Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Buku untuk Meningkatkan Soft Skill sebagai Bekal Karier

ilustrasi orang baca buku (pixabay.com/terski-5330276)
ilustrasi orang baca buku (pixabay.com/terski-5330276)
Intinya sih...
  • ‘Emotional Intelligence’ karya Daniel Goleman membahas pentingnya mengenali dan mengelola emosi diri sendiri serta orang lain, cocok untuk yang sering berhadapan dengan tekanan dan konflik profesional.
  • ‘Crucial Conversations’ karya Kerry Patterson dkk. fokus pada cara berkomunikasi dalam situasi sulit, relevan untuk siapa pun yang sering terlibat diskusi sensitif.
  • ‘Atomic Habits’ karya James Clear membantu pembaca memahami sistem kerja yang berkelanjutan, cocok untuk meningkatkan manajemen diri dan produktivitas.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Soft skill sering dianggap pelengkap, padahal justru jadi penentu seseorang bisa bertahan dan berkembang dalam dunia kerja. Kemampuan berkomunikasi, mengelola emosi, bekerja sama, dan memahami orang lain sering kali lebih krusial daripada skill teknis semata.

Apalagi di lingkungan kerja yang dinamis, kemampuan beradaptasi dan berpikir reflektif jadi nilai tambah besar. Buku bisa menjadi medium belajar yang efektif untuk mengasah hal-hal ini secara bertahap. Lima buku berikut membahas soft skill dari sudut yang praktis, relevan, dan gak terasa menggurui.

1. ‘Emotional Intelligence’ karya Daniel Goleman

‘Emotional Intelligence’ karya Daniel Goleman (amazon.com)
‘Emotional Intelligence’ karya Daniel Goleman (amazon.com)

Buku ini membahas pentingnya mengenali dan mengelola emosi diri sendiri serta orang lain. Daniel Goleman menjelaskan bagaimana kecerdasan emosional memengaruhi kepemimpinan, kerja tim, dan pengambilan keputusan. Isinya membantu pembaca memahami reaksi emosional di tempat kerja. Cocok untuk yang sering berhadapan dengan tekanan dan konflik profesional. Buku ini jadi fondasi penting untuk membangun relasi kerja yang sehat.

2. ‘Crucial Conversations’ karya Kerry Patterson dkk.

‘Crucial Conversations’ karya Kerry Patterson dkk. (amazon.com)
‘Crucial Conversations’ karya Kerry Patterson dkk. (amazon.com)

Buku ini fokus pada cara berkomunikasi dalam situasi sulit, seperti konflik, perbedaan pendapat, atau percakapan berisiko tinggi. Pembaca diajak memahami bagaimana menyampaikan pendapat tanpa memperkeruh suasana. Pendekatannya praktis dan berbasis situasi nyata di dunia kerja. Soft skill komunikasi asertif jadi fokus utama. Relevan untuk siapa pun yang sering terlibat diskusi sensitif.

3. ‘Atomic Habits’ karya James Clear

‘Atomic Habits’ karya James Clear (amazon.com)
‘Atomic Habits’ karya James Clear (amazon.com)

Meski sering dibahas sebagai buku pengembangan diri, isinya sangat relevan untuk dunia kerja. James Clear menunjukkan bagaimana kebiasaan kecil bisa membentuk disiplin dan konsistensi profesional. Buku ini membantu pembaca memahami sistem kerja yang berkelanjutan, bukan sekadar motivasi sesaat. Cocok untuk meningkatkan manajemen diri dan produktivitas. Soft skill membangun kebiasaan jadi kekuatan utamanya.

4. ‘Deep Work’ karya Cal Newport

‘Deep Work’ karya Cal Newport (amazon.com)
‘Deep Work’ karya Cal Newport (amazon.com)

Buku ini membahas kemampuan fokus sebagai soft skill yang semakin langka. Cal Newport mengulas bagaimana kerja mendalam bisa meningkatkan kualitas hasil dan kepuasan kerja. Pembaca diajak mengurangi distraksi dan mengelola perhatian secara sadar. Relevan di era kerja digital yang penuh gangguan. Cocok untuk yang ingin bekerja lebih efektif tanpa harus multitasking berlebihan.

5. ‘How to Win Friends and Influence People’ karya Dale Carnegie

 ‘How to Win Friends and Influence People’ karya Dale Carnegie (amazon.com)
‘How to Win Friends and Influence People’ karya Dale Carnegie (amazon.com)

Buku klasik ini membahas keterampilan sosial yang tetap relevan hingga sekarang. Dale Carnegie menekankan pentingnya empati, mendengarkan, dan menghargai orang lain. Isinya membantu membangun hubungan profesional yang kuat tanpa manipulasi. Banyak contoh sederhana yang mudah diterapkan di lingkungan kerja. Buku ini cocok untuk meningkatkan interpersonal skill secara bertahap.

Soft skill bukan sesuatu yang instan, tetapi bisa dilatih melalui refleksi dan kebiasaan yang konsisten. Buku-buku ini menawarkan pendekatan berbeda untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, emosional, dan manajemen diri. Membacanya bisa jadi langkah awal untuk memahami cara bekerja yang lebih sehat dan efektif. Di tengah persaingan karier, soft skill sering kali menjadi pembeda yang tak terlihat. Bekal ini akan terus relevan, apa pun jalur karier yang dipilih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Dzikir Bulan Syaban yang Bisa Diamalkan Setiap Hari

22 Jan 2026, 16:04 WIBLife