Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Ijazah Blockchain yang Diterima Pratama Arhan?
Bek Bangkok United Pratama Arhan saat memaparkan hasil skripsinya di hadapan para penguji. (IDN Times/Dok Humas Udinus)

  • Ijazah berbasis blockchain menyimpan data secara digital dengan sistem kriptografi, membuatnya aman, transparan, dan sulit dipalsukan tanpa perlu legalisir manual.
  • Pratama Arhan menjadi lulusan pertama Universitas Dian Nuswantoro yang akan menerima ijazah blockchain setelah menyelesaikan skripsinya tentang strategi pemasaran sepatu sepak bola Mizuno.
  • Udinus menjadi universitas pertama di Indonesia yang menerapkan 100 persen ijazah berbasis blockchain melalui kerja sama dengan Dubai Blockchain Center dan Sealbound UAE.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Teknologi semakin berkembang pesat dan menghadirkan beragam inovasi baru. Salah satunya adalah ijazah berbasis blockchain. Kabarnya, pesepakbola Pratama Arhan menjadi lulusan pertama dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang akan menerima ijazah blockchain.

Teknologi ini merupakan solusi dari permasalahan ijazah asli yang rentan mengalami pemalsuan. Ijazah blockchain memiliki sistem yang berbeda dengan ijazah konvensional. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ijazah blockchain?

1. Apa itu ijazah blockchain?

ilustrasi ijazah (Pexels/Pavel Danilyuk)

Dilansir Universitas Negeri Surabaya, ijazah dengan teknologi blockchain memiliki sistem pengarsipan yang lebih aman. Data ijazah tersimpan secara digital sehingga tidak mudah dipalsukan atau diubah isinya. Ijazah tidak lagi berbentuk kertas, melainkan disimpan secara digital sehingga pihak berwenang bisa langsung mengaksesnya tanpa perlu dokumen fisik.

Ijazah blockchain akan direkam dalam suatu jaringan yang menggunakan sistem kriptogradi. Hasilnya permanen, transparan, dan sulit untuk dimanipulasi. Dengan adanya teknologi ini, verifikasi pun bisa dilakukan secara instan tanpa perlu legalisir manual.

2. Arhan bakal jadi lulusan pertama Udinus dengan ijazah blockchain

potret Arhan selesaikan sidang skripsi (dinus.ac.id)

Dilansir laman resmi Universitas Dian Nuswantro (Udinus), Pratama Arhan dikabarkan telah menyelesaikan sidang hasil skripsi. Arhan mengangkat skripsi berjudul ‘Peran Brand Ambassador, Social Media Marketing, dan Brand Familiarity dalam Meningkatkan Penjualan pada Sepatu Sepak Bola Mizuno’.

Berdasarkan data Biro Akademik Udinus, Arhan disebut dapat mengikuti wisuda pada April 2026. Arhan dan angkatannya akan menjadi lulusan Udinus pertama yang menggunakan sistem ijazah blockchain.

“Sistem ini menjawab tantangan era digital, di mana risiko pemalsuan dokumen semakin tinggi. Dengan teknologi blockchain, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekadar lembaran kertas, tetapi memiliki rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah,” terang Prof. Pulung selaku Rektor Udinus dalam laman resmi Udinus.

3. Udinus jadi universitas pertama di Indonesia yang menerapkan 100 persen ijazah berbasis blockchain

Pratama Arhan menjalani ujian skripsi dengan mengambil tema besar tentang penjualan sepatu Mizano. (IDN Times/Dok Humas Udinus)

Udinus resmi menjadi universitas pertama yang menerapkan sistem ijazah berbasis blockchain. Hal ini ditandai dengan peresmian Indonesia Blockchain Center (IBC) Chapter Udinus. Fasilitas itu berangkat dari kerja sama antara Udinus dengan Dubai Blockchain Center dan IBC serta Sealbound UAE melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) saat kegiatan Pengukuhan 3 Guru Besar Udinus.

Nantinya, lulusan akan mendapatkan ijazah yang datanya transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Implementasi ini bertujuan untuk memastikan keaslian ijazah, mencegah pemalsuan, dan memudahkan verifikasi skala global.

Itulah ulasan sekilas mengenai apa itu ijazah blockchain. Seiring perkembangan teknologi, ijazah blockchain merupakan jawaban untuk permasalahan mengenai keaslian ijazah asli.

Editorial Team