Comscore Tracker

Telah Berakhir, Pfizer Umumkan 8 Pemenang Pfizer Biotech Fellowship

Program ini diharapkan dapat majukan bioteknologi Indonesia

Turut berpartisipasi dalam kemajuan bioteknologi, khususnya bidang kesehatan, Pfizer Indonesia mengadakan program Pfizer Biotech Fellowship untuk mahasiswa dan tenaga pengajar. Program ini diharapkan dapat membawa dunia bioteknologi Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Telah berakhir dan mendapat pemenang, Pfizer Indonesia mengadakan Pfizer Biotech Fellowship Award Ceremony pada Selasa (23/11/2021). Acara ini dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh  Stephen Leung selaku Country Manager Pfizer Indonesia & Hongkong.

Ada pula Jennifer M. Young selaku Senior Director, Emerging Asia Policy & Public Affairs Pfizer, Bambang Chriswanto selaku Policy and Public Affairs Director Pfizer Indonesia, Prof. Dr. Sangkot Marzuki, Anggota Komisi Ilmu Kedokteran, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. selaku Direktur Sumber Daya Manusia Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek, komunitas ilmuwan dan akademisi, serta pemenang Pfizer Biotech Fellowship. 

1. Apa sih Pfizer Biotech Fellowship itu?

Telah Berakhir, Pfizer Umumkan 8 Pemenang Pfizer Biotech FellowshipPfizer Biotech Fellowship Award Ceremony. Selasa (23/11/2021). (IDN Times/Annisa Nisrina)

Pfizer Biotech Fellowship merupakan program fellowship yang diprakarsai oleh Pfizer Indonesia. Program ini bertujuan untuk membawa perkembangan bioteknologi kesehatan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi melalui pendidikan dan penelitian. Selama dibuka, terdapat total 125 partisipan mahasiswa dan tenaga pengajar yang mengikuti program ini.

Pfizer Biotech Fellowship dibuka untuk mahasiswa S1 dan S2 serta dosen. Program ini dimaksudkan untuk memungkinkan mahasiswa bioteknologi kesehatan Indonesia yang memenuhi syarat untuk menerima pembinaan dan bimbingan dari para ahli, paparan komunitas peneliti internasional, dan hibah untuk mendukung pendidikan atau penelitian mereka. 

2. Pfizer Biotech Fellowship diharapkan bisa majukan sektor bioteknologi Indonesia yang masih sangat tertinggal

Telah Berakhir, Pfizer Umumkan 8 Pemenang Pfizer Biotech FellowshipPfizer Biotech Fellowship Award Ceremony. Selasa (23/11/2021). (IDN Times/Annisa Nisrina)

Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunawan, menyebutkan bahwa berdasarkan Global Technology Innovation Score 2019, sektor bioteknologi indonesia menempati posisi 52 dari 54 negara. Salah satu alasannya adalah masih rendahnya sumber daya manusia di bidang ini.

Prof. Dr. Sangkot Marzuki menambahkan bahwa ekosistem penelitian di Indonesia masih jauh dari mendukung perkembangan sains. “Kesenjangan yang semakin besar antara penelitian internasional dan domestik memengaruhi kemampuan negara untuk memanfaatkan basis pengetahuan global, yang pada gilirannya berdampak pada perkembangan ilmiah nasional,” jelasnya. 

Untuk itu, Budi berharap melalui program fellowship ini, mahasiswa bisa menciptakan inovasi di bidang bioteknologi kesehatan. “Ke depannya inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan masukan dalam penyusunan road map bioteknologi kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

3. Terdapat 3 pemenang pada kategori undergraduate

Telah Berakhir, Pfizer Umumkan 8 Pemenang Pfizer Biotech FellowshipPemenang kategori undergraduate Pfizer Biotech Fellowship. (dok. Pfizer Indonesia)

Kategori undergraduate merupakan kategori yang terbuka untuk mahasiswa S1. Pada kategori ini, peserta berbentuk tim yang terdiri dari tiga orang. Dari 5 tim yang masuk ke dalam nominasi, terdapat 3 tim terbaik yang terpilih dengan detail sebagai berikut:

  1. Tim Humboldt (Devina Checylia Setiawan, Velecia Salim, Wenny Novella) dari Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L) dengan karya berjudul “Pembangunan Labspace untuk Mendukung Perkembangan Bioteknologi Medis di Indonesia”
  2. Tim Unlocked (Deby Cyntia Chandra, Jessica Renata Wijaya Tumboimbela, Reza Hanun Alyaa) dari Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L) dengan karya berjudul “Tiga Kunci Imperatif Sebagai Pondasi Produksi Primer Sebagai Bahan Baku PCR di Indonesia: Penelitian dan Pengembangan, Infrastruktur, dan Komersialisasi”
  3. Tim Zip Your Genes (Vania Austine Callista Timotius, Christa Anggelia Sulistio, Nathania Calista Putri) dari Universitas Pelita Harapan dengan karya berjudul “Pencegahan dan Pengobatan Thalasemia Beta Mayor di Indonesia dengan Menggunakan Bioteknologi”

Baca Juga: Pfizer Adakan Fellowship Berhadiah Dana Pendidikan Puluhan Juta Rupiah

4. Sementara pada kategori graduate, terdapat 5 pemenang

Telah Berakhir, Pfizer Umumkan 8 Pemenang Pfizer Biotech FellowshipPfizer Biotech Fellowship Award Ceremony. Selasa (23/11/2021). (IDN Times/Annisa Nisrina)

Kategori graduate adalah kategori yang terbuka untuk mahasiswa program magister atau S2. Peserta dapat mengajukan dana penelitian untuk riset dengan membuat proposal penelitian dan membawa surat rekomendasi dari universitas. Detail pemenang kategori ini adalah sebagai berikut:

  1. Indriana Pratiwi dari Universitas Gadjah Mada – “Terapi Mikrorna MIMIC-miR-143-3P Terenkapsulasi Eksosom Terhadap Gen K-RAS pada Triple Negative Breast Cancer”
  2. Denny Nyotohadi dari Universitas Surabaya – “Aktivitas Biosurfaktan Probiotik Multi Strain untuk Penanganan Covid-19”
  3. Alfandy Hermansyah dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya – “Kloning Gen Penyandi Cathelicidin dari Kodok Buduk (Duttaphrynus melanostictus) pada Bakteri Escherichia coli”
  4. Leny Yulia Widia Sari dari Universitas Jember – “Uji Toksisitas Akut Protein Rekombinan DBL2β-PFEMP1 sebagai Kandidat Vaksin Malaria Berbasis Peptida”
  5. Nurul Istinaroh dari Universitas Jember – “Respon Imun Seluler dan Humoral Terhadap Protein Rekombinan CIDR1α-PfEMP1 Isolat Indonesia sebagai Kandidat Vaksin Malaria Berbasis Peptida”

5. Selain untuk mahasiswa, terdapat program Training of Trainers untuk dosen dan peneliti

Telah Berakhir, Pfizer Umumkan 8 Pemenang Pfizer Biotech FellowshipPfizer Biotech Fellowship Award Ceremony. Selasa (23/11/2021). (IDN Times/Annisa Nisrina)

Khoirul Amin dari Pfizer Indonesia menjelaskan bahwa Pfizer Biotech Fellowship juga memberikan program peningkatan kapasitas untuk dosen dan peneliti bioteknologi kesehatan. “Program ini meliputi pelatihan menulis, public speaking, dan juga kesempatan bertukar pikiran dengan komunitas peneliti dan praktisi nasional dan internasional,” ujar Khoirul.

Prof. Dr. Sangkot Marzuki merasa bahwa program Training of Trainers ini akan bermanfaat bagi kemajuan bioteknologi Indonesia, melalui diskusi dengan para pakar dari dalam negeri dan luar negeri. 

“Pelatihan capacity building untuk para dosen dan peneliti di bidang bioteknologi kesehatan sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya penelitian, memungkinkan dosen dan peneliti dari perguruan tinggi untuk berdiskusi mengenai kebijakan publik dalam pengembangan bioteknologi kesehatan,” jelasnya.

Itu dia 5 poin penting dari Pfizer Biotech Fellowship yang diselenggarakan oleh Pfizer Indonesia. Semoga dengan terselenggaranya dan terpilihnya para pemenang, sektor bioteknologi kesehatan Indonesia jadi semakin maju ya!

Baca Juga: Dukung Kemajuan Sains, L'Oréal Berikan Fellowship ke Ilmuwan Perempuan

Topic:

  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya