Ilustrasi calathea (pexels.com/Anca)
Tanaman hias lain dengan pola daun bergaris yang menakjubkan, tanaman doa (prayer plant) membutuhkan sedikit pengetahuan hortikultura, dan juga membutuhkan air yang tepat untuk hasil terbaik.
“Prayer plant dihargai karena dedaunan berpolanya, tetapi sangat sensitif terhadap penumpukan mineral di sekitar akar. Karena mereka lebih menyukai tanah yang selalu lembap, garam dari air sadah menumpuk lebih cepat, menyebabkan ujung daun terbakar, bercak, atau warna daun memudar," ungkap Trott.
Tanaman ini membutuhkan kelembapan yang konsisten, yang berarti mineral dapat menumpuk lebih cepat di dalam tanah. Menggunakan soft water membantu menjaga warna yang kaya dan kesehatan secara keseluruhan.
Cara mengatasi air sadah
Jika air sadah menyebabkan masalah bagi tanaman hias yang sensitif, ada alternatif yang dapat kamu gunakan. Air hujan adalah pilihan terbaik, karena secara alami lembut dan bebas dari bahan kimia tambahan.
Air hujan dapat dengan mudah dikumpulkan di teras atau dek dan dibawa ke dalam rumah. Pilihan lain yang cocok adalah air suling (distilled water), yang dapat dibeli atau dibuat di rumah.
Namun, jika air keran (tap water) adalah satu-satunya pilihan, diamkan semalaman selama 24 jam untuk membantu mengurangi kandungan klorinnya. Tetapi perlu diingat bahwa metode ini tidak akan menghilangkan fluorida atau garam terlarut. Hindari juga penyiraman berlebihan, karena hal itu meningkatkan penumpukan mineral.
Itulah beberapa tanaman hias yang sensitif terhadap air sadah. Bagi kamu yang punya tanaman di rumah, catat ini agar kamu bisa merawat tanaman hias dengan tepat!