Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Rekomendasi Buku Healing dan Trauma untuk Lebih Memahami Diri

4 min read
6 Rekomendasi Buku Healing dan Trauma untuk Lebih Memahami Diri
ilustrasi membaca buku dengan santai (unsplash.com/Humble Lamb)
  • Enam buku direkomendasikan sebagai bahan refleksi untuk memahami healing, trauma, inner child, self-love, serta pola emosional yang terbentuk dari pengalaman masa lalu.
  • The Body Keeps the Score, Adult Children of Emotionally Immature Parents, dan How to Do the Work membahas dampak trauma, pengasuhan emosional, serta langkah aktif mengenali pola diri.
  • It Didn't Start with You, The Mountain Is You, dan Healing Is the New High menawarkan perspektif tentang pola keluarga, self-sabotage, penerimaan diri, dan self-awareness.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Proses healing bukan selalu tentang melupakan hal-hal yang pernah menyakitkan. Terkadang, healing justru dimulai ketika kita berani memahami luka, mengenali pola yang terbentuk dari pengalaman masa lalu, dan menerima bagian diri yang selama ini mungkin kita abaikan. Karena itu, membaca buku tentang healing dan trauma bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan perspektif baru sekaligus memahami diri dengan lebih dalam.

Jika kamu sedang mencari bacaan tentang self-healing, trauma, inner child, hingga self-love, enam buku berikut bisa menjadi teman refleksi yang menarik. Yuk, simak rekomendasi buku mengenai healing dan trauma berikut ini!

  1. 1. The Body Keeps the Score - Bessel van der Kolk, M.D

    cover buku The Body Keeps the Score
    cover buku The Body Keeps the Score (amazon.com)

    Buku ini membahas bagaimana pengalaman traumatis dapat memengaruhi tubuh, pikiran, emosi, bahkan cara seseorang berhubungan dengan lingkungan di sekitarnya. Bessel van der Kolk menjelaskan trauma dengan pendekatan psikologi dan neurosains, sehingga pembaca bisa memahami bahwa respons tubuh terhadap pengalaman buruk bukan sekadar soal “kurang kuat” atau “belum bisa move on”.

    Menariknya, buku ini juga membahas berbagai pendekatan yang digunakan dalam proses pemulihan trauma. Cocok untuk kamu yang ingin memahami hubungan antara pengalaman masa lalu, respons tubuh, dan kondisi emosional saat ini dengan lebih mendalam.

  2. 2. Adult Children of Emotionally Immature Parents - Lindsay C. Gibson, PsyD

    cover buku Adult Children of Emotionally Immature Parents
    cover buku Adult Children of Emotionally Immature Parents (amazon.com)

    Pernah merasa harus menjadi “orang dewasa” terlalu cepat karena orang tua sulit memahami kebutuhan emosionalmu? Buku Lindsay C. Gibson ini membahas bagaimana pola pengasuhan dari orang tua yang kurang matang secara emosional dapat terbawa hingga seseorang dewasa. Pembahasannya membantu pembaca mengenali pola hubungan yang mungkin selama ini dianggap normal.

    Buku ini juga mengajak pembaca memahami kebutuhan emosional diri sendiri tanpa terus-menerus menyalahkan masa lalu. Bagi yang sedang menjalani proses inner child healing, buku ini bisa menjadi bahan refleksi untuk memahami mengapa hubungan tertentu, kritik, atau konflik emosional terasa begitu intens.

  3. 3. How to Do the Work - Nicole LePera, PhD

    cover buku  How to Do the Work
    cover buku How to Do the Work (amazon.com)

    Nicole LePera mengajak pembaca melihat proses healing secara lebih aktif. Buku ini membahas bagaimana pengalaman masa kecil, pola keluarga, kebiasaan, dan mekanisme pertahanan dapat membentuk cara kita menjalani kehidupan ketika dewasa.

    Yang membuatnya menarik adalah pendekatannya yang praktis. Pembaca diajak mengenali pola yang berulang, memahami respons emosional, serta mulai membangun kebiasaan yang lebih sehat. Cocok untuk kamu yang ingin proses self-healing terasa lebih terarah, bukan sekadar membaca tentang luka tetapi juga melakukan refleksi terhadap diri sendiri.

  4. 4. It Didn't Start with You - Mark Wolynn

    cover buku t Didn't Start with You
    cover buku t Didn't Start with You (amazon.com)

    Buku ini berfokus pada gagasan bahwa pola trauma atau masalah emosional tertentu bisa berkaitan dengan pengalaman keluarga dan generasi sebelumnya. Mark Wolynn membahas bagaimana ketakutan, kecemasan, atau pola hubungan tertentu terkadang terasa begitu kuat meskipun kita sendiri tidak mengalami peristiwa yang menjadi sumber awalnya.

    Pembahasannya dapat membantu pembaca melihat masalah pribadi melalui perspektif yang lebih luas. Namun, buku ini sebaiknya dibaca sebagai bahan refleksi, bukan sebagai bukti bahwa setiap masalah psikologis pasti diwariskan dari keluarga. Justru bagian menariknya adalah bagaimana kita diajak bertanya, “Dari mana sebenarnya pola ini berasal?”

  5. 5. The Mountain Is You - Brianna Wiest

    cover buku The Mountain Is You
    cover buku The Mountain Is You (amazon.com)

    Tidak semua luka terlihat jelas. Kadang bentuknya justru berupa kebiasaan menunda, takut mengambil keputusan, sulit menerima diri sendiri, atau terus kembali pada pola yang sebenarnya ingin ditinggalkan. The Mountain Is You membahas konsep self-sabotage dan bagaimana konflik internal dapat membuat seseorang menjadi penghambat bagi dirinya sendiri.

    Brianna Wiest mengajak pembaca memahami bahwa perubahan tidak hanya membutuhkan motivasi, tetapi juga keberanian untuk menghadapi emosi dan pola lama. Buku ini cocok untuk kamu yang merasa sudah tahu apa yang harus dilakukan, tetapi tetap sulit keluar dari siklus yang sama.

  6. 6. Healing Is the New High - Vex King

    cover buku  Healing Is the New High
    cover buku Healing Is the New High (amazon.com)

    Vex King membawa tema healing ke arah yang lebih ringan dengan membahas self-love, penerimaan diri, energi positif, dan bagaimana membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Buku ini cocok untuk pembaca yang ingin memulai perjalanan healing tanpa pembahasan yang terlalu berat.

    Meski bernuansa inspiratif, beberapa gagasannya tetap bisa dijadikan bahan refleksi untuk melihat bagaimana cara kita memperlakukan diri sendiri. Buku ini lebih cocok sebagai bacaan pendamping untuk membangun self-awareness dan self-love, bukan sebagai panduan terapi trauma.

    Memahami diri adalah proses yang tidak selalu berjalan lurus. Ada hal-hal yang membutuhkan waktu untuk dipahami, diterima, bahkan dilepaskan. Keenam buku tentang healing dan trauma di atas menawarkan perspektif berbeda untuk mengenali luka, memahami pola emosional, dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Kamu tidak harus membaca semuanya sekaligus.

    Pilih satu buku yang paling relate dengan kondisi dan fase hidupmu saat ini, lalu biarkan setiap halaman menjadi ruang kecil untuk berhenti, berefleksi, dan mengenal dirimu sedikit lebih jauh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More