ilustrasi penyandang disabilitas (pexels.com/SHVETS production)
Banyak istilah yang dianggap biasa dalam percakapan sehari-hari sebenarnya berasal dari kondisi disabilitas dan dipakai secara negatif, seperti menyebut "cacat" atau "buta" . Kata-kata ini dipakai tanpa maksud menyakiti, tapi tetap memperkuat anggapan bahwa kondisi disabilitas identik dengan sesuatu yang buruk atau kurang. Lama-lama, ini membentuk cara pikir bahwa disabilitas adalah kekurangan yang pantas dijadikan bahan bercanda.
Perubahan kecil dalam pemilihan kata sebenarnya bisa berdampak besar untuk cara orang memandang disabilitas secara umum. Bukan berarti harus jadi terlalu hati-hati sampai canggung, tapi cukup sadar bahwa kata yang dipilih turut membentuk persepsi orang banyak. Kesadaran disabilitas dimulai dari hal sederhana seperti ini, jauh sebelum bicara soal kebijakan atau fasilitas yang lebih besar.
Pada akhirnya, kesadaran disabilitas bukan soal seberapa sering kita menunjukkan simpati, tapi seberapa mau kita mendengar apa yang sebenarnya dibutuhkan tanpa berasumsi duluan. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele ternyata yang paling sering bikin penyandang disabilitas merasa tidak benar-benar dilihat sebagai individu yang setara. Jadi, sudah berapa kali kita memberi bantuan yang tepat bagi mereka?