Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Ada Kerjaan yang Tidak Membosankan? Pikirkan sebelum Resign

Apakah Ada Kerjaan yang Tidak Membosankan? Pikirkan sebelum Resign
ilustrasi melamun (pexels.com/Micaela Bassa)
Intinya Sih
  • Kebosanan dalam pekerjaan muncul karena rutinitas berulang dan minim perubahan, hal ini wajar dialami siapa pun meski bekerja sesuai passion.
  • Menuruti rasa bosan tanpa pertimbangan bisa menghambat perkembangan karier, namun mengabaikannya terus-menerus juga dapat menurunkan semangat dan kinerja.
  • Cara pandang positif terhadap rutinitas serta mencari selingan di sela kesibukan membantu menikmati pekerjaan sambil menentukan waktu tepat untuk resign secara bijak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bagaimana perasaanmu terkait pekerjaan? Banyak orang menganggapnya jelas tidak sama dengan aktivitas lain seperti main, piknik, bersantai di rumah, dan sebagainya. Bekerja itu membosankan. Bikin capek dan hasilnya terasa tidak sebanding dengan effort yang dikeluarkan.

Dari sini sering kali muncul keinginan untuk berhenti bekerja. Kalaupun gak sampai resign, kamu sudah terlihat ogah-ogahan dalam bekerja. Dirimu mulai membayangkan pekerjaan-pekerjaan lain yang sepertinya lebih menyenangkan.

Seperti fotografer pemandangan alam yang bisa sekalian jalan-jalan, penulis novel yang bebas berimajinasi, dan sebagainya. Namun, sebenarnya ada gak, sih, kerjaan yang tidak membosankan? Jangan-jangan, bayanganmu terlalu sempurna untuk menjadi nyata.

1. Semua hal yang terus berulang sangat mungkin menyebabkan kebosanan

pekerja konstruksi
ilustrasi pekerja konstruksi (pexels.com/ERFIN EKARANA)

Penyebab utama dari setiap rasa bosan adalah pengulangan dalam waktu lama. Ini tidak hanya berlaku dalam pekerjaan. Di setiap hal pun sama. Misalnya, anak yang berlatih piano pasti bosan sekali saat harus mencoba menekan tuts yang itu-itu saja sampai lancar dan suara yang dihasilkan pas.

Baru geser ke tuts lain dan seterusnya. Ketika kamu dulu bersekolah, kamu juga bosan setiap hari berangkat ke sekolah, duduk mengikuti pelajaran hingga bel istirahat, lalu duduk lagi sampai jam pulang. Dirimu melakukannya nyaris setiap hari selama bertahun-tahun.

Rasa bosan sangat wajar. Demikian pula terkait pekerjaan. Bekerja 1 atau 2 tahun saja dapat terasa seperti puluhan tahun. Apalagi kalau masa kerjamu lebih lama dan tidak ada perubahan signifikan dalam tugas-tugas harianmu. Seperti kamu, ajeg di bagian keuangan atau penjualan.

2. Menuruti setiap rasa bosan bisa menghambat perkembangan diri

bekerja pagi buta
ilustrasi bekerja pagi buta (pexels.com/GetCreative Conmigo)

Ada dua arah dalam hal ini yang perlu dipahami dan diantisipasi olehmu. Kadang mengikuti rasa bosan bisa membawamu menemukan jalan baru dalam hidup. Misalnya, kamu mengundurkan diri dari pekerjaan yang terasa sangat monoton.

Dirimu tak lagi merasakan perkembangan skill serta terjebak dalam tugas itu-itu saja sampai kamu seperti robot. Di luar kamu barangkali bisa menemukan banyak kesempatan buat berkembang. Hari-harimu kembali dipenuhi semangat.

Namun, apabila kamu gampang sekali merasa bosan, kemudian menurutinya justru bikin stuck. Contoh, tiap dirimu baru beberapa bulan bekerja di level entry telah merasa jenuh. Kamu pindah kerja pun kemungkinan besar ditempatkan di posisi yang kurang lebih sama. Tak lantas dirimu menjadi manajer sebab pengalaman dan kompetensimu dinilai masih kurang untuk itu.

3. Cara pandang terhadap rutinitas juga memengaruhi kebosanan

perajin kaligrafi
ilustrasi perajin kaligrafi (pexels.com/mori dad)

Apa yang kamu pikirkan tentang sesuatu akan memengaruhi perasaanmu. Kalau dirimu selalu berpikir bekerja hanya memperkaya bosmu, tentu lebih mudah untukmu merasa jenuh. Kamu merasa hanya diperalat.

Padahal kalau dipikir lebih jernih, karyawan juga dapat membangun kekayaan menggunakan pendapatannya. Sebagian kecil penghasilan buat investasi emas atau reksadana. Atau, untuk modal usaha sehingga pemasukanmu dobel.

Begitu pula pemikiran orang-orang yang enak banget bisa sering berlibur seolah-olah tak perlu bekerja. Sedang hidup, matimu seakan-akan berada di kantor. Faktanya, tak sedikit orang tetap bekerja sambil berlibur. Sampai-sampai kadang suasana liburannya kurang terasa, padahal mereka telah mengeluarkan banyak uang.

4. Pandai-pandai mencari selingan di antara kesibukan

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/iam hogir)

Lantaran semua pekerjaan dapat menyebabkan kebosanan, lebih baik kamu fokus ke strategi biar lebih bisa menikmatinya. Caranya, cari selingan di sela-sela kesibukan. Bila perlu tak usah menunggu akhir pekan.

Sebab bagian paling membosankan dalam bekerja malah dari Senin sampai Jumat. Artinya, selingan sebaiknya ada di hari-hari itu juga. Kamu boleh membawa mainan rakitan ke kantor yang ukurannya tidak besar.

Saat jam istirahat, gunakan sebagian waktumu buat bermain. Cara ini lebih efektif ketimbang sekadar scrolling. Bila dirimu menggulir media sosial dan mendapati keluhan orang tentang pekerjaan mereka, rasa bosanmu malah menjadi berlipat-lipat. Kamu juga dapat membaca buku fiksi favorit sehingga seakan-akan punya dunia baru untuk dimasuki.

5. Bila akan resign perlu ada faktor yang lebih prinsip

perajin gerabah
ilustrasi perajin gerabah (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Bertahan terus, padahal rasa bosan pada pekerjaan sudah begitu hebat, juga tak dianjurkan. Jangan sampai dirimu depresi atau kinerja yang terus memburuk merugikan kantor. Jalan tengahnya memang kamu mengajukan pengunduran diri.

Hanya saja, sebaiknya motivasimu buat resign tidak semata-mata karena rasa bosan yang gak jelas penyebabnya. Perlu ada faktor lain yang lebih penting supaya keputusanmu tepat.

Contoh, dirimu sudah berkali-kali minta dipindah ke bagian lain yang lebih cocok dengan keahlianmu, tapi gak dikasih kesempatan sedikit pun. Atau, kamu telah berulang-ulang meminta perbaikan sistem supaya pekerjaan lebih lancar, tetapi tidak direspons. Dirimu menjadi merasa tak dihargai dan hanya dipaksa terus menjalankan tugas-tugas. Padahal, masukannya baik untuk tempat kerja.

Kerjaan yang tidak membosankan sepertinya gak ada di dunia ini, dikarenakan pekerjaan yang dilakukan secara rutin lama-kelamaan juga akan membosankan. Bahkan saat dirimu bekerja sesuai passion, pasti bisa bosan juga. Kamu perlu tahu kapan harus melawan rasa bosan itu atau sudah waktunya berkemas dan menjajal hal-hal baru di luar sana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More