Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Buku Favorit Jacob Elordi yang Bikin Penasaran untuk Dibaca

Jacob Elordi di serial Euphoria.
Jacob Elordi di serial Euphoria (dok. HBO/Euphoria)
Intinya sih...
  • The Secret History — Donna Tartt
  • Nausea — Jean-Paul Sartre
  • The Odyssey — Homer
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jacob Elordi selama ini dikenal lewat peran-perannya yang intens dan penuh emosi, mulai dari karakter romantis sampai figur yang gelap dan kompleks. Tapi di balik citra bintang Hollywood itu, selera bacanya justru terbilang filosofis. Pilihan buku yang ia bagikan menunjukkan ketertarikannya pada seni dan sisi gelap manusia.

Menariknya, buku-buku favorit Jacob Elordi bukan sekadar bacaan populer atau tren sesaat. Banyak di antaranya adalah karya sastra yang menuntut pembacanya untuk berpikir dan merenung. Kalau kamu penasaran seperti apa bacaan yang membentuk sudut pandang aktor satu ini, enam buku berikut layak banget masuk daftar bacaanmu.

1. The Secret History — Donna Tartt

buku The Secret History (goodreads.com)
buku The Secret History (goodreads.com)

Novel ini mengikuti sekelompok mahasiswa eksentrik di sebuah kampus elit New England yang terobsesi dengan dunia klasik Yunani. Di bawah pengaruh profesor karismatik, batas antara intelektualitas dan moralitas perlahan memudar. Apa yang awalnya terasa seperti pencarian makna hidup berubah menjadi obsesi, manipulasi, dan kejahatan tak terhindarkan.

Jacob Elordi menyebut The Secret History sebagai karya terbaik Donna Tartt dan bahkan berharap novel ini diadaptasi menjadi film. Ketertarikannya masuk akal, karena buku ini menggali sisi gelap ambis, dan rasa bersalah dengan cara elegan namun menghantui. Ceritanya tenang, tapi perlahan menusuk psikologis pembaca hingga halaman terakhir.

2. Nausea — Jean-Paul Sartre

buku Nausea.
buku Nausea (penguin.co.uk)

Nausea adalah novel eksistensialis yang ditulis dalam bentuk catatan harian seorang pria bernama Antoine Roquentin. Ia mulai merasa muak terhadap eksistensinya sendiri, mempertanyakan realitas, makna hidup, dan keberadaan manusia. Segalanya terasa asing, bahkan hal-hal paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Jacob Elordi menyebut buku ini sangat relatable karena menggambarkan seseorang yang terlalu banyak berpikir tentang segalanya. Meski terdengar berat, Nausea justru jujur dalam menggambarkan kecemasan yang sering dialami banyak orang. Buku ini cocok untuk pembaca yang suka refleksi mendalam dan tidak takut berhadapan dengan pikiran sendiri.

3. The Odyssey — Homer

buku Odyssey.
buku Odyssey (goodreads.com)

Sebagai salah satu karya sastra tertua di dunia, The Odyssey menceritakan perjalanan panjang Odysseus untuk pulang ke rumah setelah Perang Troya. Perjalanan ini penuh rintangan, godaan, dan tantangan dari manusia maupun dewa. Namun di balik petualangannya, cerita ini adalah tentang ketekunan dan kecerdikan manusia.

Jacob Elordi membaca buku ini karena ingin merasakan sebuah petualangan. Dan memang, The Odyssey bukan sekadar kisah epik, tapi juga refleksi tentang perjalanan hidup itu sendiri. Buku ini menunjukkan bahwa pulang bukan hanya soal tempat, tapi juga tentang menjadi versi diri yang lebih matang setelah melewati berbagai cobaan.

4. A Bright Ray of Darkness — Ethan Hawke

buku A Bright Ray of Darkness (penguinrandomhouse.com)
buku A Bright Ray of Darkness (penguinrandomhouse.com)

Novel ini ditulis oleh Ethan Hawke dan berfokus pada seorang aktor yang sedang menghadapi kehancuran hidup pribadinya setelah perceraian. Ia berusaha mengatasi rasa bersalah, kehampaan, dan keinginan untuk memperbaiki masa lalu. Teater menjadi satu-satunya ruang aman tempat ia bisa berdamai dengan dirinya sendiri.

Jacob Elordi merekomendasikan buku ini lewat Instagram sebagai bacaan bagi siapa pun yang sedang membutuhkan pelarian emosional. Ceritanya jujur, kadang pahit, tapi juga diselipi humor gelap yang manusiawi. Buku ini terasa sangat personal, terutama bagi mereka yang bergelut dengan luka batin dan pencarian jati diri.

5. Last Train to Memphis — Peter Guralnick

buku Last Train to Memphis.
buku Last Train to Memphis (waterstones.com)

Buku ini merupakan biografi mendalam tentang Elvis Presley, jauh sebelum ia menjadi legenda dunia. Last Train to Memphis menggambarkan perjalanan Elvis sebagai manusia biasa, seniman muda, dan ikon budaya yang perlahan membentuk dunia musik modern. Penulisnya menggali sisi personal Elvis tanpa terjebak dalam mitos semata.

Jacob Elordi membeli buku ini setelah tertarik dengan film biopik Elvis karya Baz Luhrmann. Bagi pembaca, buku ini bukan hanya soal Elvis, tapi juga tentang bagaimana ketenaran, tekanan, dan bakat bisa saling berbenturan. Menariknya, Jacob Elordi juga sempat berperan sebagai Elvis dalam film Priscilla (2023).

Pilihan buku favorit Jacob Elordi menunjukkan bahwa di balik dunia glamor Hollywood, ia tertarik pada cerita-cerita yang gelap dan penuh pencarian makna. Kalau melihat daftar ini, buku mana yang paling bikin kamu penasaran untuk langsung dibaca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Ide Bodycon Dress ala Lorena Schuett, Simpel hingga Glamor!

09 Jan 2026, 13:21 WIBLife