Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Tips Bikin Tanaman dalam Pot Tumbuh Lebih Rimbun
ilustrasi tanaman giok (pexels.com/kevinmalik)

Tanaman dalam pot yang rimbun bisa membuat rumah terasa lebih segar dan asri. Namun, tanaman yang tumbuh jarang atau memanjang gak selalu harus langsung dipindahkan ke pot baru. Beberapa perawatan sederhana bisa membantu merangsang pertumbuhan sekaligus membuat tampilannya lebih penuh.

Selain memangkas bagian yang terlalu panjang, kamu bisa mengatur pencahayaan, kelembapan, hingga arah pertumbuhan tanaman. Cara-cara ini relatif mudah dilakukan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

1. Pangkas tepat di atas ruas daun

ilustrasi perempuan memangkas bunga mawar (pexels.com/gary-barnes)

Pemangkasan gak hanya dilakukan untuk membuang daun atau batang yang rusak. Pada tanaman tertentu, memangkas ujung batang di lokasi yang tepat dapat merangsang munculnya pertumbuhan baru. Dikutip dari The Spruce, Mary Jane Duford, master gardener sekaligus pendiri Home for the Harvest, menyarankan pemangkasan tepat di atas leaf node atau ruas daun.

“Pemangkasan mendorong pertumbuhan yang kuat pada tanaman. Dengan menggunakan gunting yang sudah disterilkan, potong batang tepat di atas ruas daun,” ujar Mary Jane Duford.

Sebelum memangkas, pastikan kamu menggunakan gunting yang bersih agar gak membawa masalah dari satu bagian tanaman ke bagian lainnya. Cara ini sebaiknya dilakukan sesuai karakter tanaman karena gak semua jenis tanaman membutuhkan pemangkasan dengan teknik yang sama.

2. Gunakan grow light jika cahaya alami kurang

ilustrasi penanda tanaman (freepik.com/freepik)

Cahaya sangat berpengaruh terhadap bentuk pertumbuhan tanaman di dalam ruangan. Tanaman yang kekurangan cahaya dapat menghasilkan batang panjang dan tipis dengan jarak antardaun yang lebih renggang. Jika tanaman mulai terlihat lanky, coba pindahkan ke tempat yang lebih terang atau gunakan grow light.

Gak perlu langsung menaruh tanaman yang terbiasa teduh di bawah sinar matahari terik. Tingkatkan paparan cahaya secara bertahap agar tanaman dapat beradaptasi. Untuk ruangan yang minim cahaya alami, grow light bisa membantu memenuhi kebutuhan pencahayaan tanaman.

3. Tambahkan kelembapan untuk tanaman tropis

ilustrasi tanaman giok (pexels.com/kevinmalik)

Udara yang terlalu kering dapat membuat daun beberapa tanaman tropis mengering hingga rontok. Kondisi ini dapat membuat tanaman terlihat kurang segar dan menghambat pertumbuhannya. Karena itu, menjaga kelembapan sesuai kebutuhan tanaman dapat membantu mempertahankan tampilan yang lebih rimbun.

Duford merekomendasikan penggunaan humidifier untuk membantu menjaga kelembapan tanaman tropis di dalam ruangan. Namun, kebutuhan setiap tanaman berbeda sehingga tingkat kelembapan sebaiknya disesuaikan dengan jenisnya. Tanaman seperti kaktus dan sukulen, misalnya, gak membutuhkan kelembapan setinggi tanaman tropis.

4. Sesekali letakkan tanaman di luar ruangan

ilustrasi daun tanaman sehat (pexels.com/rocketmannprod)

Tanaman hias yang mudah dipindahkan bisa mendapatkan manfaat dari waktu di luar ruangan saat cuaca mendukung. Udara segar, kelembapan, dan cahaya alami dapat membantu menyegarkan tanaman yang pertumbuhannya mulai kurang optimal. Pilih lokasi yang terlindung agar tanaman gak terkena angin kencang atau hujan deras.

Hindari langsung memindahkan tanaman ke area dengan sinar matahari terik jika sebelumnya terbiasa berada di dalam rumah. Biarkan tanaman beradaptasi secara bertahap sambil mengamati kondisinya. Bahkan waktu singkat di luar ruangan dapat membantu tanaman tertentu tumbuh lebih baik.

5. Beri penyangga pada tanaman yang merambat

ilustrasi memangkas tanaman (pexels.com/anntarazevich)

Tanaman seperti monstera dan pothos cenderung tumbuh merambat atau memanjat sehingga bentuknya bisa terlihat kurang penuh. Menambahkan teralis, ajir, atau moss pole dapat membantu mengarahkan pertumbuhan tanaman secara vertikal. Cara ini juga membuat tanaman memanfaatkan ruang dengan lebih baik.

“Tanaman seperti Monstera, Pothos, dan Philodendron akan dengan senang hati tumbuh pada penyangga vertical,” ujar Mary Jane Duford.

Untuk mengarahkannya, kamu bisa mengikat batang menggunakan tali atau plant tape yang sesuai untuk tanaman. Pada monstera, misalnya, batang dapat diarahkan ke moss pole sehingga tanaman tumbuh ke atas, bukan hanya melebar ke sisi pot.

6. Isi pot dengan tanaman tambahan secara strategis

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/cottonbro)

Jika satu tanaman terlihat terlalu jarang, kamu bisa membuat pot tampak lebih penuh dengan menambahkan tanaman yang sesuai. Duford menyarankan cutting dari tanaman tropis yang mudah diperbanyak, seperti tradescantia atau philodendron, untuk ditanam di sekitar tanaman utama. Cara ini dapat membuat pot terlihat lebih rimbun tanpa harus menunggu tanaman menghasilkan banyak tunas.

Namun, jangan memasukkan terlalu banyak tanaman hanya demi membuat pot terlihat penuh. Pastikan setiap tanaman tetap memiliki ruang yang cukup agar akar gak terlalu padat. Pilih tanaman yang memiliki kebutuhan cahaya, air, dan media tanam yang serupa agar dapat tumbuh berdampingan.

Tanaman dalam pot yang terlihat jarang gak selalu membutuhkan pot baru untuk kembali menarik. Dengan menyesuaikan cahaya, kelembapan, arah pertumbuhan, dan teknik perawatannya, tampilannya bisa dibuat lebih penuh secara bertahap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article