Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Buku Favorit Daisy Edgar-Jones, Wajib Masuk Daftar Bacaan!

5 Buku Favorit Daisy Edgar-Jones, Wajib Masuk Daftar Bacaan!
Daisy Edgar-Jones dalam Normal People (dok. Hulu/Normal People)
Intinya Sih
  • Daisy Edgar-Jones, aktris asal Inggris, dikenal memiliki selera bacaan yang beragam dari novel romantis hingga karya klasik yang menggambarkan emosi manusia secara mendalam.
  • Lima buku favoritnya meliputi Normal People, Just Kids, The Hunger Games, Girl, Woman, Other, serta Romeo and Juliet yang masing-masing punya makna emosional dan inspiratif baginya.
  • Daftar bacaan ini mencerminkan ketertarikan Daisy pada kisah tentang hubungan manusia, seni, identitas, dan cinta yang kuat dalam berbagai latar budaya serta waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dikenal lewat berbagai peran emosional di layar kaca dan film, Daisy Edgar-Jones ternyata juga punya selera bacaan yang menarik. Aktris asal Inggris ini sering membagikan buku-buku favoritnya dalam wawancara maupun di media sosial. Dari novel romantis yang menyentuh hingga karya sastra klasik abadi, daftar bacaannya menunjukkan ketertarikannya pada cerita yang kompleks.

Bagi pencinta buku, melihat rekomendasi bacaan dari seorang aktor sering kali jadi cara seru menemukan judul baru. Buku-buku yang disukai Daisy bukan hanya populer, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam. Kalau kamu sedang mencari bacaan baru yang emosional atau penuh drama, lima buku favorit Daisy Edgar-Jones berikut bisa jadi pilihan tepat, lho!

1. Normal People – Sally Rooney

Normal People
Normal People (dok. Goodreads)

Normal People punya tempat spesial bagi Daisy, karena ia memerankan karakter Marianne dalam adaptasi serial televisinya. Novel ini menceritakan hubungan rumit antara Connell dan Marianne, dua remaja dari kota kecil di Irlandia yang memiliki latar belakang sosial berbeda. Connell populer di sekolah, sementara Marianne cenderung tertutup dan dianggap aneh oleh teman-temannya.

Cerita mereka berkembang dari percakapan canggung menjadi hubungan yang penuh tarik-menarik emosional. Sepanjang bertahun-tahun, keduanya terus saling menemukan dan kehilangan satu sama lain. Novel karya Sally Rooney ini banyak dipuji karena menggambarkan koneksi manusia dengan cara sangat realistis, hal yang juga membuat Daisy merasa kisah ini begitu kuat.

2. Just Kids – Patti Smith

Just Kids
Just Kids (dok. HarperCollinsPublishers)

Memoar ini ditulis oleh musisi sekaligus seniman legendaris Patti Smith. Dalam Just Kids, ia menceritakan masa mudanya di New York pada akhir 1960-an dan awal 1970-an bersama fotografer terkenal Robert Mapplethorpe. Buku ini menggambarkan kehidupan para seniman muda yang mencoba bertahan sambil mengejar mimpi di tengah dunia seni yang penuh gairah.

Daisy pernah mengatakan bahwa buku ini membuatnya ingin menelusuri semua referensi seni dan musik yang disebutkan di dalamnya. Kisah tentang kehidupan di Chelsea Hotel, tempat berkumpulnya banyak seniman besar, terasa seperti potret yang penuh kreativitas. Bagi pembaca yang tertarik pada sejarah seni dan perjalanan menjadi seorang seniman, buku ini sangat inspiratif.

3. The Hunger Games – Suzanne Collins

The Hunger Games
Hunger Games (dok. Suzanne Collins Books

Meskipun dikenal sebagai novel distopia penuh aksi, The Hunger Games juga punya unsur romansa yang membuatnya semakin menarik. Ditulis oleh Suzanne Collins, cerita ini berlatar di negara fiksi Panem, di mana pemerintah memaksa anak-anak dari berbagai distrik untuk bertarung sampai mati dalam sebuah acara televisi brutal.

Di tengah dunia yang kejam itu, hubungan antara karakter utama menghadirkan sisi emosional yang kuat. Itulah alasan mengapa Daisy menyebutnya sebagai salah satu cerita yang memiliki unsur cinta yang menarik. Kombinasi antara ketegangan, kritik sosial, dan hubungan manusia membuat novel ini tetap populer hingga sekarang.

4. Girl, Woman, Other – Bernardine Evaristo

Girl, Woman, Other
Girl, Woman, Other (dok. Bernadine Evaristo)

Novel pemenang penghargaan ini mengikuti kehidupan 12 karakter yang berbeda, sebagian besar perempuan kulit hitam Inggris dengan latar belakang dan pengalaman hidup yang beragam. Dalam Girl, Woman, Other, Bernardine Evaristo menampilkan cerita tentang persahabatan, cinta, dan identitas dengan gaya penceritaan yang unik.

Daisy pernah menyebut buku ini sebagai salah satu tulisan paling kuat dan jujur yang pernah ia baca. Ceritanya terasa sangat hidup karena menggambarkan banyak perspektif sekaligus. Selain emosional, novel ini juga penuh humor dan refleksi sosial yang membuat pembaca berpikir tentang kehidupan modern dari sudut pandang yang berbeda.

5. Romeo and Juliet – William Shakespeare

Romeo and Juliet
Romeo and Juliet (dok. Shakespeare)

Karya klasik ini mungkin sudah sangat dikenal, tetapi pesonanya tidak pernah pudar. Dalam Romeo and Juliet, William Shakespeare menceritakan kisah cinta tragis antara dua remaja dari keluarga yang saling bermusuhan, yakni Montague dan Capulet.

Di tengah dunia yang penuh konflik dan kekerasan, kisah cinta Romeo dan Juliet berkembang dengan cepat dan intens. Bahasa puitis Shakespeare membuat cerita ini terasa dramatis sekaligus emosional. Gak heran jika kisah ini sering disebut sebagai salah satu cerita cinta paling ikonik dalam sejarah sastra.

Selera bacaan Daisy Edgar-Jones menunjukkan bahwa ia tertarik pada cerita yang menggali emosi manusia secara mendalam. Dari kelima buku favorit ini, mana yang paling membuatmu penasaran untuk segera dibaca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us