Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Buku Klasik yang Lagi Hits Gara-Gara Tren Aesthetic, Kamu Punya?

4 Buku Klasik yang Lagi Hits Gara-Gara Tren Aesthetic, Kamu Punya?
ilustrasi baca buku (pexels.com/Nhà văn)
Intinya Sih
  • Tren estetika seperti Dark Academia dan Cottagecore bikin buku-buku klasik kembali populer di kalangan anak muda lewat platform seperti TikTok dan Instagram.
  • Empat buku yang lagi viral adalah The Picture of Dorian Gray, Little Women, The Secret History, dan Frankenstein karena tema serta visualnya cocok dengan tren kekinian.
  • Buku-buku ini digemari bukan cuma karena tampilannya yang estetik, tapi juga karena kisahnya relevan dengan isu modern seperti identitas, moralitas, feminisme, dan kesepian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Siapa bilang karya sastra klasik cuma konsumsi generasi jadul atau mahasiswa jurusan sastra? Belakangan ini, kalau kamu rajin berselancar di media sosial seperti TikTok (BookTok) atau Instagram (Bookstagram), kamu pasti sadar kalau buku-buku klasik dengan sampul minimalis atau vintage makin sering berseliweran di feed anak muda.

Fenomena ini gak lepas dari tren estetika visual (aesthetic) seperti Dark Academia yang mengagungkan dunia literatur, ruang perpustakaan tua, dan nuansa gotik. Alhasil, membaca buku klasik kini dianggap keren, cerdas, dan sangat instagrammable.

Bukan cuma modal estetik, buku-buku ini memang punya cerita yang tak lekang oleh waktu. Mau tahu apa saja? Ini dia 4 buku sastra klasik yang kembali viral dan wajib masuk reading list kamu!

1. The Picture of Dorian Gray oleh Oscar Wilde

The Picture of Dorian Gray oleh Oscar Wilde (penguinrandomhouse.com)
The Picture of Dorian Gray oleh Oscar Wilde (penguinrandomhouse.com)

Novel abad ke-19 ini adalah "kitab suci" bagi penganut tren Dark Academia. Kisahnya berpusat pada Dorian Gray, seorang pemuda yang sangat tampan. Terpikat oleh ketampanannya sendiri, Dorian membuat perjanjian demi mempertahankan masa mudanya, sementara sebuah lukisan dirinya yang disimpan rapat-rapat akan menanggung semua beban usia, dosa, dan kekejamannya.

Anak muda zaman sekarang banyak yang relate dengan tema buku ini karena menyentuh isu obsesi terhadap penampilan (yang mirip dengan kultur social media saat ini), moralitas, dan kesenangan duniawi. Ditambah dengan kutipan-kutipan Oscar Wilde yang tajam dan puitis, buku ini sering banget dijadikan kutipan estetis di media sosial.

2. Little Women oleh Louisa May Alcott

Little Women oleh Louisa May Alcott (amazon.com)
Little Women oleh Louisa May Alcott (amazon.com)

Kalau kamu menyukai tren Cottagecore yang tenang, hangat, dan bernuansa pedesaan, novel Little Women pasti sering lewat di beranda kamu. Novel ini mengisahkan tentang kehidupan empat bersaudara perempuan keluarga March; Meg, Jo, Beth, dan Amy, yang tumbuh besar di Massachusetts selama masa Perang Saudara Amerika.

Meskipun ditulis pada tahun 1860-an, karakter Jo March yang tomboi, mandiri, dan ambisius menjadi penulis sangat mencerminkan semangat feminisme modern. Kehangatan hubungan persaudaraan mereka, konflik cinta remaja, serta perjuangan meraih mimpi membuat buku ini selalu berhasil memberikan kenyamanan (comfort book) bagi para pembacanya.

3. The Secret History oleh Donna Tartt

The Secret History oleh Donna Tartt (amazon.com)
The Secret History oleh Donna Tartt (amazon.com)

Meski diterbitkan pada tahun 1992 (yang bisa dibilang klasik modern), novel ini adalah pemicu utama lahirnya estetika Dark Academia di internet. Ceritanya mengikuti sekelompok mahasiswa cerdas yang mempelajari bahasa Yunani Kuno di sebuah perguruan tinggi elite di New England. Namun, obsesi mereka terhadap cara hidup kuno perlahan membawa mereka ke dalam lingkaran rahasia yang berujung pada pembunuhan.

Novel ini viral karena berhasil menangkap atmosfer kampus tua yang kelam, diskusi intelektual yang intens, dan rahasia-rahasia gelap di kalangan mahasiswa. Gaya bahasanya yang kaya dan deskriptif bikin pembaca merasa benar-benar ikut masuk ke dalam dunia mereka yang misterius.

4. Frankenstein oleh Mary Shelley

Frankenstein oleh Mary Shelley (amazon.com)
Frankenstein oleh Mary Shelley (amazon.com)

Buku fiksi ilmiah gotik pertama di dunia ini kembali naik daun karena banyak anak muda yang mulai mengeksplorasi sastra horor klasik. Ditulis oleh Mary Shelley saat ia masih berusia 18 tahun, buku ini menceritakan tentang Victor Frankenstein, seorang ilmuwan yang berhasil menciptakan makhluk hidup dari potongan tubuh mayat, namun kemudian justru menelantarkan ciptaannya karena ngeri.

Anak muda zaman sekarang menyukai buku ini karena ternyata, ceritanya jauh lebih emosional dan filosofis dibanding adaptasi film popnya. Frankenstein bukan sekadar cerita monster seram, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang penolakan sosial, rasa kesepian, dan apa artinya menjadi manusia.

Nah, itu dia empat buku sastra klasik yang kembali viral berkat tren estetis di media sosial. Terbukti kan, kalau visual yang menarik bisa jadi gerbang pembuka untuk menikmati karya sastra yang berbobot? Dari keempat buku di atas, mana nih yang sampulnya paling sering lewat di timeline kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More