Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Harus Dilakukan 3 Bulan sebelum Wisuda

Ilustrasi wisuda
Ilustrasi wisuda (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya sih...
  • Mulai perbarui CV dan portofolio sesuai dengan bidang yang kamu minati
  • Aktif mencari informasi lowongan kerja dan mulai melamar dari sekarang
  • Asah kemampuan soft skill yang dibutuhkan di dunia profesional
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen wisuda adalah puncak dari perjalanan panjang yang sudah kamu tempuh selama bertahun-tahun. Rasanya, semua kerja keras, begadang mengerjakan tugas, hingga drama skripsi yang melelahkan akhirnya terbayar sudah. Wajar saja kalau kamu merasa lega dan ingin bersantai sejenak. Tapi, tunggu dulu! Jangan sampai euforia ini membuatmu lengah, ya.

Faktanya, tiga bulan menjelang wisuda justru menjadi periode krusial yang menentukan langkah selanjutnya dalam hidupmu. Banyak fresh graduate yang akhirnya kebingungan setelah wisuda karena tidak mempersiapkan diri dengan matang. Nah, supaya kamu tidak mengalami hal serupa, yuk, simak beberapa hal penting yang wajib dilakukan 3 bulan sebelum wisuda tiba!

1. Mulai perbarui CV dan portofolio sesuai dengan bidang yang kamu minati

Ilustrasi wawancara kerja
Ilustrasi wawancara kerja (unsplash.com/Resume Genius)

Sudah punya CV? Bagus! Tapi, kapan terakhir kali kamu memperbaruinya? Kalau jawabannya adalah saat melamar magang dua tahun lalu, maka sekarang waktu yang tepat untuk memoles kembali dokumen penting ini. CV adalah kesan pertama yang akan dilihat oleh recruiter, jadi pastikan isinya sudah mencerminkan versi terbaik dari dirimu.

Tambahkan pengalaman organisasi, proyek kuliah yang relevan, hingga skill baru yang sudah kamu kuasai. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan CV dengan bidang pekerjaan yang kamu incar. Oh ya, kalau kamu bergerak di bidang kreatif seperti desain atau penulisan, portofolio yang menarik juga wajib disiapkan, ya!

2. Aktif mencari informasi lowongan kerja dan mulai melamar dari sekarang

ilustrasi gawai
ilustrasi gawai (pexels.com/Karolina Grabowska)

Banyak orang berpikir bahwa mencari kerja itu baru dilakukan setelah ijazah di tangan. Padahal, persaingan di dunia kerja itu sangat ketat, lho. Kalau kamu baru mulai melamar setelah wisuda, bisa-bisa kamu ketinggalan dari teman-teman yang sudah lebih dulu bergerak. Gak mau kan jadi pengangguran berbulan-bulan hanya karena telat start?

Manfaatkan waktu tiga bulan ini untuk rajin memonitor portal lowongan kerja, LinkedIn, atau bahkan info dari career center kampusmu. Jangan malu juga untuk bertanya kepada senior atau dosen tentang peluang kerja di bidang yang kamu minati. Siapa tahu, koneksi justru membuka pintu rezeki yang tidak terduga!

3. Asah kemampuan soft skill yang dibutuhkan di dunia profesional

ilustrasi belajar
ilustrasi belajar (pexels.com/Vlada Karpovich)

Nilai IPK yang tinggi memang membanggakan, tapi percayalah, dunia kerja tidak hanya menilai dari angka-angka di transkrip. Banyak perusahaan yang justru lebih mengutamakan soft skill seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, problem solving, hingga manajemen waktu. Nah, apakah kamu sudah merasa cukup percaya diri dengan kemampuan-kemampuan tersebut?

Kalau belum, tiga bulan ini adalah waktu yang pas untuk mengasahnya. Kamu bisa mengikuti webinar, workshop, atau bahkan kursus online yang banyak tersedia secara gratis maupun berbayar. Selain menambah skill, sertifikat dari pelatihan tersebut juga bisa mempercantik CV-mu, lho. Jadi, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui!

4. Bangun personal branding di media sosial secara profesional

ilustrasi gawai
ilustrasi gawai (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Di era digital seperti sekarang, media sosial bukan sekadar tempat untuk pamer foto liburan atau curhat galau. Platform seperti LinkedIn, bahkan Instagram dan Twitter, bisa menjadi sarana untuk membangun citra profesionalmu. Gak sedikit recruiter yang iseng stalking media sosial kandidat sebelum memutuskan untuk merekrut, lho.

Mulailah dengan membersihkan konten-konten yang kurang pantas, lalu isi feed-mu dengan hal-hal yang relevan dengan bidang yang kamu tekuni. Bagikan opini tentang industri yang kamu minati, posting hasil karya, atau sekadar repost artikel menarik. Dengan begitu, kamu akan terlihat sebagai seseorang yang serius dan passionate di bidangnya.

5. Siapkan mental dan rencana cadangan bila hal tidak berjalan sesuai harapan

Ilustrasi wanita
Ilustrasi wanita (freepik.com/freepik)

Mari bicara jujur, tidak semua orang langsung mendapatkan pekerjaan impian begitu lulus kuliah. Proses mencari kerja bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Penolakan demi penolakan mungkin akan datang silih berganti. Nah, kalau kamu tidak siap secara mental, situasi ini bisa sangat menguras emosi dan membuatmu frustasi.

Oleh karena itu, persiapkan dirimu untuk segala kemungkinan. Buat rencana cadangan, misalnya mengambil kursus tambahan, magang, atau bahkan freelance sembari menunggu pekerjaan tetap. Yang terpenting, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Ingat, setiap orang punya timeline masing-masing, dan perjalananmu tidak harus sama dengan orang lain.

Masa 3 bulan sebelum wisuda adalah waktu emas yang sayang untuk disia-siakan. Dengan persiapan yang matang, kamu bisa melangkah ke dunia profesional dengan lebih percaya diri. Jadi, sudah siap menyambut babak baru dalam hidupmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Membuat Calm Corner untuk Orang Dewasa di Rumah, Bantu Pikiran Lebih Tenang

06 Feb 2026, 23:42 WIBLife