Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Nyepi Boleh Main HP? Tetap Pegang atau Harus Tenang?

Apakah Nyepi Boleh Main HP? Tetap Pegang atau Harus Tenang?
bermain hp sebelum tidur (pexels.com/Ron Lach)

Hari Raya Nyepi identik dengan suasana sunyi dan tenang. Pada hari ini, umat Hindu di Bali menjalankan berbagai pantangan sebagai bentuk perenungan diri dan menghormati alam semesta. Aktivitas sehari-hari yang biasanya ramai menjadi berhenti sejenak, termasuk bepergian, bekerja, hingga hiburan.

Karena itu, banyak orang yang bertanya-tanya tentang hal-hal kecil yang biasa dilakukan, salah satunya adalah menggunakan ponsel. Pertanyaan seperti apakah Nyepi boleh main HP sering muncul, terutama bagi orang yang tidak merayakannya atau yang sedang berada di Bali saat Nyepi berlangsung.

1. Tahapan perayaan Nyepi

Ilustrasi masyarakat Bali (pexels.com/Photo by el jusuf)
Ilustrasi masyarakat Bali (pexels.com/Photo by el jusuf)

Perayaan Nyepi tidak hanya berlangsung dalam satu hari saja. Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Buleleng Bagian Organisasi, ada beberapa tahapan upacara yang dijalankan oleh umat Hindu sebelum Hari Raya Nyepi tiba. Setiap tahapan memiliki makna penting yang berkaitan dengan penyucian diri, lingkungan, serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual.

Melasti

Dua hingga tiga hari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan upacara penyucian yang disebut Melasti, yang juga dikenal dengan nama Melis atau Mekiyis. Dalam prosesi ini, berbagai perlengkapan persembahyangan dari pura diarak menuju pantai atau danau. Tempat tersebut dipilih karena dipercaya sebagai sumber air suci atau tirta amerta yang mampu membersihkan segala bentuk kotoran atau ketidaksucian, baik yang ada pada diri manusia maupun di alam sekitar.

"Upacara Melasti atau labuhan bertujuan membersihkan berbagai kepapan lahir dan batin serta mengambil air kehidupan atau 'angamet tirtha kaman dalu ring telengin segara', guna menyucikan diri secara lahir dan batin," terang Drs. I Nyoman Warta, M.Hum Ketua PHDI DIY dikutip dari laman Kemenag.

Tawur

Tawur atau pecaruan merupakan upacara yang bertujuan untuk menetralisir dan menyucikan unsur Buta Kala serta menghilangkan berbagai bentuk kekotoran yang ada. Melalui upacara ini diharapkan segala hal yang bersifat negatif dapat dihapuskan.

Pengerupukan

Setelah upacara mecaru, dilanjutkan dengan tahap pengerupukan. Pada tahap ini dilakukan berbagai kegiatan seperti menaburkan nasi tawur, menyalakan obor di sekitar rumah dan pekarangan, menyemburkan mesiu, serta memukul benda-benda hingga menimbulkan suara ramai, misalnya kentongan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengusir Buta Kala dari rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Di Bali, pengerupukan biasanya juga dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh, yaitu patung besar yang melambangkan wujud Buta Kala. Ogoh-ogoh tersebut diarak keliling lingkungan lalu dibakar sebagai simbol mengusir energi negatif dari sekitar tempat tinggal.

2. Puncak perayaan Nyepi

Ilustrasi masyarakat Bali (unsplash.com/Photo by Polina Kuzovkova)
Ilustrasi masyarakat Bali (unsplash.com/Photo by Polina Kuzovkova)

Pada pinanggal pisan, sasih kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi yang sesungguhnya. Pada hari ini suasana menjadi sangat sunyi, seolah-olah kehidupan berhenti sejenak. Tidak ada aktivitas seperti biasanya. Pada momen ini umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari:

  • Amati geni: Tidak menyalakan atau menggunakan api serta menahan diri dari hal-hal yang membangkitkan hawa nafsu.
  • Amati karya: Tidak melakukan pekerjaan atau aktivitas kerja.
  • Amati lelungan: Tidak melakukan perjalanan atau keluar rumah.
  • Amati lelanguan: Tidak menikmati hiburan atau kesenangan, termasuk menahan diri dari makan dan minum.

Selain itu, bagi yang mampu juga menjalankan tapa, brata, yoga, dan semadhi sebagai bentuk pengendalian diri dan perenungan. Sepanjang hari Nyepi, umat Hindu benar-benar menghentikan aktivitas sehari-hari. Lingkungan menjadi sangat tenang dan sunyi, bahkan sering digambarkan seperti kota yang tidak berpenghuni.

Lampu-lampu tidak dinyalakan dan semua orang tetap berada di rumah. Keheningan ini melambangkan awal baru yang bersih, seperti membuka lembaran putih untuk memulai kehidupan yang lebih baik.

Rangkaian terakhir dalam perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada pinanggal ping kalih (tanggal 2) sasih kedasa (bulan ke-10). Hari ini merupakan hari kedua dalam tahun baru Saka.

Pada hari tersebut umat Hindu melaksanakan Dharma Shanti bersama keluarga besar maupun tetangga. Mereka saling bersyukur, saling mengunjungi, serta meminta dan memberi maaf satu sama lain sebagai tanda memulai tahun baru dengan hati yang bersih.

Makna utama dari Dharma Shanti berlandaskan pada filosofi Tattwamasi yang mengajarkan bahwa semua manusia pada dasarnya adalah ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa. Karena itu, setiap orang diharapkan dapat saling menghargai, menyayangi, dan memaafkan kesalahan satu sama lain. Dengan sikap tersebut, kehidupan diharapkan dapat berjalan dalam suasana yang rukun, damai, dan penuh kebersamaan.

"Kesucian, kebersihan, keharmonisan dan keserasian hidup serta kelestarian, ketiga unsur Tri Hita Karana ini merupakan prasarat untuk meningkatkan kualitas hidup, bersama-sama introsfeksi diri sendiri dan mendengarkan bisikan hati nurani, diri pribadi yang jujur dan murni, bersih dari berbagai sifat negatif, seperti permusuhan, dengki, keserakahan, sombong, dan sebagainya," jelas I Nyoman Warta.

3. Apakah Nyepi boleh main HP?

ilustrasi wanita sedang bermain hp (pexels.com/mikoto.raw Photographer)
ilustrasi wanita sedang bermain hp (pexels.com/mikoto.raw Photographer)

Jadi, Apakah Nyepi boleh main HP? Jika melihat dari berbagai aturan maupun tahapan yang sudah dijelaskan sebelumnya, bermain HP/internet saat melaksanakan ritual Nyepi tidak disarankan atau diperbolehkan. Hal ini karena Hari Raya Nyepi merupakan waktu bagi umat Hindu untuk menenangkan diri, melakukan perenungan, dan mengendalikan berbagai keinginan duniawi.

Penggunaan HP atau internet dikhawatirkan dapat mengganggu suasana hening yang menjadi inti dari perayaan Nyepi. Selain itu, aktivitas seperti bermain media sosial, menonton video, atau berkomunikasi secara aktif melalui ponsel dianggap tidak sejalan dengan tujuan hari yang diisi dengan ketenangan dan refleksi diri.

Meski begitu, dalam praktiknya ada beberapa kondisi tertentu yang membuat seseorang tetap menggunakan HP, misalnya untuk keperluan penting atau keadaan darurat. Namun secara umum, selama Nyepi masyarakat diharapkan mengurangi bahkan menghentikan penggunaan perangkat elektronik agar suasana sunyi dan khidmat dapat benar-benar terjaga.

Jadi, apakah Nyepi boleh main HP? Secara umum sebenarnya tidak diperbolehkan jika kamu sedang melakukan ritual Nyepi. Tapi, hal yang lebih penting adalah menghargai makna hari tersebut, yaitu untuk menenangkan diri, mengurangi aktivitas, dan memberi ruang bagi refleksi. Jika pun menggunakan ponsel, sebaiknya dilakukan dengan bijak dan tidak mengganggu suasana hening yang menjadi inti perayaan Nyepi.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us