"Orangtua mungkin ingin menetapkan waktu setiap minggu untuk memeriksa pendaftaran anak mereka sehingga mereka tidak terus-menerus melapor. Ini adalah proses siswa untuk memilikinya dan proses orangtua untuk mendukungnya. Meskipun advokasi orangtua bermanfaat, sekolah juga ingin melihat siswanya melakukan kampanye sendiri," kata Carlos Jiménez, CEO perusahaan konsultan penerimaan nirlaba Peak Education, dilansir US News.
5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Daftar Kuliah, Hindari!

Saat tahun ajaran baru, banyak orang dengan penuh semangat mendaftar kuliah ke kampus tujuannya masing-masing. Dengan segala persiapan yang sudah dilakukan, tentu rasa optimis menyelimuti mereka.
Namun, ada beberapa hal yang gak boleh kamu lakukan saat mendaftar kuliah, nih. Apa saja itu? Yuk, simak bersama sampai selesai lewat ulasan di bawah!
1. Kamu harus tahu keinginanmu

Orangtua harus terlibat secara aktif dalam proses pendaftaran perguruan tinggi, namun hal ini ada batasnya. Kamu tidak boleh mengisi formulir lamaran, menulis esai siswa, atau mengambil kendali komunikasi dengan pejabat sekolah.
2. Jangan mendafar di tanggal akhir pendaftaran

Siswa harus mengetahui tenggat waktu untuk berbagai rencana penerimaan, seperti tindakan awal, keputusan awal, dan keputusan reguler. Kamu bisa membuat garis waktu di awal proses dan menaatinya. Hal ini memberikan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mungkin lebih sulit.
"Hal ini tidak hanya menyebabkan banyak stres, tetapi berdasarkan pengalaman saya sendiri, saya tidak dapat sepenuhnya mencapai potensi esai saya dan membuat esai yang bijaksana. Saya pikir esai akan mudah untuk ditulis, namun membutuhkan lebih banyak pemikiran," kata Siya Randhawa, seorang mahasiswa, dilansir US News.
3. Jangan melebih-lebihkan ekstrakurikuler

Pihak kampus tentu ingin melihat siswa yang terlibat dalam kegiatan universitas. Akan tetapi, itu tidak berarti pelamar harus bergabung dengan klub hanya untuk melengkapi resume sekolah menengah mereka. Siswa juga tidak boleh membesar-besarkan aktivitasnya atau salah menggambarkan dirinya.
"Jika ditemukan sesuatu bahwa pelajar tersebut atau siapa pun yang mengajukan lamarannya dengan sengaja memalsukan informasi, hal itu akan menempatkan lamarannya di urutan paling bawah atau mungkin langsung menyebabkan keputusan penerimaan ditolak," kata Mike Perry, direktur eksekutif penerimaan di Florida Institute of Technology.
4. Tidak mencari tahu tentang kampus tujuan

Saat mendaftar kuliah, gak jarang orang-orang hanya sekedar mendaftar dengan pemikiran yang penting bisa masuk kuliah. Apakah kamu salah satu yang seperti ini?
Dilansir laman Univariety, lamaran kuliahmu bukan hanya cara agar perguruan tinggi mengenalmu, tetapi juga kesempatan bagimu untuk menunjukkan bahwa kamu juga berpengalaman di institut tersebut. Kamu harus mengetahui sejarah institusi tersebut, apa yang mereka perjuangkan, apa yang telah mereka capai, apa bidang fokus mereka saat ini dalam penelitian akademis, dan apa yang menarik dari perguruan tinggi tersebut bagimu.
5. Tidak membaca intruksi pendaftaran dengan benar

Kapan terakhir kali kamu membaca buku petunjuk tentang sesuatu, alih-alih membuangnya bersama kemasannya? Sayangnya, melakukan hal yang sama ketika mendaftar ke perguruan tinggi dapat menimbulkan dampak yang serius.
Laman Univariety mengatakan, apakah kamu ingin ditolak karena kesalahan kecil seperti mengunggah foto dengan ukuran yang salah atau melewatkan beberapa persyaratan tambahan yang bisa dengan mudah dipenuhi jika kamu membaca prospektus dengan cermat? Jadi, berhati-hatilah dalam mengurus lamaran kuliahmu. Baca instruksinya secara menyeluruh dan periksa ulang sebelum kamu mengirimkannya.
Setelah menyimak lima hal di atas, apakah kamu sudah punya gambaran untuk lebih cermat lagi dalam mendaftar kuliah? Jangan sampai menyepelekan hal-hal kecil karena hal tersebut akan sangat berpengaruh padamu nantinya.