman sederhana

Ilustrasi menyiram tanaman (unsplash.com/Photo by Annie Spratt)
Ilustrasi menyiram tanaman (unsplash.com/Photo by Annie Spratt)

Salah satu tantangan vertical garden adalah penyiraman. Karena tanaman ditempatkan secara bertingkat, air sering kali tidak merata jika disiram secara asal. Untuk mengatasinya, kamu bisa membuat sistem penyiraman sederhana menggunakan selang kecil dan botol air bekas.

Selang mikro untuk irigasi tetes banyak tersedia di marketplace dengan harga sekitar Rp15–Rp40 ribuan per paket. Sistem ini membantu menjaga kelembapan tanaman sekaligus menghemat penggunaan air.

Vertical garden merupakan solusi cerdas bagi pemilik rumah dengan lahan terbatas yang tetap ingin menghadirkan suasana hijau di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan memanfaatkan dinding, pagar, atau sudut teras yang kosong, kamu bisa menciptakan taman kecil yang indah tanpa mengorbankan banyak ruang.

 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Parenting dan Kesehatan Mental, Orangtua Juga Bisa Capek

11 Jun 2026, 08:00 WIBLife