“Manfaat lain dari bottom watering secara rutin adalah akar tanaman cenderung tumbuh dengan sehat dan kuat ketika tumbuh ke arah sumber air,” ujar Harriet Thompson, pemilik Harriet’s Plants, pembibitan tanaman hias ramah lingkungan di Lichfield, Inggris, dikutip dari Horticulture.co.uk.
5 Manfaat Bottom Watering untuk Tanaman Hias, Bantu Akar Lebih Sehat

Menyiram tanaman hias bukan sekadar memberikan air setiap kali media tanam terlihat kering. Cara penyiraman juga berpengaruh terhadap seberapa baik air dapat diserap oleh media tanam dan akar tanaman. Salah satu metode yang bisa dicoba adalah bottom watering, yakni memberikan air melalui bagian bawah pot.
Metode ini dilakukan dengan meletakkan pot di dalam wadah berisi air agar air perlahan masuk melalui lubang drainase. Air kemudian bergerak ke atas melalui media tanam dengan bantuan aksi kapiler hingga dapat diserap oleh akar. Lantas, apa saja manfaat bottom watering untuk tanaman hias? Yuk, simak artikel berikut ini!
1. Membantu air terserap lebih baik saat media tanam kering

ilustrasi memeriksa akar tanaman (pexels.com/cottonbro) Bottom watering dapat membantu air terserap lebih baik, terutama ketika media tanam dalam kondisi kering. Pada penyiraman dari atas, air terkadang hanya mengalir melewati media tanam tanpa membasahinya secara menyeluruh. Saat media tanam sangat kering, air bahkan dapat mengalir di permukaan tanah lalu keluar dari pot.
Dengan memberikan air dari bawah, air masuk melalui lubang drainase dan perlahan diserap oleh media tanam. Cara ini memberikan kesempatan bagi air untuk bergerak naik melalui media tanam. Karena itu, metode tersebut dapat membantu ketika media tanam sudah terlalu kering dan sulit menyerap air dari permukaan.
2. Membantu seluruh media tanam mendapatkan kelembapan

ilustrasi membersihkan daun tanaman (pexels.com/cottonbro) Manfaat lain dari bottom watering adalah membantu membasahi media tanam secara lebih menyeluruh. Metode ini tidak hanya memberikan kelembapan pada lapisan atas, tetapi memungkinkan seluruh media tanam mendapatkan air. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi ketika air hanya membasahi bagian tertentu dari media tanam.
Ketika air tersedia dari bagian bawah, akar dapat tumbuh menuju sumber air tersebut. Mengutip dari The Spruce, hal ini memungkinkan tanaman mengembangkan sistem perakaran yang lebih kuat dan lebih dalam. Selain itu, akar cenderung tumbuh sehat dan kuat ketika berkembang ke arah sumber air.
3. Membuat penyiraman lebih terkontrol

ilustrasi penanda tanaman (freepik.com/freepik) Bottom watering juga menjadi metode penyiraman yang lebih terkontrol dibandingkan penyiraman dari atas. Dengan metode ini, tanaman tidak langsung mendapatkan air lebih banyak daripada yang dapat diserap oleh media tanam. Air yang tersisa setelah media tanam dan akar menyerap kelembapan akan tetap berada di wadah bagian bawah.
Namun, bukan berarti pot boleh dibiarkan terus berada di dalam air. Tanaman tetap perlu diangkat setelah lapisan atas media tanam sudah cukup lembap karena membiarkannya terlalu lama dapat menyebabkan media terlalu banyak mengandung air.
“Memantau air pada tanaman hias merupakan hal yang penting, jadi saya menganjurkan bottom watering selama masa pertumbuhan untuk mendapatkan hasil maksimal dari tanaman dalam ruangan,” ujar Harriet Thompson.
4. Membantu menjaga daun tetap kering

ilustrasi daun tanaman sehat (pexels.com/rocketmannprod) Bottom watering memungkinkan air diberikan melalui media tanam tanpa membasahi daun tanaman. Hal ini bermanfaat bagi jenis tanaman yang tidak menyukai daunnya terkena air. Tanaman dengan daun berbulu atau tanaman yang cenderung tidak menyukai daun basah sebagai kandidat yang cocok untuk metode ini.
Air yang mengenai daun tanaman tertentu juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit jamur. Pada sukulen, terutama selama cuaca dingin dan lembap, air yang terkumpul di bagian roset juga dapat meningkatkan risiko pembusukan.
“Pada tanaman seperti sukulen, terutama selama cuaca dingin atau lembap, air dapat terkumpul di bagian roset sehingga meningkatkan risiko pembusukan. Penyiraman dari bawah mengatasi masalah ini karena memungkinkan tanah menjadi lembap, tetapi meminimalkan kelembapan di sekitar tanaman,” ujar Colin Skelly, konsultan hortikultura, dikutip dari Horticulture.co.uk.
5. Membantu mengurangi kondisi yang mendukung fungus gnats

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/thirdman) Bottom watering juga dapat membantu mengurangi kecenderungan fungus gnats untuk meletakkan telur. Mengutip dari The Spruce, lalat jamur betina dapat meletakkan hingga 200 telur di permukaan media tanam yang lembap. Karena bottom watering memberikan air melalui bagian bawah, metode ini dapat mengurangi kebutuhan untuk membasahi permukaan media tanam saat penyiraman.
Meski begitu, manfaat ini bukan berarti tanaman akan terbebas sepenuhnya dari fungus gnats. Selain itu, bottom watering dapat menghambat fungus gnats dalam meletakkan telur, bukan menghilangkan serangga tersebut dari tanaman.
Bottom watering bisa menjadi pilihan untuk membantu tanaman hias mendapatkan air secara perlahan dan lebih terkontrol. Yuk, sesuaikan cara penyiraman dengan kebutuhan masing-masing tanaman agar tetap tumbuh sehat!





















