Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa yang Harus Dilakukan saat Situasi Darurat dalam Kereta?

Apa yang Harus Dilakukan saat Situasi Darurat dalam Kereta?
Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban kecelakaan KRL dan kereta cepat jarak jauh Argo Bromo Anggrek 4 di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)

Situasi darurat di dalam kereta bisa terjadi kapan saja, mulai dari berhenti mendadak, kebakaran, hingga tabrakan seperti halnya tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Kondisi seperti ini tentu bisa membuat panik jika kamu tidak tahu harus berbuat apa. Padahal, keputusan yang diambil dalam hitungan detik bisa sangat menentukan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Menurut panduan keselamatan transportasi, kesiapan dan respons cepat sangat berpengaruh terhadap tingkat risiko dalam keadaan darurat. “Tingkat kesiapan akan langsung memengaruhi besar kecilnya dampak bahaya,” sebagaimana yang dijelaskan dalam pedoman keselamatan transportasi rel Federal Transit Administration U.S. Department of Transportation. Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah dasar yang bisa kamu lakukan.

1. Cara evakuasi saat kereta berhenti mendadak

ilustrasi naik kereta di Jepang (unsplash.com/Francesco Ungaro)
ilustrasi naik kereta di Jepang (unsplash.com/Francesco Ungaro)

Saat kereta berhenti mendadak, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tetap tenang dan tidak panik. Biasanya, petugas akan memberikan instruksi melalui pengeras suara. Dengarkan dengan saksama dan jangan terburu-buru keluar tanpa arahan karena bisa berbahaya.

Dalam kondisi darurat, evakuasi yang paling aman biasanya dilakukan menuju stasiun terdekat, bukan langsung turun di jalur rel. Dalam Federal Transit Administration U.S. Department of Transportation, pedoman keselamatan menyebutkan bahwa evakuasi terbaik adalah memindahkan penumpang ke area aman seperti stasiun atau titik evakuasi resmi.

Selain itu, jika harus turun dari kereta, pastikan kamu menjauh dari jalur rel dan potensi bahaya lain seperti listrik atau kereta lain. Segera menjauh dari bahaya seperti api atau struktur tidak stabil menjadi langkah penting dalam kondisi darurat.

Lebih lanjut menurut pengacara pengacara litigasi dan personal injury Stewart Eisenberg, cara terbaik untuk melarikan diri dari kecelakaan kereta api seringkali melalui jendela. Namun, jika memungkinkan untuk mencapai pintu keluar dengan aman, kamu harus melakukannya.

"Jika kamu mencapai pintu keluar dan belum dibuka oleh masinis kereta, karyawan transit lain, atau petugas tanggap darurat, carilah petunjuk pintu keluar darurat di dekat pintu, yang seharusnya menjelaskan cara membukanya secara manual," tambah Eisenberg dikutip dari Eisenberg Winkler Jeck Schwartz Schoenhaus & Sherry, P.C.

2. Posisi aman saat benturan

ilustrasi naik kereta (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi naik kereta (pexels.com/Anna Shvets)

Jika kamu merasakan potensi benturan atau kecelakaan, posisi tubuh sangat berpengaruh pada risiko cedera. Usahakan untuk duduk dan menunduk, lindungi kepala dengan tangan atau benda empuk seperti tas.

Posisi terbaik adalah menempelkan tubuh ke kursi dengan kepala sedikit menunduk. Ini membantu mengurangi dampak lemparan ke depan saat terjadi benturan. Prinsipnya adalah meminimalkan gerakan tubuh saat benturan terjadi.

"Tempat teraman di dalam kereta selama kecelakaan adalah bagian tengah kereta.Karena jika terjadi tabrakan depan atau tabrakan belakang, kerusakan akan lebih besar di lokasi tersebut. Bagian tengah kereta adalah tempat teraman bagi orang-orang," jelas Eisenberg.

Selain itu, secara umum panduan keselamatan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan tubuh dan menghindari berdiri saat kondisi tidak stabil. Cedera sering terjadi karena tubuh terlempar akibat kehilangan keseimbangan, bukan hanya karena benturan itu sendiri.

3. Barang apa yang sebaiknya selalu dibawa

Ilustrasi Senter Kecil (Pexels.com/Francesco Paggiaro)
Ilustrasi Senter Kecil (Pexels.com/Francesco Paggiaro)

Saat bepergian dengan kereta, ada beberapa barang penting yang sebaiknya selalu kamu bawa. Misalnya, ponsel dengan baterai cukup, power bank, air minum, dan obat pribadi jika diperlukan. Selain itu, senter kecil dan masker juga bisa sangat membantu dalam kondisi darurat, terutama jika terjadi gangguan listrik atau asap.

Dalam pedoman keselamatan Federal Transit Administration juga menyebutkan bahwa perlengkapan darurat seperti alat penerangan sangat penting untuk membantu evakuasi. Jangan lupa membawa identitas diri dan kontak darurat. Ini akan memudahkan proses penanganan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, baik untuk kamu maupun petugas.

4. Pentingnya mengikuti instruksi petugas

ilustrasi naik kereta di Jepang (unsplash.com/Nikolay Likomanov)
ilustrasi naik kereta di Jepang (unsplash.com/Nikolay Likomanov)

Dalam situasi darurat, petugas kereta sudah dilatih untuk menangani berbagai kemungkinan. Karena itu, mengikuti instruksi mereka adalah hal yang paling aman dibanding mengambil keputusan sendiri. Petugas biasanya sudah memiliki prosedur standar, mulai dari komunikasi, evakuasi, hingga koordinasi dengan tim penyelamat.

Menurut Federal Transit Administration, sistem ini dibuat untuk memastikan semua penumpang bisa keluar dengan aman dan teratur. Mengabaikan instruksi justru bisa memperburuk situasi, misalnya menyebabkan kepanikan massal atau menghambat proses evakuasi. Jadi, meskipun situasi terasa menegangkan, tetaplah patuh pada arahan resmi.

5. Tetap tenang dan utamakan keselamatan diri

Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban kecelakaan KRL dan kereta cepat jarak jauh Argo Bromo Anggrek 4 di Stasiun Bekasi Timur, Senin m
Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban kecelakaan KRL dan kereta cepat jarak jauh Argo Bromo Anggrek 4 di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)

Hal yang sering dianggap sepele tapi sangat penting adalah menjaga ketenangan. Panik hanya akan membuat kamu sulit berpikir jernih dan bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dalam banyak kasus kecelakaan, korban justru mengalami cedera tambahan karena keputusan terburu-buru.

Tetap fokus, tarik napas dalam, dan lakukan langkah yang paling aman sesuai situasi. Selain itu, setelah berhasil keluar dari kereta, segera cari tempat aman dan lakukan pengecekan kondisi tubuh. Bahkan jika merasa baik-baik saja, tetap disarankan untuk memeriksa kondisi kesehatan karena beberapa cedera tidak langsung terasa.

Situasi darurat di dalam kereta memang tidak bisa diprediksi, tetapi kamu bisa mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang tepat. Dengan memahami cara evakuasi, posisi aman, serta barang penting yang harus dibawa, kamu bisa mengurangi risiko secara signifikan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More

5 Cara Jadi Tokoh Utama dalam Hidupmu Sendiri

28 Apr 2026, 09:31 WIBLife